BLITAR KAWENTAR- Sony Xperia 1 V (Mark 5) kembali menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan pecinta gadget meski Sony sudah menghentikan penjualan resmi ponselnya di Indonesia sejak 2016. Kehadiran flagship terbaru ini tetap dinanti, bahkan komunitas penggemarnya masih solid dengan jutaan antusias setiap kali seri baru diperkenalkan.
Sony Xperia 1 V (Mark 5) Tetap Dipuja Meski Tak Resmi di Indonesia
Dalam ulasan terbaru, Sony Xperia 1 V (Mark 5) disebut sebagai ponsel yang masih mempertahankan identitas khas Sony. Meski tidak lagi dijual resmi di Tanah Air, perangkat ini tetap menarik perhatian karena karakter desain dan fitur yang tidak mengikuti tren pasar. Harga perangkat ini di jalur tidak resmi bisa menembus sekitar Rp25 juta setelah pajak dan distribusi, membuatnya masuk kategori flagship premium yang sangat niche.
Sony Xperia 1 V (Mark 5) tetap membawa DNA lama Sony dengan desain kotak tegas, layar panjang tanpa notch, serta tombol shutter kamera fisik. Di sisi lain, Sony tetap mempertahankan fitur yang kini mulai langka di smartphone modern seperti headphone jack dan slot microSD.
Desain Khas dan Paket Minimalis
Dari sisi kemasan, Sony Xperia 1 V (Mark 5) kembali menunjukkan kesederhanaan ekstrem. Dalam paket penjualan, pengguna hanya mendapatkan unit ponsel, kabel, dan buku panduan tanpa charger maupun casing. Pendekatan ini disebut sebagai standar Sony yang sudah lama dikenal “irit paket”.
Material bodinya masih mempertahankan kesan premium dengan rangka metal dan tekstur anti licin. Meski demikian, bagian belakang menggunakan material polikarbonat yang menimbulkan perdebatan di kalangan pengguna karena harga yang tinggi tidak diiringi material kaca seperti kompetitor.
Layar 4K Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu keunggulan utama Sony Xperia 1 V (Mark 5) adalah penggunaan layar 4K OLED dengan refresh rate 120Hz. Resolusi super tinggi ini menjadikan perangkat ini satu-satunya smartphone yang masih menawarkan kepadatan piksel sangat tinggi hingga 643 PPI.
Namun, penggunaan layar 4K ini dianggap tidak terlalu relevan bagi sebagian pengguna karena konsumsi daya lebih besar dan manfaat yang tidak terlalu terasa dalam penggunaan sehari-hari seperti media sosial atau browsing.
Kamera Profesional tapi Tidak untuk Semua Orang
Sektor kamera menjadi senjata utama Sony Xperia 1 V (Mark 5). Sony membekali perangkat ini dengan sistem kamera yang mengadopsi teknologi dari kamera Alpha, lengkap dengan kontrol manual penuh mulai dari ISO, white balance, hingga shutter speed.
Perangkat ini bahkan mampu merekam video hingga 4K 120fps, menjadikannya salah satu smartphone paling kuat di kelas videografi. Namun, pendekatan profesional ini justru menjadi tantangan bagi pengguna umum karena hasil kamera sangat bergantung pada pengaturan.
Dalam mode auto, hasil foto dan video disebut tidak selalu konsisten. Ada momen di mana hasilnya sangat tajam dan sinematik, namun di kesempatan lain bisa terlihat kurang optimal. Hal ini membuat Sony Xperia 1 V (Mark 5) lebih cocok untuk pengguna yang paham fotografi manual.
Performa dan Suhu Lebih Stabil
Ditenagai Snapdragon 8 Gen 2, Sony Xperia 1 V (Mark 5) mengalami peningkatan signifikan dibanding generasi sebelumnya. Masalah overheat yang dulu menjadi keluhan kini sudah jauh berkurang. Ponsel ini mampu menjalankan game berat seperti Genshin Impact dengan stabil di kisaran 50 FPS, meski suhu tetap cukup hangat.
Kesimpulan: HP Premium untuk Segmen Terbatas
Secara keseluruhan, Sony Xperia 1 V (Mark 5) adalah smartphone flagship yang kuat, unik, namun sangat tidak mainstream. Dengan harga tinggi dan kurva penggunaan yang tidak sederhana, perangkat ini lebih cocok untuk kreator konten, fotografer, atau penggemar berat Sony.
Bagi pengguna umum, perangkat ini dianggap kurang praktis dibanding flagship Android lain yang lebih “siap pakai”. Namun bagi penggemar Sony, Xperia tetap menjadi simbol idealisme yang tidak mengikuti arus pasar.
Editor : Cholifatun Nisak