Dalam review Hyundai Stargazer kali ini, terungkap bahwa mobil ini hadir sebagai pemain baru yang langsung menantang segmen LMPV yang dikenal “gemuk” dan penuh persaingan. Hyundai Stargazer bahkan disebut memiliki pendekatan serupa dengan Xpander saat pertama kali meluncur—yakni mengoreksi kelemahan kompetitor dan menghadirkan solusi baru.
Hyundai Stargazer dibangun di platform yang sama dengan KIA Carens terbaru, namun dengan harga yang lebih terjangkau. Meski tidak selengkap Carens, Stargazer tetap menawarkan paket menarik yang menyasar kebutuhan keluarga Indonesia.
Baca Juga: Kia Picanto 2008 Bekas Harga 55 Jutaan, City Car Irit BBM dengan Fitur Lengkap, Masih Layak Diburu?
Desain Futuristis, Tapi Menuai Pro-Kontra
Salah satu hal paling mencolok dalam review Hyundai Stargazer adalah desainnya yang kontroversial. Bagian depan disebut mirip perpaduan Hyundai Staria dan desain Dynamic Shield milik Mitsubishi. Sementara bagian belakang tampil unik dengan lampu yang memanjang dan bentuk yang tidak biasa di kelas LMPV.
Dari samping, siluetnya cukup mirip Xpander, namun dengan sentuhan berbeda pada garis bodi dan kaca depan yang lebih landai. Dimensi mobil ini juga tergolong kompetitif dengan panjang 4.460 mm dan wheelbase 2.780 mm, memberikan ruang kabin yang lega.
Mesin dan Performa: Standar tapi Responsif
Hyundai Stargazer dibekali mesin 1.500 cc 4-silinder dengan tenaga 115 PS dan torsi 144 Nm. Tenaga disalurkan ke roda depan melalui transmisi CVT yang diklaim lebih responsif.
Dalam pengujian akselerasi, Hyundai Stargazer mampu mencatat waktu 0-100 km/jam di kisaran 11,1 detik. Angka ini tergolong kompetitif di kelasnya, bahkan disebut sedikit lebih cepat dibanding beberapa rival.
Namun, karakter mesin terasa “kalem” saat digunakan santai. Respons tenaga baru terasa optimal ketika pedal gas diinjak lebih dalam atau saat mode berkendara diubah ke Sport.
Interior Lega dan Fitur Berlimpah
Masuk ke kabin, Hyundai Stargazer menawarkan ruang yang lega berkat wheelbase panjang. Konfigurasi captain seat menjadi salah satu daya tarik utama karena memudahkan akses ke baris ketiga.
Fitur interior cukup lengkap, mulai dari head unit 8 inci dengan Apple CarPlay dan Android Auto, ambient light, hingga berbagai fitur unik seperti penunjuk arah kiblat dan voice memo.
Namun, ada beberapa kekurangan yang cukup disorot dalam review Hyundai Stargazer ini, seperti tidak adanya USB charger di baris ketiga serta kualitas material yang masih didominasi plastik keras.
Kenyamanan dan Handling Jadi Nilai Jual
Dalam hal kenyamanan, Hyundai Stargazer menawarkan suspensi yang cenderung empuk untuk gelombang besar, namun terasa sedikit keras saat melewati jalan bergelombang kecil. Karakter ini membuat mobil tetap stabil saat bermanuver.
Handling juga menjadi salah satu keunggulan. Setir terasa presisi dengan bobot yang pas, bahkan disebut sebagai salah satu yang terbaik di kelas LMPV.
Fitur Keselamatan Modern
Hyundai Stargazer tipe tertinggi dilengkapi Hyundai SmartSense, yang mencakup berbagai fitur keselamatan seperti forward collision warning, blind spot monitoring, lane keeping assist, hingga rear cross traffic alert.
Meski begitu, absennya adaptive cruise control menjadi catatan, terutama untuk varian tertinggi yang seharusnya bisa lebih lengkap.
Konsumsi BBM dan Efisiensi
Untuk konsumsi bahan bakar, Hyundai Stargazer mampu mencatat angka lebih dari 20 km/liter di luar kota, bahkan bisa mencapai 24 km/liter tergantung gaya berkendara. Ini menjadi salah satu keunggulan yang cukup menarik bagi konsumen.
Kesimpulan: Layak Dipertimbangkan
Secara keseluruhan, review Hyundai Stargazer menunjukkan bahwa mobil ini adalah pilihan menarik di segmen LMPV. Dengan fitur canggih, desain futuristis, serta kenyamanan berkendara yang baik, Stargazer mampu bersaing dengan nama besar seperti Xpander dan Veloz.
Namun, bagi konsumen yang masih ragu dengan mobil Korea, Xpander mungkin masih menjadi pilihan aman. Meski begitu, Hyundai Stargazer jelas menjadi alternatif kuat yang patut dipertimbangkan.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari