BLITAR KAWENTAR - Nama DFSK Glory 560 kembali ramai dibicarakan setelah seorang YouTuber otomotif membagikan pengalaman memakai SUV asal Tiongkok tersebut selama hampir dua tahun.
Mobil yang sempat diragukan karena citra merek China itu justru disebut sangat nyaman dipakai perjalanan jauh, bahkan sukses menempuh rute Bali-Bandung tanpa kendala berarti.
Pengalaman itu dibagikan kreator konten bernama Rendy melalui kanal YouTube pribadinya.
Dalam video tersebut, ia mengulas detail penggunaan DFSK Glory 560 tipe 1.8 Luxury keluaran 2019 yang dibelinya pada Desember 2020.
Menurutnya, performa DFSK Glory 560 cukup mengejutkan, terutama untuk mobil di kelas SUV keluarga harga Rp200 jutaan.
Bahkan ia mengaku impresif dengan kenyamanan kabin dan kestabilan mobil saat dipakai perjalanan lintas pulau.
“Dari Denpasar sampai Bandung saya nyetir sendiri, enggak gantian, dan enggak terlalu pegal,” ujarnya.
Interior Jadi Nilai Jual Utama
Salah satu hal yang paling dipuji dari DFSK Glory 560 adalah sektor interior.
Rendy menyebut mobil ini memberikan sensasi berkendara layaknya SUV dengan harga lebih mahal.
Bagian dashboard sudah menggunakan material soft touch di beberapa titik. Jok semi kulit juga dinilai cukup nyaman untuk perjalanan jauh. Selain itu, kabin mobil terasa lega karena mengusung konfigurasi tujuh penumpang.
Bagasi belakang disebut cukup besar dan masih fleksibel untuk kebutuhan keluarga. Bahkan saat road trip, bagian belakang mobil sempat dijadikan tempat tidur anaknya yang masih berusia satu tahun.
“Anak saya tidur di belakang dan enggak rewel sama sekali selama perjalanan,” katanya.
Selain kenyamanan kabin, desain eksterior juga dianggap masih menarik meski usia mobil sudah beberapa tahun. Bagian belakang dan siluet samping menjadi favorit pemilik karena terlihat modern dan gagah.
Mesin 1.800 CC Dinilai Masih Bertenaga
DFSK Glory 560 yang dipakai dalam ulasan ini menggunakan mesin 1.800 cc naturally aspirated atau non turbo.
Mesin tersebut disebut punya tenaga cukup besar untuk kebutuhan harian maupun perjalanan jauh.
Rendy mengaku mobil masih nyaman dipacu hingga 140 kilometer per jam di jalan tol. Menurutnya, kabin tetap stabil dan tidak muncul getaran berlebihan.
“Enggak berisik, enggak getar, dan masih nyaman dipakai lari,” ujarnya.
Hal lain yang menarik perhatian adalah konsumsi bahan bakar yang disebut masih toleran menggunakan Pertalite, meski pemilik menyarankan Pertamax untuk performa lebih optimal.
Suspensi mobil juga dinilai empuk dibanding beberapa MPV populer seperti Avanza, Xenia, maupun Rush generasi lama. Hal itu membuat DFSK Glory 560 terasa lebih nyaman sebagai mobil keluarga.
After Sales dan Servis Masih Aman
Meski banyak orang masih ragu terhadap layanan purna jual mobil China, pengalaman pemilik DFSK Glory 560 ini justru cukup positif.
Ia mengatakan pihak dealer rutin mengingatkan jadwal servis kendaraan.
Selain itu, biaya perawatan juga masih relatif terjangkau karena mendapat bonus penggantian oli gratis.
Namun, ia sempat mengalami masalah pada blower AC yang mati tiga bulan setelah pembelian. Untungnya kerusakan itu langsung ditangani melalui garansi tanpa biaya tambahan.
“Diklaim gratis dan setelah diganti sampai sekarang aman,” jelasnya.
Kekurangan DFSK Glory 560
Meski secara umum puas, pemilik tetap mengakui ada beberapa kekurangan pada DFSK Glory 560.
Salah satunya belum adanya fitur cruise control dan panoramic sunroof.
Selain itu, AC baris ketiga juga dinilai kurang maksimal ketika cuaca panas. Penumpang belakang membutuhkan waktu lebih lama untuk merasakan kabin dingin.
Kekurangan lain yang cukup disorot adalah depresiasi harga bekas yang sangat tinggi. Mobil yang dulu dibeli di kisaran Rp250 jutaan kini disebut hanya dihargai sekitar Rp150-170 jutaan di pasar mobil bekas.
Meski begitu, pemilik tetap menilai DFSK Glory 560 layak dipertimbangkan sebagai SUV keluarga murah dengan fitur lengkap dan kenyamanan di atas rata-rata.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan