Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Review Wuling Almaz vs DFSK Glory, Dokter Mobil Bongkar Kelebihan dan Kekurangan SUV China yang Ramai Diburu

Muhamad Ahsanul Wildan • Sabtu, 2 Mei 2026 | 18:57 WIB
Review Wuling Almaz vs DFSK Glory viral, bahas fitur, suspensi, transmisi hingga harga bekas SUV China. (Pinterest)
Review Wuling Almaz vs DFSK Glory viral, bahas fitur, suspensi, transmisi hingga harga bekas SUV China. (Pinterest)

BLITAR KAWENTAR - Persaingan SUV asal China di Indonesia kembali menjadi sorotan setelah kanal YouTube Dokter Mobil membahas secara detail perbandingan Wuling Almaz dan DFSK Glory.

Dalam video tersebut, reviewer mengulas berbagai aspek mulai dari fitur, performa mesin, suspensi, hingga harga bekas kedua mobil yang kini banyak diburu masyarakat.

Pembahasan mengenai Wuling Almaz vs DFSK Glory langsung menarik perhatian karena kedua mobil ini dikenal menawarkan fitur melimpah dengan harga lebih terjangkau dibanding rival Jepang.

Keyword “Wuling Almaz vs DFSK Glory” pun ramai dicari pecinta otomotif yang ingin membeli SUV keluarga dengan budget kompetitif.

Menurut Dokter Mobil, Wuling di China merupakan perusahaan otomotif besar dengan pengalaman panjang memproduksi kendaraan.

Karena itu, kualitas dasar mesin dan teknologi yang dibawa Wuling Almaz dinilai cukup meyakinkan untuk penggunaan harian di Indonesia.

Baca Juga: Harga Chevrolet Spark LTZ 2017 Bekas Anjlok, Fiturnya Disebut Lebih Lengkap dan Nyaman Dibanding Honda Brio

Wuling Almaz Dinilai Unggul di Fitur dan Interior

Dalam ulasannya, Dokter Mobil menyebut Wuling Almaz memiliki keunggulan utama pada sisi fitur dan kenyamanan kabin.

Interior mobil disebut lebih modern dan terasa lebih canggih dibanding DFSK Glory.

“Kalau saya disuruh pilih salah satu di antara dua, saya masih pilih Almaz,” ujar reviewer dalam video tersebut.

Ia menjelaskan, banyak konsumen membeli Wuling Almaz karena desain interior dan fitur yang dianggap lebih lengkap dibanding kompetitor di kelas harga serupa. Selain itu, tampilan eksterior SUV ini juga dinilai lebih menarik dan modern.

Meski begitu, reviewer juga menyoroti beberapa kekurangan Wuling Almaz, terutama pada sektor suspensi dan kaki-kaki. Menurutnya, performa suspensi mengalami penurunan cukup signifikan setelah mobil dipakai sekitar dua tahun.

Hal ini menjadi salah satu keluhan yang cukup sering muncul dari pengguna. Meski fitur elektronik dan mesin masih normal, kenyamanan berkendara disebut mulai menurun ketika usia kendaraan bertambah.

Turbo Lag Jadi Catatan Pengguna Wuling Almaz

Selain suspensi, Wuling Almaz juga disebut memiliki turbo lag yang cukup terasa.

Kondisi ini membuat sebagian pengguna memilih melakukan modifikasi tambahan seperti piggyback agar respons mesin menjadi lebih baik.

Namun demikian, reviewer menegaskan bahwa mobil China seperti Wuling Almaz memang tidak dirancang untuk performa kecepatan tinggi. Fokus utama kendaraan ini lebih kepada kenyamanan berkendara dan fitur modern.

“Mobil China tidak didesain untuk jadi mobil kencang. Mobil ini buat nyaman dipakai harian,” jelasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa konsumen sebaiknya memahami karakter SUV China sebelum membeli. Kendaraan ini lebih cocok digunakan dalam kota maupun perjalanan keluarga dibanding kebutuhan balap atau performa ekstrem.

DFSK Glory Pernah Tersandung Masalah Transmisi

Di sisi lain, DFSK Glory juga mendapat perhatian karena sempat diterpa isu transmisi.

Dalam video disebutkan bahwa mobil ini pernah menghadapi class action terkait masalah kendaraan yang dianggap tidak kuat menanjak.

Meski demikian, reviewer menyebut persoalan tersebut kini sudah diperbaiki oleh pihak produsen. DFSK Glory disebut sudah mampu digunakan untuk perjalanan pegunungan dan aktivitas harian secara normal.

Dari sisi desain, reviewer mengakui tampilan eksterior DFSK Glory cukup menarik. Namun fitur hiburan dan teknologi interior masih dianggap kalah dibanding Wuling Almaz.

Kelemahan lain yang disorot adalah kualitas peredam kabin, terutama pada warna hitam. Panas dari atap disebut masih cukup terasa karena peredaman dinilai kurang maksimal.

Selain itu, jaringan dealer DFSK juga belum sebanyak Wuling. Saat ini dealer DFSK masih lebih banyak tersedia di kota-kota besar, sedangkan Wuling sudah agresif memperluas jaringan layanan di berbagai daerah Indonesia.

Harga Bekas SUV China Mulai Dilirik

Meski memiliki sejumlah kekurangan, reviewer menilai mobil China tetap menarik karena harga bekasnya cukup terjangkau.

Sparepart kedua mobil juga disebut relatif murah dan mudah didapat di dealer resmi.

Kondisi ini membuat Wuling Almaz maupun DFSK Glory mulai dilirik konsumen yang ingin memiliki SUV modern dengan biaya kepemilikan lebih hemat.

Di akhir pembahasan, reviewer kembali menegaskan pilihannya jatuh kepada Wuling Almaz karena fitur dan kenyamanan interior yang lebih unggul dibanding rivalnya.

Meski tenaga mesin keduanya dinilai tidak jauh berbeda, Wuling Almaz dianggap mampu memberikan pengalaman berkendara yang lebih modern dan nyaman untuk penggunaan sehari-hari.

Baca Juga: Harga Chevrolet Spark LTZ 2017 Bekas Anjlok, Fiturnya Disebut Lebih Lengkap dan Nyaman Dibanding Honda Brio

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#Wuling Almaz #SUV China #DFSK Glory #Review Mobil China #Harga Bekas Wuling