BLITAR KAWENTAR- Kehadiran Honda Brio Satya 2026 kembali menyita perhatian publik otomotif Tanah Air dalam gelaran Indonesia Motor Show (IMS) 2026 yang berlangsung di Jakarta. Mobil LCGC andalan Honda ini tampil sebagai versi paling terjangkau dari lini Brio, namun tetap membawa sejumlah pembaruan yang membuat pengunjung pameran penasaran.
Honda Brio Satya 2026 dipasarkan dengan banderol yang disebut berada di kisaran Rp13 jutaan dalam pameran tersebut, menjadikannya salah satu city car paling murah di kelasnya. Meski demikian, mobil ini tetap mempertahankan mesin 1.200 cc i-VTEC yang menghasilkan tenaga sekitar 89 PS, cukup untuk kebutuhan mobilitas perkotaan yang padat.
Di tengah persaingan ketat dengan mobil listrik murah dan model LCGC dari pabrikan lain, Honda Brio Satya 2026 tetap mengandalkan formula sederhana: efisiensi, kepraktisan, dan biaya kepemilikan rendah. Namun, sejumlah fitur yang dihilangkan juga menjadi sorotan utama pengunjung IMS 2026.
Desain Eksterior Masih Sederhana
Dari sisi tampilan, Honda tidak banyak melakukan perubahan signifikan pada Brio Satya varian termurah ini. Grill depan masih berwarna hitam dengan emblem Honda di tengah, serta aksen chrome sederhana di bagian atas. Lampu utama masih menggunakan halogen, sementara DRL ditempatkan di bagian bawah bumper.
Tidak adanya sensor parkir di bagian depan juga menunjukkan bahwa varian ini benar-benar diposisikan sebagai entry level. Velg masih menggunakan model kaleng dengan dop berwarna silver, dipadukan ban ukuran 175/65 R14. Spion juga masih manual dan belum elektrik.
Baca Juga: Mobil Bekas Murah Jonggol Mulai Rp9 Juta, Alphard hingga Teana Dilepas di Bawah Harga Pasaran
Interior Dominan Hard Plastic
Masuk ke kabin, kesan sederhana semakin terasa pada Honda Brio Satya 2026. Seluruh door trim didominasi material hard plastic, termasuk dashboard yang tampil polos tanpa aksen mewah. Jok menggunakan material fabric standar dengan model sederhana tanpa pengaturan tinggi.
Sistem hiburan sudah tersedia dalam bentuk head unit, namun masih terbatas. AC masih menggunakan tombol manual fisik, sementara pengaturan fitur lain dibuat sesederhana mungkin. Di sisi pengemudi, power window hanya tersedia di pintu utama, sementara sisanya masih manual.
Meski sederhana, ruang kabin tetap terasa cukup lega untuk ukuran city car. Dengan tinggi penguji sekitar 170 cm, ruang kaki dan kepala masih tergolong nyaman untuk penggunaan harian.
Mesin Irit Tetap Jadi Andalan
Sektor mesin menjadi kekuatan utama Honda Brio Satya 2026. Mobil ini masih mengandalkan mesin 1.200 cc 4 silinder i-VTEC yang sudah terbukti efisien dan bandel. Tenaga yang dihasilkan mencapai 89 PS dengan transmisi manual dan otomatis yang tersedia di beberapa varian.
Suspensi depan menggunakan MacPherson Strut, sementara bagian belakang memakai torsion beam yang dikenal cukup stabil untuk penggunaan dalam kota. Sistem pengereman depan sudah menggunakan cakram, sedangkan belakang masih tromol, sesuai dengan karakter mobil LCGC.
Bagasi Luas dan Fitur Fungsional
Bagian bagasi menjadi salah satu nilai plus dari Brio Satya. Ruang penyimpanan tergolong dalam dan luas untuk mobil kecil, meski kursi belakang harus dilipat penuh tanpa opsi split folding. Hal ini menjadi kompromi dari desain hemat biaya yang diterapkan Honda.
Fitur keselamatan juga masih tergolong standar, tanpa teknologi canggih seperti Honda Sensing. Namun, struktur bodi tetap dirancang untuk memenuhi standar keselamatan dasar kendaraan modern.
Tetap Jadi Pilihan LCGC Populer
Meski terlihat sederhana, Honda Brio Satya 2026 masih menjadi salah satu pilihan utama di segmen LCGC Indonesia. Kombinasi harga murah, mesin irit, dan biaya perawatan rendah membuatnya tetap relevan di tengah gempuran kompetitor baru, termasuk mobil listrik murah.
Namun, banyak pengunjung IMS 2026 mempertanyakan apakah minimnya peningkatan fitur akan cukup untuk menjaga daya saing Brio di masa depan. Apalagi, tren pasar mulai bergerak ke arah kendaraan dengan fitur lebih modern dan elektrifikasi.
Editor : Cholifatun Nisak