Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

5 Kekurangan Suzuki Ignis yang Jarang Dibahas, Desain Unik hingga Suspensi Keras Jadi Sorotan Pengguna

Ingge Nayla Ayu Karina • Kamis, 30 April 2026 | 20:39 WIB
5 kekurangan Suzuki Ignis mulai desain unik, tenaga kurang bertenaga hingga suspensi keras yang sering dikeluhkan pengguna.
5 kekurangan Suzuki Ignis mulai desain unik, tenaga kurang bertenaga hingga suspensi keras yang sering dikeluhkan pengguna.gemini ai

 

RADAR BLITAR - Suzuki Ignis menjadi salah satu city car yang cukup menarik perhatian sejak pertama kali dipasarkan di Indonesia pada 2017. Mobil mungil bergaya crossover ini hadir dengan desain berbeda dibanding city car Jepang lainnya dan menyasar kalangan muda yang ingin tampil beda.

 

Suzuki Ignis dikenal sebagai mobil perkotaan dengan harga yang cukup terjangkau. Saat pertama hadir, mobil ini dibanderol mulai Rp174 jutaan dan langsung menarik perhatian karena konsep desainnya yang unik. Suzuki bahkan tidak menyebut Ignis sebagai city car biasa, melainkan urban SUV.

 

Meski memiliki banyak kelebihan seperti konsumsi BBM irit dan fitur modern, ternyata Suzuki Ignis juga memiliki sejumlah kekurangan yang sering menjadi bahan pertimbangan calon pembeli. Mulai dari desain kontroversial hingga performa mesin yang dianggap kurang bertenaga.

 

Desain Suzuki Ignis Dinilai Tidak Cocok untuk Semua Orang

 

Kekurangan pertama Suzuki Ignis ada pada desain eksteriornya yang dianggap terlalu unik. Tidak semua konsumen Indonesia menyukai tampilan mobil yang berbeda dari city car kebanyakan.

Baca Juga: Suzuki Ignis GL 2017 Jadi Pilihan Naik Kelas dari LCGC, Fitur Lengkap, Irit BBM dan Pajak Cuma Rp1 Jutaan

Suzuki memang dikenal cukup berani menghadirkan desain nyeleneh pada beberapa produknya. Sebelum Ignis, produsen asal Jepang tersebut juga menghadirkan mobil dengan tampilan unik seperti Karimun Kotak dan Suzuki SX4.

 

Bagian belakang Suzuki Ignis bahkan sering dianggap aneh oleh sebagian orang karena bentuk bodinya yang terlihat tinggi dan sempit. Namun di sisi lain, desain tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna yang ingin tampil beda di jalan.

 

Karakter crossover dengan ground clearance tinggi membuat Ignis terlihat lebih sporty dibanding city car biasa. Meski begitu, soal desain tetap kembali pada selera masing-masing pengguna.

 

Tenaga Mesin Dinilai Kurang Galak

 

Suzuki Ignis menggunakan mesin bensin 1.197 cc yang sebenarnya cukup ideal untuk penggunaan perkotaan. Namun dari sisi performa, tenaga yang dihasilkan dianggap kalah dibanding beberapa rival di kelasnya.

 

Di atas kertas, mesin Suzuki Ignis hanya menghasilkan tenaga sekitar 83 horsepower dengan torsi 113 Nm. Angka tersebut masih berada di bawah Honda Brio yang mampu menghasilkan tenaga hingga 88 horsepower.

 

Performa mesin Ignis memang lebih difokuskan pada efisiensi bahan bakar dibanding akselerasi. Karena itu, mobil ini terasa cukup nyaman digunakan di dalam kota, tetapi kurang agresif ketika membutuhkan tenaga besar.

 

Bagi pengguna yang mengutamakan performa dan akselerasi, karakter mesin Suzuki Ignis mungkin terasa kurang memuaskan, terutama saat membawa penumpang penuh atau melewati jalan menanjak.

 

Posisi Head Unit Dinilai Kurang Menyatu

 

Kritik berikutnya datang dari desain interior, khususnya pada bagian head unit. Penempatan layar hiburan di dashboard disebut terlihat kurang menyatu dengan desain kabin secara keseluruhan.

 

Konsep floating head unit memang memberikan kesan modern, tetapi sebagian pengguna menilai tampilannya terlihat aneh dan kurang solid. Jika posisi layar dibuat sejajar dengan dashboard, desain interior dianggap bisa terlihat lebih rapi.

 

Meski demikian, fitur head unit Suzuki Ignis sebenarnya sudah cukup baik untuk ukuran city car di kelasnya. Sistem hiburan yang tersedia masih mampu memenuhi kebutuhan pengguna sehari-hari.

 

Setir Terlalu Ringan Saat Kecepatan Tinggi

 

Salah satu kekurangan Suzuki Ignis yang cukup sering dibahas pengguna adalah karakter setirnya yang terlalu ringan. Electronic Power Steering atau EPS pada mobil ini dibuat sangat enteng sehingga memudahkan saat parkir maupun menghadapi kemacetan.

 

Namun karakter tersebut justru menjadi kekurangan ketika mobil dipacu dalam kecepatan tinggi, terutama di jalan tol. Setir yang terlalu ringan membuat handling terasa kurang meyakinkan bagi sebagian pengemudi.

 

Meski begitu, ada juga pengguna yang menyukai karakter kemudi ringan karena membuat mobil lebih mudah dikendalikan di area perkotaan. Karena itu, poin ini bisa menjadi kelebihan maupun kekurangan tergantung gaya berkendara masing-masing.

 

Suspensi Belakang Terasa Keras

 

Kekurangan terakhir Suzuki Ignis ada pada sektor suspensi belakang yang terasa cukup keras. Saat mobil melewati jalan berlubang atau speed trap, bantingan belakang terasa lebih keras dibanding city car lain.

Baca Juga: Promo Toyota Cia 2026 Bikin Kaget ! DP Mulai Rp4 Jutaan, Cicilan Rp1 Jutaan, Diskon Lebaran Masih Berlaku

Karakter suspensi tersebut dipengaruhi ground clearance Ignis yang cukup tinggi. Posisi bodi yang lebih tinggi memang membuat mobil lebih aman melewati genangan air atau jalan rusak, tetapi efeknya kenyamanan suspensi sedikit berkurang.

 

Meski memiliki beberapa kelemahan, Suzuki Ignis tetap menjadi salah satu city car menarik di Indonesia. Mobil ini cocok untuk pengguna yang mencari kendaraan irit, desain berbeda, dan praktis untuk penggunaan harian di perkotaan.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#Suzuki Ignis #city car suzuki #Review Suzuki Ignis #kekurangan suzuki ignis #suspensi suzuki ignis