BLITAR - Pasar otomotif tanah air, termasuk di wilayah Blitar, selama ini memang didominasi oleh pabrikan asal Jepang seperti Toyota Agya atau Suzuki Karimun. Namun, bagi Anda yang ingin tampil beda namun tetap mengedepankan fungsionalitas, Hyundai i10 bekas generasi pertama bisa menjadi pilihan yang sangat menggoda. Mobil mungil asal Korea Selatan ini hadir sebagai penerus kejayaan Hyundai Atos (A2Z) yang sempat booming di awal tahun 2000-an.
Meskipun menyandang status sebagai mobil bekas, Hyundai i10 tetap menawarkan daya tarik tersendiri, terutama bagi mereka yang mencari kendaraan praktis untuk mobilitas perkotaan di Blitar. Dengan desain yang kompak namun tetap terlihat modern, mobil ini siap bersaing dengan para pemain lama di kelas city car.
Sejarah dan Varian Mesin di Indonesia Hyundai i10 pertama kali diperkenalkan ke dunia pada tahun 2007. Menariknya, mobil ini awalnya dikembangkan untuk pasar India, namun karena respon global yang luar biasa, produksinya pun merambah ke berbagai negara, termasuk perakitan di Indonesia. Di pasar global, tersedia berbagai pilihan mesin mulai dari 1.100 cc hingga varian elektrik, namun untuk pasar Indonesia hanya tersedia satu pilihan mesin yang teruji keandalannya.
Baca Juga: Nissan Grafit 2026 Resmi Diperkenalkan, MPV 7-Seater Harga Rp140 Jutaan Siap Goyang Pasar LCGC!
Unit yang beredar di Indonesia dibekali mesin 4 silinder berkapasitas 1.100 cc. Mesin bertipe Epsilon ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 69 horsepower dan torsi maksimal 101 Nm. Tenaga tersebut disalurkan ke roda depan melalui dua pilihan transmisi, yakni manual 5 percepatan dan otomatis 4 percepatan, yang sangat cocok untuk kondisi jalanan di Blitar yang dinamis.
Desain Eksterior Jenong yang Ikonik Secara visual, Hyundai i10 memiliki proporsi yang cukup unik dibandingkan city car Jepang pada umumnya. Bagian depannya terlihat sedikit lebih tinggi atau "jenong", yang ternyata memberikan efek visibilitas yang jauh lebih luas bagi pengemudi. Versi facelift yang hadir setelah peluncuran perdana membawa perubahan signifikan pada bagian lampu depan kristal halogen dan desain grill sarang tawon yang lebih manis.
Karakter mobil ini memang sangat cocok bagi pengendara perempuan atau pengemudi pemula karena dimensinya yang hanya sepanjang 3,5 meter. Meskipun radius putarnya mungkin tidak sebaik mobil Jepang, Hyundai i10 memiliki keunggulan pada suspensi yang terasa lebih kaku dan stabil saat dipacu pada kecepatan tinggi hingga 120 km/jam tanpa terasa limbung.
Kenyamanan Interior dan Ruang Kabin Masuk ke bagian dalam, interior Hyundai i10 didesain dengan prinsip kesederhanaan yang fungsional. Meskipun didominasi oleh material plastik, peredaman kabinnya tergolong sangat baik untuk kelas city car, bahkan diklaim lebih unggul dibanding beberapa kompetitor Jepangnya. Di baris depan, kursi yang digunakan terasa memeluk tubuh, memberikan kenyamanan ekstra saat menempuh perjalanan jauh.
Untuk ruang belakang, mobil berkapasitas lima penumpang ini menyisakan ruang kaki yang cukup terbatas bagi penumpang dewasa dengan tinggi di atas 170 cm. Namun, fleksibilitas bagasi menjadi nilai tambah, di mana kursi belakang dapat dilipat meski belum sepenuhnya rata lantai, sehingga mampu menampung barang bawaan lebih banyak saat berbelanja di pusat kota Blitar.
Alasan Memilih Hyundai i10 Bekas Salah satu alasan utama mengapa mobil ini tetap dicari adalah fitur-fiturnya yang minim perawatan. Penggunaan pengaturan spion manual dan kursi manual justru disukai karena lebih awet dan mudah diperbaiki. Selain itu, sistem AC mobil Korea dikenal sangat dingin, yang tentunya sangat krusial menghadapi cuaca panas di daerah Jawa Timur.
Bagi warga Blitar yang mulai bosan dengan merek Jepang, Hyundai i10 generasi pertama ini adalah solusi cerdas untuk kendaraan perkotaan yang praktis dan andal. Meskipun ketersediaan suku cadang tidak sebanyak mobil Jepang, komunitas dan bengkel spesialis Korea saat ini sudah sangat mudah ditemukan untuk memastikan kondisi kendaraan tetap prima. (*)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda