Uji Touring Polytron Fox 350 Bogor–Bandung 158 Km: Seberapa Irit, Tangguh di Tanjakan, dan Layak Buat Jarak Jauh?
Auliya Nur'Aini Khafadzoh• Jumat, 1 Mei 2026 | 17:26 WIB
Uji touring Polytron Fox 350 sejauh 158 km Bogor-Bandung, cek performa, baterai, dan efisiensi motor listrik ini.(Pinterest)
Blitar - Uji touring motor listrik Polytron Fox 350 dari Bogor ke Bandung sejauh 158 kilometer menjadi bukti nyata kemampuan kendaraan listrik di perjalanan jarak jauh. Pengujian ini menarik perhatian karena dilakukan melalui jalur menantang, termasuk kawasan Puncak yang dikenal dengan tanjakan ekstrem.
Sejak awal perjalanan, Polytron Fox 350 langsung diuji dalam kondisi realistis. Baterai diisi penuh 100 persen saat start dari Cibinong, Bogor. Dengan beban total cukup berat pengendara dan barang motor listrik ini dipaksa bekerja optimal sejak kilometer pertama.
Dalam 41 kilometer pertama menuju Puncak, konsumsi baterai terbilang cukup besar. Sisa daya turun hingga sekitar 35 persen. Hal ini wajar mengingat kontur jalan didominasi tanjakan panjang yang membutuhkan tenaga ekstra.
Performa di Tanjakan dan Suhu Mesin
Saat melewati jalur menanjak, performa Polytron Fox 350 tetap stabil meskipun ada peningkatan suhu pada dinamo. Tercatat suhu sempat menyentuh angka lebih dari 140 derajat Celcius. Namun, tidak ada penurunan performa signifikan yang dirasakan selama perjalanan.
Sementara itu, suhu baterai dan controller tetap dalam kondisi aman. Hal ini menunjukkan sistem pendinginan dan manajemen daya pada motor listrik ini cukup baik, bahkan saat menghadapi kondisi ekstrem.
Strategi Charging Jadi Kunci
Setelah menempuh sekitar 68 kilometer, baterai tersisa sekitar 22 persen. Pengendara memutuskan berhenti di SPKLU PLN UP3 Cianjur untuk melakukan pengisian daya.
Proses charging dari 22 persen hingga penuh memakan waktu sekitar 5 jam. Ini menjadi salah satu catatan penting bagi pengguna motor listrik, terutama untuk perjalanan jarak jauh. Waktu pengisian yang relatif lama masih menjadi tantangan utama dibanding kendaraan berbahan bakar konvensional.
Meski demikian, strategi pengisian ini terbukti efektif. Setelah baterai penuh, perjalanan dilanjutkan menuju Bandung tanpa kendala berarti.
Perjalanan Lanjut Lebih Efisien
Memasuki jalur menuju Bandung, kondisi jalan lebih variatif dengan kombinasi turunan dan jalan datar. Hal ini membuat konsumsi baterai lebih efisien dibandingkan saat melewati Puncak.
Menariknya, pengendara sempat melakukan pengisian singkat sekitar 25 menit di Soreang. Dalam waktu tersebut, daya baterai meningkat dari sekitar 25 persen menjadi 62 persen. Tambahan ini cukup untuk menyelesaikan perjalanan hingga tujuan akhir.
Hasil Akhir: Masih Sisa Baterai
Setelah menempuh total jarak 158,2 kilometer, motor listrik ini tiba di Bandung dengan sisa baterai sekitar 36 persen. Angka ini cukup impresif mengingat rute yang dilalui tidak sepenuhnya datar.
Efisiensi energi yang ditunjukkan memperlihatkan bahwa motor listrik seperti Polytron Fox 350 sudah cukup layak untuk perjalanan luar kota, selama pengguna memahami strategi penggunaan dan pengisian daya.
Kelebihan dan Kekurangan
Dari hasil uji touring ini, ada beberapa keunggulan yang menonjol. Di antaranya adalah efisiensi baterai yang cukup baik, kenyamanan berkendara untuk jarak jauh, serta stabilitas performa di medan berat.
Namun, terdapat pula beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan. Waktu pengisian baterai masih tergolong lama, dan performa di tanjakan terasa terbatas karena sistem penggerak hub drive.
Selain itu, ketersediaan SPKLU yang belum merata juga menjadi tantangan tersendiri bagi pengguna motor listrik di Indonesia.
Layak untuk Touring?
Secara keseluruhan, Polytron Fox 350 terbukti mampu menempuh perjalanan jarak jauh hingga ratusan kilometer. Namun, kendaraan ini lebih cocok bagi pengguna yang sudah memahami karakter motor listrik dan siap merencanakan perjalanan dengan matang.
Dengan perkembangan infrastruktur dan teknologi baterai ke depan, bukan tidak mungkin motor listrik akan menjadi pilihan utama untuk perjalanan jarak jauh di Indonesia.