BLITAR - Eskalasi persaingan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia diprediksi bakal meningkat tajam menjelang bursa transfer putaran kedua musim 2025-2026. Sejumlah klub besar mulai menyusun strategi untuk merombak komposisi pemain demi memperbaiki posisi di klasemen. Nama-nama besar, mulai dari mantan bintang Premier League hingga striker haus gol di liga mancanegara, kini masuk dalam radar perburuan panas bursa transfer putaran kedua yang menjadi perbincangan hangat para pencinta bola tanah air.
Kabar paling mengejutkan datang dari kubu Persib Bandung. Tim kebanggaan Bobotoh ini dilaporkan sedang menjajaki kemungkinan untuk mendatangkan gelandang serang kelas dunia, Jesse Lingard. Pemain berkebangsaan Inggris yang pernah bersinar bersama Manchester United itu kini berstatus tanpa klub setelah masa baktinya di klub Korea Selatan, FC Seoul, berakhir. Kehadiran Lingard tentu akan menjadi magnet luar biasa bagi Liga 1 sekaligus menjadi tambahan amunisi vital bagi lini tengah Maung Bandung dalam upaya mereka mempertahankan supremasi di kasta tertinggi.
Tidak mau kalah dari rivalnya, Persebaya Surabaya juga tengah bergerak dalam bursa transfer putaran kedua ini. Tim berjuluk Bajul Ijo tersebut dikabarkan sedang mengincar striker tajam asal Uruguay, Guillermo May. Pemain berusia 27 tahun yang saat ini membela Auckland FC di Selandia Baru itu diproyeksikan menjadi solusi atas ketajaman lini depan Persebaya. Dengan kontrak May yang baru akan berakhir pada Juni 2026, manajemen Persebaya harus bekerja ekstra keras jika ingin mendaratkan sang predator ke Gelora Bung Tomo lebih awal.
Persis Solo dan Malut United Incar Pemain Bertahan Kokoh
Bergerak ke Jawa Tengah, Persis Solo menjadi salah satu tim paling aktif dalam bursa transfer kali ini. Laskar Sambernyawa dilaporkan sedang membidik bek tangguh milik Malut United, Gustavo Franca. Pemain bertahan asal Brasil tersebut dinilai memiliki gaya main yang cocok dengan skema pertahanan Persis. Menariknya, Persis tidak hanya mengincar pemain asing, namun juga membidik talenta lokal. Nama sayap kanan Persib Bandung, Febri Haryadi, santer dikabarkan masuk dalam daftar belanja untuk memperkuat daya gedor sisi sayap tim Solo Raya tersebut.
Di sisi lain, Malut United sendiri tidak tinggal diam meski pemainnya diincar. Tim asal Indonesia Timur ini justru sedang berusaha mendatangkan bek asal Spanyol, Alberto Rodriguez. Mantan penggawa Persib yang kini merumput di India bersama Mohun Bagan Super Giant tersebut diharapkan bisa menjadi jenderal di lini belakang Malut United. Pengalaman Alberto yang sudah mengenal atmosfer sepak bola Indonesia menjadi nilai plus tersendiri bagi manajemen Malut untuk memboyongnya kembali ke tanah air.
Persik Kediri dan Persita Tangerang Berburu Predator Spanyol
Persik Kediri juga turut meramaikan bursa transfer putaran kedua dengan membidik striker asal Spanyol, Javi Silvario. Striker berusia 28 tahun yang kini bermain untuk FC Goa di Liga India tersebut dikenal memiliki penyelesaian akhir yang dingin. Persik yang ingin merangkak naik ke papan atas klasemen melihat Silvario sebagai sosok yang tepat untuk menjadi ujung tombak Macan Putih.
Sementara itu, Persita Tangerang tampil cukup ambisius dengan dua target besar sekaligus. Laskar Cisadane dikabarkan ingin memulangkan Ramon Bueno ke Indonesia. Gelandang Spanyol yang musim lalu memperkuat Persija Jakarta tersebut saat ini berstatus tanpa klub. Selain Bueno, Persita juga secara mengejutkan mengincar Gustavo Almeida dari Persija Jakarta. Mengingat kontribusi besar Almeida sebagai striker papan atas, manuver Persita ini tentu akan menjadi salah satu drama paling menarik di bursa transfer kali ini.
Terakhir, persaingan tidak hanya milik klub Liga 1. Tim Liga 2 PSMS Medan pun ikut bermanuver dalam bursa transfer putaran kedua dengan mengincar bek muda Dewa United, Akbar Arjunsyah. Langkah ini menunjukkan bahwa ambisi untuk memperkuat tim merata di berbagai level kompetisi. Dengan banyaknya nama besar yang dikaitkan, putaran kedua musim ini dipastikan akan berjalan lebih sengit dan penuh kejutan bagi para suporter. (*)
Editor : Muhammad Adib Falih Rifly