BLITAR KAWENTAR - Pembahasan soal mobil China kembali viral setelah kanal YouTube Dokter Mobil mengulas Wuling Almaz dan DFSK Glory secara terbuka.
Dalam video tersebut, reviewer menyampaikan berbagai kelebihan sekaligus kelemahan SUV asal Tiongkok yang kini semakin populer di Indonesia.
Keyword “mobil China” menjadi topik hangat karena penjualan kendaraan asal Negeri Tirai Bambu terus meningkat.
Banyak konsumen tertarik karena harga lebih murah dibanding rival Jepang, namun tetap dibekali fitur modern dan tampilan mewah.
Dalam video itu, reviewer menegaskan Wuling sebenarnya merupakan perusahaan otomotif besar di China dengan pengalaman panjang di industri kendaraan roda empat.
Karena itu, ia tidak meragukan kualitas dasar mesin maupun teknologi yang dibawa Wuling Almaz.
Apalagi SUV tersebut dikenal memiliki fitur yang sangat lengkap di kelasnya.
Fitur Lengkap Jadi Senjata Utama
Menurut ulasan tersebut, alasan utama masyarakat membeli Wuling Almaz maupun DFSK Glory adalah kelengkapan fitur yang sulit ditemukan di mobil lain dengan harga serupa.
Mulai dari desain interior modern, tampilan eksterior gagah, hingga teknologi hiburan canggih menjadi daya tarik utama SUV China.
“Ketika keluar mereka dibeli karena fiturnya jauh lebih lengkap,” ujarnya.
Wuling Almaz bahkan disebut memiliki kabin yang terasa lebih nyaman dan futuristik dibanding DFSK Glory. Dari sisi desain, reviewer juga menilai Almaz lebih unggul.
Namun, di balik fitur melimpah tersebut, terdapat sejumlah kelemahan yang mulai dirasakan pengguna setelah pemakaian beberapa tahun.
Suspensi Cepat Menurun
Salah satu kritik terbesar diarahkan pada kualitas suspensi dan kaki-kaki mobil China.
Reviewer menyebut kenyamanan suspensi Wuling Almaz mengalami penurunan cukup cepat setelah dua tahun penggunaan.
Penurunan itu disebut terasa signifikan, terutama ketika mobil digunakan harian di jalanan perkotaan.
Selain suspensi, karakter turbo lag pada mesin Almaz juga menjadi sorotan. Respons tenaga dinilai kurang spontan sehingga beberapa pengguna memilih melakukan modifikasi ECU tambahan.
Meski begitu, reviewer mengakui secara umum mesin Wuling masih cukup baik untuk penggunaan normal sehari-hari.
DFSK Glory Pernah Viral Gara-gara Transmisi
Di sisi lain, DFSK Glory sempat tersandung masalah transmisi yang membuat mobil sulit menanjak.
Persoalan itu bahkan ramai diperbincangkan konsumen dan disebut sempat memicu class action.
Meski demikian, reviewer mengatakan masalah tersebut kini sudah diperbaiki oleh pihak DFSK.
“Sekarang sudah di-fix, mobil bisa naik gunung,” katanya.
Namun secara keseluruhan, DFSK Glory dinilai masih kalah dari Wuling Almaz dalam hal fitur dan kenyamanan interior.
Mobil China Fokus Kenyamanan, Bukan Performa
Hal menarik lain dari ulasan tersebut adalah penilaian bahwa mobil China memang tidak dirancang untuk performa tinggi.
Reviewer menegaskan kendaraan seperti Wuling Almaz dan DFSK Glory lebih cocok digunakan sebagai mobil keluarga dengan orientasi kenyamanan.
“Mobil China tidak didesain untuk kencangan,” ucapnya.
Karena itu, ia mengingatkan konsumen agar tidak berharap performa layaknya mobil sport atau kendaraan balap.
Selain nyaman digunakan di dalam kota, biaya sparepart mobil China juga disebut relatif murah. Namun, jaringan dealer Wuling dinilai jauh lebih luas dibanding DFSK yang masih terbatas di kota besar.
Di akhir video, reviewer mengaku lebih memilih Wuling Almaz karena fitur lebih lengkap dan pengalaman berkendara yang dianggap lebih nyaman dibanding DFSK Glory.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan