BLITAR KAWENTAR - Pasar mobil bekas Rp50 jutaan masih menjadi incaran banyak orang, terutama bagi konsumen yang ingin tampil berkelas tanpa harus membeli mobil baru.
Di tengah banyaknya pilihan sedan dan SUV lawas, dua nama ini justru dianggap paling timeless dan tetap terlihat modern hingga sekarang, yakni Honda City GD dan Nissan X-Trail T30.
Dalam sebuah ulasan di kanal YouTube otomotif AMH Channel, kedua mobil tersebut dinilai memiliki desain yang tidak mudah termakan zaman.
Bahkan, meski usia produksinya sudah lebih dari 15 tahun, aura mewah yang dipancarkan masih cukup kuat dibanding rival di kelas harga serupa.
Honda City GD generasi 2005 menjadi salah satu sedan bekas yang kembali naik daun.
Mobil ini disebut memiliki desain yang jauh lebih muda dibanding era produksinya.
Bentuk bodi yang tajam namun simpel membuat sedan ini masih cocok dipakai anak muda maupun kalangan pekerja kantoran.
Honda City GD Masih Terlihat Modern
Honda City GD disebut cocok bagi konsumen yang menginginkan sensasi Honda Jazz GD dengan tampilan lebih elegan.
Interiornya memang memiliki nuansa yang mirip dengan Jazz, namun kesan sedan membuat mobil ini terlihat lebih premium.
Fitur yang ditawarkan juga masih tergolong lengkap untuk ukuran mobil lawas Rp50 jutaan. Mulai dari electric mirror, power window, tilt steering, hingga AC digital dengan pengaturan lengkap sudah tersedia pada beberapa variannya.
Varian facelift 2004 bahkan sudah mendapatkan fitur ABS dan dual airbag. Pada tipe matic, tersedia transmisi CVT 7-speed yang kala itu tergolong modern di kelasnya.
Untuk urusan mesin, Honda City GD hadir dengan dua pilihan, yakni i-DSI dan VTEC. Mesin i-DSI lebih dikenal irit bahan bakar dengan konsumsi sekitar 10-11 km/liter di dalam kota. Sedangkan varian VTEC menawarkan tenaga lebih besar hingga 110 hp, meski konsumsi BBM sedikit lebih boros.
“Kalau cari irit pilih i-DSI, tapi kalau suka performa jelas pilih VTEC,” demikian ulasan dalam video tersebut.
Meski begitu, calon pembeli tetap diminta memperhatikan beberapa penyakit khas Honda City GD. Mulai dari sistem pendingin mesin, sensor ABS, rack steer, hingga kaki-kaki depan yang umumnya mulai bermasalah karena faktor usia.
Untuk harga pasar, Honda City GD VTEC matic tahun 2005 kini masih bisa ditemukan di kisaran Rp55 jutaan dengan pajak tahunan sekitar Rp2 juta.
Nissan X-Trail T30 Punya Aura SUV Mewah
Selain sedan, SUV lawas Nissan X-Trail T30 juga disebut masih layak tampil mewah di tahun 2026.
SUV boxy ini dinilai punya karakter berbeda dibanding SUV modern yang kini banyak memakai desain membulat.
Desain kotaknya justru dianggap menjadi daya tarik utama. Ground clearance tinggi, kaca besar, serta bodi yang gagah membuat X-Trail T30 masih terlihat premium saat digunakan harian.
Masuk ke kabin, mobil ini menawarkan kenyamanan khas SUV Jepang awal 2000-an. Fitur seperti dual airbag, electric mirror, cooler box, rear wiper, hingga AC dengan heater sudah tersedia.
Mesin QR25DE 2.500 cc milik Nissan X-Trail T30 juga terkenal bertenaga. Tenaga maksimal mencapai 180 hp dengan torsi 245 Nm. Karakter mesin Nissan yang kuat di putaran atas menjadi salah satu nilai jual utama SUV ini.
Namun konsumsi BBM menjadi salah satu kelemahan. Pemakaian dalam kota berkisar 6-7 km/liter. Meski demikian, banyak pengguna menganggap konsumsi bahan bakar bukan masalah besar karena mobil ini memang menawarkan kenyamanan dan gengsi lebih tinggi dibanding SUV sekelasnya.
Suspensi empuk dan kabin luas juga menjadi keunggulan utama Nissan X-Trail T30. Mobil ini disebut cocok dipakai perjalanan jauh maupun penggunaan harian.
Sama seperti mobil tua lainnya, ada beberapa bagian yang wajib dicek sebelum membeli. Mulai dari area pendingin mesin, sensor CKP, power steering, hingga kaki-kaki. Penggunaan suku cadang orisinal juga sangat disarankan agar mobil tetap awet.
Harga Nissan X-Trail T30 tahun 2005 kini berada di kisaran Rp58 jutaan dengan pajak tahunan sekitar Rp2 juta.
Dengan harga yang relatif terjangkau, kedua mobil ini dianggap masih mampu memberikan kesan mewah dan modern meski usianya sudah tidak muda lagi.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan