Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Alasan Laga Persib Bandung vs PSIM Tak Tayang di TV Bocor, Bobotoh Curiga Ada Upaya Penjegalan Juara!

Muhammad Adib Falih Rifly • Senin, 4 Mei 2026 | 17:01 WIB
Alasan laga Persib Bandung vs PSIM tak tayang di TV nasional terkuak. Bobotoh curiga ada upaya penjegalan juara dan sabotase mental pemain! (Gemini AI)
Alasan laga Persib Bandung vs PSIM tak tayang di TV nasional terkuak. Bobotoh curiga ada upaya penjegalan juara dan sabotase mental pemain! (Gemini AI)

BLITAR - Kabar mengejutkan datang dari kancah sepak bola tanah air, khususnya bagi para pendukung setia Persib Bandung. Di tengah fase krusial penentuan gelar juara Liga 1, laga penting yang mempertemukan Persib Bandung melawan PSIM secara mendadak dikabarkan tidak akan disiarkan melalui televisi nasional. Keputusan ini memicu polemik besar di kalangan Bobotoh yang mencium adanya aroma tidak sedap di balik layar.

Banyak pihak mempertanyakan mengapa stasiun televisi pemegang hak siar, Indosiar, lebih memilih menayangkan laga lain yang dianggap kurang memiliki urgensi dibandingkan partai final dini bagi Maung Bandung. Kondisi ini memunculkan spekulasi liar di media sosial bahwa ada upaya sistematis untuk menjegal langkah Persib Bandung merengkuh takhta juara musim ini.

Ketidakpastian siaran ini menambah panjang daftar kejanggalan yang dialami skuad asuhan Bojan Hodak belakangan ini. Sebelumnya, Bobotoh sudah dibuat geram dengan beberapa keputusan kontroversial, mulai dari penganuliran gol yang dianggap sah, pergeseran jadwal kick-off secara mendadak, hingga larangan penonton di laga-laga kandang yang sangat vital.

Baca Juga: OTA Cup 2026 Kota Blitar Diserbu Ratusan Petenis Lintas Provinsi, Buktikan Gairah Tenis Tak Ada Matinya

Para pengamat sepak bola dan Bobotoh menilai bahwa memindahkan laga Persib ke platform streaming berbayar seperti Vidio di saat pekan-pekan krusial adalah langkah yang merugikan publik secara luas. Meski alasan pembagian keuntungan atau "cuan" sering menjadi pembelaan, namun melakukannya saat tensi liga sedang tinggi dianggap bisa mengganggu fokus mental para pemain di lapangan.

"Kenapa di pekan ke-30 ke atas, saat fase paling krusial, laga Persib justru tidak live di TV nasional? Ini memunculkan prasangka negatif. Apakah ada sesuatu yang ingin ditutupi di lapangan sehingga tidak disiarkan secara terbuka?" ungkap salah satu opini yang berkembang di komunitas pendukung Persib.

Selain masalah hak siar, internal Persib Bandung juga sedang digoyang isu non-teknis yang menyeret sang kapten, Marc Klok. Pemain naturalisasi tersebut dituduh melakukan tindakan rasis terhadap pemain Bhayangkara FC dalam laga sebelumnya. Namun, Klok secara tegas membantah tudingan tersebut dan menyatakan adanya salah paham pendengaran antara kata 'back' (kembali) dan 'black' (hitam).

Baca Juga: Honda Brio Satya E CVT 2026 Diproduksi Lagi! Spesifikasi Gahar dan Fitur Mewah, Masih Jadi Raja LCGC?

Dukungan mengalir deras untuk Marc Klok, termasuk dari rekan-rekan setimnya dan pemain internasional lainnya. Mantan bintang PSG, Levin Kurzawa, bahkan memberikan pembelaan terbuka di media sosial. Kurzawa yang juga merupakan pemain berkulit hitam meyakini bahwa Klok adalah sosok profesional dan tidak mungkin melakukan tindakan rendah seperti rasisme, apalagi Klok memiliki lingkungan keluarga yang sangat beragam.

Kejanggalan demi kejanggalan ini, mulai dari absennya siaran hingga tuduhan rasisme, dianggap sebagai faktor non-teknis yang sengaja diciptakan untuk merusak konsentrasi pemain. Persib Bandung dikenal sebagai tim yang memiliki materi pemain mewah dan pengelolaan manajemen yang sangat profesional. Jika dikalahkan secara normal dalam 90 menit pertandingan, banyak tim yang merasa kesulitan. Oleh karena itu, gangguan-gangguan di luar lapangan seperti ini ditakutkan menjadi senjata utama lawan untuk menggagalkan dominasi Persib.

Kini, bola panas ada di tangan pengelola liga dan pemegang hak siar. Transparansi sangat dibutuhkan agar kepercayaan publik terhadap integritas Liga 1 tetap terjaga. Bobotoh berharap tim kesayangannya tetap fokus dan tidak terpengaruh oleh kebisingan di luar lapangan demi membawa pulang trofi juara ke tanah Jawa Barat.

Baca Juga: Honda Brio 2026 Resmi Mengaspal: Tampilan Lebih Agresif dan Fitur Makin Canggih, Berapa Harga Terbarunya Sekarang?

Manajemen Persib diharapkan terus melakukan pengawalan ketat terhadap setiap regulasi dan keputusan yang diambil oleh operator liga. Dengan kekuatan finansial dan basis massa yang besar, Persib sejatinya memiliki posisi tawar yang tinggi untuk menuntut keadilan, baik dalam hal penyiaran maupun kepemimpinan wasit di lapangan hijau. (*)

 

Editor : Muhammad Adib Falih Rifly
#marc klok #bobotoh #liga 1 #berita persib #persib bandung