BLITAR - Membeli mobil bekas adalah tentang menimbang antara kelebihan dan kompensasi atas kekurangannya. Setelah sebelumnya kita membahas alasan untuk meminang Mitsubishi Mirage, kali ini tim Redaktur Senior kami akan mengupas sisi sebaliknya. Jika Anda termasuk orang yang perfeksionis dalam hal estetika dan kenyamanan kabin, sebaiknya baca ulasan ini dengan teliti sebelum memutuskan untuk memboyong city car berlogo tiga berlian ini di tahun 2026.
Berikut adalah tiga poin utama yang sering dikeluhkan pengguna dan bisa menjadi alasan bagi Anda untuk membatalkan niat membeli Mitsubishi Mirage bekas.
Desain yang Terasa "Cepat Tua" dan Kaku
Masalah pertama yang sering menjadi perdebatan adalah soal estetika eksterior. Dibandingkan dengan kompetitor seangkatannya seperti Honda Brio, Nissan March, atau Kia Picanto, Mitsubishi Mirage sering dinilai memiliki desain yang paling kaku. Garis bodinya dianggap kurang dinamis sehingga membuat mobil ini terlihat jauh lebih tua dari tahun produksinya.
Efek dari desain yang kurang populer ini berdampak langsung pada nilai investasinya. Harga jual kembali Mitsubishi Mirage cenderung lebih jatuh di pasaran dibandingkan Brio atau Picanto. Bagi banyak orang, Mirage terlihat seperti mobil dari era yang jauh lebih lama, yang membuatnya kurang dilirik oleh konsumen muda di bursa mobil bekas Blitar.
Jok Belakang: "Jok Modern Terjelek yang Pernah Ada?"
Kekurangan kedua yang sangat mencolok terletak di dalam kabin, tepatnya pada jok baris kedua. Berbeda dengan jok depan yang cukup empuk dan ergonomis, jok belakang Mirage memiliki desain yang sangat datar (flat) tanpa lekukan penyangga yang memadai.
Visualnya pun sering dikritik karena pemilihan motif dan material yang terlihat murahan, bahkan jika dibandingkan dengan mobil keluarga tahun 2000-an seperti Kijang Kapsul. Perpaduan warna dan motifnya dianggap tidak senada dengan interior depan, menciptakan kesan "jadul" yang kuat. Meski sudah dilengkapi fitur keamanan mumpuni seperti ISOFIX dan airbag, kenyamanan visual dan ergonomi penumpang belakang tetap menjadi nilai minus yang besar.
Peredaman Mesin dan Kaki-kaki yang Berisik
Aspek teknis terakhir yang perlu diwaspadai adalah masalah suara. Meskipun peredaman kabin terhadap suara motor atau lingkungan luar cukup baik, Mirage memiliki kelemahan besar pada peredaman bagian mesin (firewall). Suara mesin 3-silinder yang kasar terdengar sangat jelas masuk ke dalam kabin saat mobil dipacu.
Selain suara mesin, sektor kaki-kaki juga kerap terdengar gaduh (noisy). Meski bantingannya terasa enak saat melintasi polisi tidur dengan kecepatan rendah, performanya menurun saat dipacu di kecepatan tinggi (high speed). Belum lagi sensasi setir atau steering feel yang terasa "hambar" dan tidak alami karena tidak otomatis kembali ke posisi tengah dengan sempurna setelah berbelok.
Jika Anda tidak bisa mentoleransi desain yang konservatif, jok belakang yang kurang nyaman, serta suara mesin dan kaki-kaki yang masuk ke kabin, maka Mitsubishi Mirage mungkin bukan pilihan yang tepat untuk harian Anda di tahun 2026. (*)
Editor : Oksania Difa Ilmada