BLITAR - Drama luar biasa tersaji dalam gelaran balap kasta tertinggi di Sirkuit Jerez. Hasil MotoGP Spanyol 2026 menjadi momen yang tak terlupakan sekaligus menyakitkan bagi Marc Marquez. Hanya dalam waktu 24 jam, nasib pembalap berjuluk The Baby Alien itu berubah drastis dari pahlawan di sesi Sprint Race menjadi pesakitan di balapan utama, Minggu (26/4/2026).
Kegagalan sang kakak justru menjadi berkah bagi sang adik, Alex Marquez. Pembalap Gresini Racing tersebut sukses mengamankan Hasil MotoGP Spanyol 2026 dengan finis di posisi pertama. Alex mencatatkan waktu total 40 menit 19,748 detik, sebuah kemenangan gemilang yang diraihnya tepat setelah sang kakak terjungkal di lintasan yang sama.
Kejutan dalam Hasil MotoGP Spanyol 2026 ini semakin lengkap dengan rontoknya dominasi tim pabrikan Ducati. Tak hanya Marc Marquez yang gagal finis, sang juara bertahan Francesco 'Pecco' Bagnaia juga harus menyudahi balapan lebih awal. Hasil DNF (Did Not Finish) ganda ini menjadi tamparan keras bagi pabrikan Borgo Panigale di seri keempat musim ini.
Kronologi Crash Tragis Marc Marquez
Mengawali balapan sebagai pole sitter, Marc Marquez sebenarnya memiliki modal kuat untuk mendominasi. Namun, petaka datang hanya dalam dua putaran awal. Saat berupaya melibas Tikungan 11 Sirkuit Jerez dengan kecepatan tinggi, ban depan motor Ducatinya kehilangan traksi.
Motor bernomor 93 itu terseret ke area gravel dan hancur, memaksa Marc keluar dari persaingan. Ini menjadi kegagalan finis kedua bagi Marc di musim 2026 setelah sebelumnya mengalami nasib serupa pada seri pembuka di Thailand. Hasil buruk ini juga memperpanjang puasa podium sang Alien di sesi balapan utama, meski ia baru saja memenangi kontrak fantastis senilai 15 juta euro per tahun dari Ducati.
Kondisi fisik Marc kini menjadi sorotan tajam. Pembalap muda Pedro Acosta bahkan angkat bicara mengenai hasil ini. Menurut Acosta, ada yang tidak normal dengan performa Marc sejak kecelakaan horor di Sirkuit Mandalika, Indonesia, musim lalu. Acosta mencurigai cedera lama tersebut masih menghinggapi fisik Marc hingga membuatnya sering kehilangan kendali di momen krusial.
Baca Juga: Suzuki Karimun 2026 Bocor! Desain Makin Modern, Irit 28 Km/L, Harga Mulai Rp140 Jutaan?
Alex Marquez Berjaya, Aprilia Mengancam
Di saat Marc merana di atas gravel, Alex Marquez tampil sangat impresif. Ia mampu menjaga ritme balap dengan tenang dan mengatasi tekanan dari para pembalap di belakangnya. Kemenangan Alex membuktikan bahwa motor satelit Ducati masih mampu berbicara banyak di tengah ketatnya persaingan teknologi MotoGP musim ini.
Namun, Ducati tidak bisa bersantai. Marco Bezzecchi yang kini membela Aprilia Racing menunjukkan bahwa motor RS-GP adalah ancaman nyata. Bezzecchi berhasil mengamankan podium kedua, diikuti oleh pembalap VR46, Fabio Di Giannantonio di posisi ketiga. Keberhasilan Bezzecchi membuatnya kini kokoh di puncak klasemen sementara dengan selisih 44 poin dari Marc Marquez yang tertahan di peringkat kelima.
Bos Aprilia, Massimo Rivola, menyebut balapan di Jerez tahun ini sebagai "balapan gila". Meskipun ia mengakui kemenangan Marc di sesi Sprint sebelumnya sebagai hasil lotre karena faktor cuaca, namun ia melihat persaingan sesungguhnya baru dimulai di Jerez.
Kontroversi dan Masa Depan Marc Marquez
Sebelum balapan utama dimulai, tensi sempat memanas akibat kritik pedas dari Johann Zarco. Pembalap asal Prancis itu menilai kemenangan Marc di Sprint Race sehari sebelumnya adalah hasil dari tindakan yang tidak sportif. Marc dianggap sengaja masuk ke pit lane melalui jalur yang dilarang setelah sempat terjatuh, demi mengganti motor dengan ban basah saat hujan mulai turun.
Meski dihujani kritik, Marc tetap tegas mengenai masa depannya. Di tengah rumor yang menyebut ia akan kembali ke Repsol Honda, Marc memastikan pintunya sudah tertutup rapat. Fokus utamanya kini hanyalah mengejar rekor gelar juara dunia terbanyak bersama Ducati, terlepas dari hasil buruk yang ia terima di Jerez akhir pekan ini.
Gigi Dall’Igna selaku General Manager Ducati tetap memberikan dukungan penuh. Baginya, Marc tetaplah ujung tombak Ducati untuk mempertahankan gelar juara dunia 2026. Namun, dengan hasil DNF di Spanyol, jalan Marc menuju takhta juara dipastikan akan semakin terjal dan penuh tantangan dari para rider muda yang kian kompetitif. (*)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda