BANDUNG - Ambisi Persib Bandung untuk menyempurnakan rekor kemenangan di kandang musim ini harus terhenti. Dalam laga super big match pekan ke-29 yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Maung Bandung dipaksa bermain imbang 0-0 oleh tamunya, Arema FC. Hasil ini menjadi poin imbang pertama Persib di hadapan pendukung sendiri musim ini, sekaligus memicu spekulasi panas mengenai stabilitas tim di ujung kompetisi.
Persib Bandung tertahan di kandang membuat persaingan gelar juara BRI Liga 1 2026 kian memanas. Meski tampil dominan dengan mencatatkan 13 peluang di babak pertama dan 6 peluang di babak kedua, penyelesaian akhir yang tumpul menjadi masalah utama. Kokohnya pertahanan Arema FC yang dikawal Lucas Frigeri sukses mematikan daya gedor tuan rumah. Kegagalan meraih poin penuh ini membuat posisi Persib di puncak klasemen kian terancam oleh kejaran rival terdekatnya, Borneo FC dan Persija Jakarta.
Pengamat sepak bola menyoroti taktik Bojan Hodak yang dinilai terlalu membebani penyerang untuk ikut bertahan, sehingga naluri mencetak gol pemain depan seperti William Barros dan Bergino seolah hilang. Kehilangan sosok Ramon Tanke juga disebut menjadi faktor krusial yang membuat kreativitas lini tengah berkurang, terutama setelah ditariknya Thom Haye yang selama ini menjadi otak serangan Maung Bandung.
Baca Juga: Picu Banjir Langganan hampir Tiap Tahun, Pemkot Blitar Renovasi Drainase di Jalan
Kontroversi Wasit dan Peran VAR
Laga ini tidak lepas dari sorotan tajam terkait kinerja perangkat pertandingan. Keputusan wasit Chandra yang memimpin laga menuai kritik dari kubu tuan rumah. Insiden injakan kaki Hansamu Yama terhadap Thom Haye di babak pertama dan tarikan jersey terhadap Rico Barba di menit ke-85 menjadi momen krusial yang dianggap layak ditinjau oleh VAR. Namun, VAR seolah hanya menjadi gimik yang tidak memberikan keadilan bagi kedua tim.
Kritik pedas pun datang dari berbagai pihak. Hasil imbang ini dianggap sebagai "skenario" yang menguntungkan rival Persib dalam perebutan gelar juara. Dengan sisa lima laga yang sangat berat melawan tim-tim kuat seperti Bhayangkara FC, Persija Jakarta, PSIM Yogyakarta, dan PSM Makassar, Maung Bandung diwajibkan menyapu bersih kemenangan jika ingin mengunci gelar juara tanpa bergantung pada hasil tim lain.
Evaluasi Menuju Sisa Musim
Bagi pendukung setia Maung Bandung, hasil ini adalah alarm keras. Jika manajemen dan tim pelatih tidak segera melakukan evaluasi—terutama terkait kebutuhan akan pelatih khusus striker—bukan tidak mungkin Persib akan terperosok lebih dalam. Mentalitas pemain kini menjadi pertaruhan terbesar di tengah badai kritik dan tekanan jadwal yang semakin padat.
Bagi Arema FC sendiri, hasil ini adalah pembuktian bahwa mereka bukanlah tim yang bisa diremehkan. Meski datang dengan skuad pincang, strategi bertahan total yang diterapkan terbukti efektif meredam agresivitas tuan rumah. Bagi Persib, ini adalah pelajaran pahit bahwa dalam kompetisi yang penuh dengan intrik, setiap poin yang hilang di kandang sendiri bisa menjadi pembeda antara trofi juara atau kegagalan yang menyakitkan.
Editor : Natasha Eka Safrina