BLITAR KAWENTAR - Isuzu Panther Grand Touring 2019 kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta otomotif Tanah Air. Meski produksinya sudah dihentikan sejak 2021, mobil diesel legendaris ini tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia. Isuzu Panther Grand Touring 2019 bahkan kerap disebut sebagai simbol ketangguhan kendaraan keluarga era lama yang sulit tergantikan.
Popularitas Isuzu Panther Grand Touring 2019 tak lepas dari reputasinya sebagai mobil tangguh, irit bahan bakar, dan mudah dalam perawatan. Dalam berbagai ulasan, mobil ini dikenal mampu melibas berbagai kondisi jalan, mulai dari jalan rusak hingga banjir. Tak heran jika Isuzu Panther Grand Touring 2019 masih banyak dicari di pasar mobil bekas.
Meski demikian, di balik ketenarannya, Isuzu Panther Grand Touring 2019 juga memiliki sejumlah catatan, terutama dari sisi desain, fitur, hingga kenyamanan berkendara yang dianggap tertinggal dibanding mobil modern saat ini.
Desain Lawas yang Tetap Ikonik
Secara tampilan, Isuzu Panther Grand Touring 2019 masih mempertahankan desain lama yang sudah digunakan sejak awal 2000-an. Bahkan, secara garis besar bodinya tidak banyak berubah sejak 2003. Perubahan hanya terlihat pada bagian minor seperti lampu, grill, dan beberapa aksen tambahan.
Meski terlihat kuno, desain kotak khas Panther justru menjadi daya tarik tersendiri. Dimensinya yang besar memberikan kesan gagah dan kokoh, sesuai dengan karakter mobil keluarga yang siap diajak bekerja keras.
Interior Sederhana Minim Teknologi
Masuk ke dalam kabin, nuansa jadul langsung terasa. Desain dashboard sangat sederhana dengan fitur yang tergolong minim. Tidak ada layar digital canggih atau sistem infotainment modern seperti mobil keluaran terbaru.
Panel instrumen hanya menampilkan informasi dasar seperti speedometer, takometer, dan indikator bahan bakar. Bahkan, fitur keselamatan seperti ABS dan airbag juga tidak tersedia. Hal ini menjadi salah satu kelemahan utama jika dibandingkan dengan kompetitor modern.
Namun, untuk tipe Grand Touring, beberapa fitur tambahan seperti power window, jok kulit, dan layar hiburan di baris kedua sudah disematkan.
Performa Mesin Diesel Legendaris
Di balik kesederhanaannya, Isuzu Panther Grand Touring 2019 dibekali mesin diesel 2.500 cc berkode 4JA1L. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga sekitar 85 horsepower dan torsi 191 Nm.
Meski angka tersebut terbilang kecil, keunggulan utama mesin ini bukan pada performa, melainkan ketahanan. Mesin diesel Panther dikenal sangat bandel dan mampu bertahan dalam jangka waktu lama dengan perawatan minimal.
Selain itu, konsumsi bahan bakarnya juga terkenal irit. Dalam penggunaan normal, mobil ini mampu mencatat konsumsi sekitar 1:15 untuk dalam kota dan bisa mencapai 18-19 km per liter untuk perjalanan luar kota.
Kenyamanan Berkendara Bukan Prioritas
Saat dikendarai, karakter Isuzu Panther Grand Touring 2019 terasa berbeda dibanding mobil modern. Setirnya kurang responsif, bahkan sering disebut tidak presisi saat bermanuver.
Di sisi lain, suspensi yang digunakan memang cukup empuk untuk jalan rusak, tetapi menghasilkan body roll yang cukup besar saat menikung. Hal ini membuat pengalaman berkendara terasa kurang stabil di kecepatan tinggi.
Suara mesin diesel yang khas juga menjadi ciri utama Panther. Bagi sebagian orang, suara ini ikonik, namun bagi yang lain bisa dianggap mengganggu.
Fitur Unik dan Ketangguhan Legendaris
Salah satu hal menarik dari Panther adalah konstruksi bemper depan yang terbuat dari besi tebal. Hal ini membuat mobil ini terkenal “tahan banting” dan minim kerusakan saat benturan ringan.
Selain itu, kapasitas kabin yang luas mampu menampung hingga 7-9 penumpang, menjadikannya pilihan ideal sebagai mobil keluarga atau kendaraan operasional.
Kemudahan perawatan juga menjadi nilai plus. Suku cadang mudah ditemukan dan hampir semua bengkel mampu menangani perbaikan mobil ini.
Akhir Produksi dan Masa Depan Panther
Isuzu resmi menghentikan produksi Panther pada 2021. Keputusan ini diambil karena pabrikan ingin fokus pada kendaraan komersial dan mengikuti regulasi emisi yang semakin ketat.
Meski demikian, banyak pengamat menilai bahwa konsep mobil seperti Panther masih relevan di pasar Asia Tenggara. Kombinasi ladder frame, penggerak roda belakang, dan mesin diesel irit dinilai masih dibutuhkan oleh masyarakat.
Hingga kini, Isuzu Panther Grand Touring 2019 tetap menjadi pilihan menarik bagi mereka yang mencari mobil tangguh, sederhana, dan ekonomis. Meski bukan yang paling nyaman atau modern, mobil ini tetap unggul dalam hal daya tahan dan efisiensi.
Editor : Dinar Ananda Putri