BLITAR KAWENTAR - DFSK Glory 560 kembali mencuri perhatian publik otomotif setelah pengalaman seorang pemilik mobil ini viral di YouTube.
SUV asal China tersebut disebut mampu melibas perjalanan jauh dari Bali menuju Bandung tanpa masalah berarti, meski harga bekasnya kini anjlok drastis.
Mobil yang dulu dijual di kisaran Rp250 jutaan itu sekarang bahkan bisa ditemukan di pasar mobil bekas dengan harga Rp150 jutaan.
Penurunan harga yang besar membuat banyak orang mulai melirik DFSK Glory 560 sebagai alternatif SUV keluarga murah dengan fitur melimpah.
Pengalaman penggunaan mobil ini dibagikan YouTuber bernama Rendy yang telah memakai DFSK Glory 560 tipe 1.8 Luxury selama hampir dua tahun.
Menurutnya, stigma buruk terhadap mobil China tidak sepenuhnya benar.
Sebab selama pemakaian harian hingga road trip lintas kota, mobil tersebut justru terasa nyaman dan minim kendala.
Dipakai Tanjakan dan Tol Tetap Aman
Dalam video ulasannya, pemilik mengaku sempat membawa DFSK Glory 560 melewati berbagai medan berat, termasuk jalur tanjakan di Bali hingga daerah Gentong, Jawa Barat.
Hasilnya, SUV tujuh penumpang itu disebut tetap kuat menanjak meski membawa keluarga dan barang bawaan.
“Aman banget, enggak ada masalah nanjak,” katanya.
Bahkan saat dipacu hingga 140 km/jam di jalan tol, mobil disebut masih stabil dan tidak menimbulkan getaran berlebihan.
Hal ini cukup menarik karena DFSK Glory 560 sempat terkena imbas isu negatif dari model DFSK lain yang viral karena gagal menanjak beberapa waktu lalu.
Namun pemilik menegaskan unit yang dipakainya berbeda, yakni versi 1.800 cc non turbo yang dianggap lebih aman dan responsif.
Fitur Lengkap Jadi Daya Tarik
Salah satu alasan DFSK Glory 560 mulai banyak dilirik adalah fitur yang cukup lengkap di kelas harganya.
Mobil ini sudah dibekali electric parking brake, rem cakram depan-belakang, jok kulit, hingga kabin luas dengan konfigurasi tujuh penumpang.
Pemilik juga memodifikasi head unit agar mendukung Apple CarPlay dan Google Maps. Menurutnya, fitur tersebut sangat membantu saat perjalanan jauh.
“Bisa buka Spotify, Google Maps, sampai WhatsApp langsung dari layar,” ujarnya.
Selain fitur hiburan, kualitas peredaman kabin juga dianggap lebih baik dibanding beberapa mobil Jepang di kelas serupa.
Ada Keluhan, Tapi Masih Wajar
Meski puas dengan performanya, pemilik tetap menemukan beberapa kekurangan pada DFSK Glory 560.
Salah satunya blower AC yang sempat mati saat mobil masih sangat baru.
Namun kerusakan tersebut langsung ditangani dealer melalui garansi resmi.
Selain itu, tidak adanya cruise control membuat perjalanan jauh terasa sedikit melelahkan. Fitur panoramic sunroof yang kini populer di SUV modern juga belum tersedia.
Di luar kekurangan itu, pemilik mengaku belum menemukan masalah serius pada mesin maupun kaki-kaki kendaraan.
Harga Bekas Jadi Godaan Besar
Penurunan harga DFSK Glory 560 di pasar mobil bekas justru dianggap menjadi keuntungan bagi konsumen.
Dengan harga Rp150-170 jutaan, pembeli sudah bisa mendapatkan SUV besar dengan fitur lengkap dan kabin nyaman.
Meski depresiasi tinggi masih menjadi momok mobil China, sebagian pengguna mulai menilai stigma tersebut perlahan berubah seiring meningkatnya kualitas produk.
DFSK Glory 560 pun kini mulai dianggap sebagai pilihan menarik bagi keluarga yang ingin naik kelas dari MPV biasa ke SUV tanpa harus mengeluarkan biaya terlalu besar.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan