BLITAR KAWENTAR- Uji tanjakan motor listrik menjadi pembuktian nyata performa kendaraan listrik di kondisi ekstrem. Dalam pengujian yang dilakukan di kawasan Caringin Tilu, tiga motor listrik diuji kemampuan menanjak dengan beban berat mencapai 152 kilogram.
Uji tanjakan motor listrik ini melibatkan tiga model populer, yakni Alva One, Polytron Fox R, dan Gesits. Satu motor lain, Davigo Dragon, batal ikut karena mengalami kendala teknis sebelum pengujian.
Pengujian dilakukan dengan skenario ketat untuk memastikan hasil objektif. Setiap motor dikendarai oleh dua orang dengan total bobot 152 kg. Trek yang digunakan memiliki panjang sekitar 290 meter dengan kemiringan ekstrem hingga 30 persen.
Skema Uji: Time Attack dan Stop and Go
Pengujian dibagi menjadi dua kategori utama. Pertama adalah time attack, yakni mengukur waktu tempuh dari titik start hingga finish di puncak tanjakan.
Kedua adalah uji stop and go, yaitu kemampuan motor untuk kembali berjalan setelah berhenti di tengah tanjakan. Tes ini penting karena sering menjadi kendala bagi motor listrik di medan menanjak.
Hasil Time Attack: Gesits Unggul Tipis
Dalam uji tanjakan motor listrik, Gesits mencatatkan waktu tercepat dengan 48 detik untuk mencapai garis finish.
Sementara itu, Polytron Fox R hanya terpaut tipis dengan waktu 49 detik. Selisih satu detik ini menunjukkan performa keduanya relatif seimbang.
Namun, hasil berbeda dialami Alva One. Motor ini gagal menyelesaikan tanjakan saat membawa dua penumpang. Kendaraan tidak mampu melanjutkan perjalanan di tengah jalur dan harus berhenti sebelum mencapai puncak.
Uji Stop and Go: Dua Motor Lolos
Pada pengujian stop and go, Gesits kembali menunjukkan performa impresif dengan waktu sekitar 1,85 detik untuk kembali berjalan dari posisi diam di tanjakan.
Polytron Fox R juga mampu melewati uji ini dengan baik, bahkan mencatat waktu sedikit lebih cepat. Hal ini menunjukkan respons akselerasi yang baik setelah motor mulai bergerak.
Sebaliknya, Alva One kembali mengalami kendala. Motor ini kesulitan untuk kembali berjalan setelah berhenti di tanjakan, sehingga dinilai kurang optimal untuk kondisi ekstrem.
Analisis Performa di Tanjakan
Performa awal menjadi faktor penting dalam uji tanjakan motor listrik. Polytron Fox R terlihat memiliki akselerasi awal yang sedikit tertahan, namun setelah berjalan, tenaganya meningkat secara signifikan.
Sementara itu, Gesits menunjukkan karakter tenaga yang lebih stabil sejak awal hingga akhir tanjakan. Hal ini membuatnya unggul tipis dalam uji waktu.
Untuk Alva One, kendala utama diduga berasal dari keterbatasan tenaga saat membawa beban berat. Meski mampu menanjak saat dikendarai sendiri, performanya menurun saat berboncengan.
Motor Listrik Lebih Cocok untuk Perkotaan
Pengujian ini menunjukkan bahwa tidak semua motor listrik dirancang untuk medan ekstrem. Sebagian besar motor listrik memang lebih dioptimalkan untuk penggunaan di jalan perkotaan yang relatif datar.
Namun, hasil uji ini tetap memberikan gambaran penting bagi calon konsumen, terutama yang tinggal di daerah dengan kontur jalan menanjak.
Kesimpulan: Pilih Sesuai Kebutuhan
Dari hasil uji tanjakan motor listrik ini, Gesits dan Polytron Fox R terbukti mampu menghadapi kondisi berat dengan performa yang cukup baik.
Sementara Alva One masih membutuhkan peningkatan, khususnya dalam menghadapi beban berat di tanjakan curam.
Bagi konsumen, hasil ini bisa menjadi pertimbangan penting sebelum membeli motor listrik. Memilih kendaraan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi medan yang sering dilalui.
Editor : Cholifatun Nisak