Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Review Smartwatch Winky Navi GoPro: Benarkah Punya Fitur Overkill dengan Peta Offline dan Build-in Strava?

Natasha Eka Safrina • Selasa, 5 Mei 2026 | 14:47 WIB
Cek review jujur Winky Navi GoPro! Benarkah punya peta offline dan Strava build-in? Simak fakta fitur, akurasi GPS, dan harga terbarunya di sini.(Screenshot Instagram)
Cek review jujur Winky Navi GoPro! Benarkah punya peta offline dan Strava build-in? Simak fakta fitur, akurasi GPS, dan harga terbarunya di sini.(Screenshot Instagram)

 

JAKARTA – Pasar wearable device di Indonesia kembali diramaikan dengan kehadiran Winky Navi GoPro. Smartwatch ini mendadak viral dan banyak direquest oleh netizen karena diklaim membawa fitur-fitur "overkill" yang biasanya hanya ada di jam tangan pintar harga lima jutaan. Dengan harga yang hanya dibanderol di kisaran satu jutaan, Winky Navi GoPro menjanjikan peta offline, integrasi Chat GPT, hingga fitur Strava build-in. Namun, apakah semua klaim tersebut fakta atau hanya sekadar strategi marketing yang berlebihan?

Redaksi Jawa Pos mencoba mengulas secara mendalam perangkat yang menjadi penerus dari seri Navigo ini. Sebagai produk Original Design Manufacturer (ODM), Winky Navi GoPro memang menawarkan lompatan fitur yang menarik, meski ada beberapa catatan kritis yang perlu diperhatikan oleh calon pembeli sebelum melakukan checkout di e-commerce.

Desain Sporty dengan Material Metal Premium

Secara estetika, Winky Navi GoPro mengusung desain yang sangat identik dengan pendahulunya, Navigo reguler. Bodinya tampak kokoh dengan material metal pada bagian bezel dan middle frame. Dimensinya tergolong besar, yakni 48 mm dengan ketebalan 12,5 mm, sehingga lebih cocok digunakan oleh pria atau pengguna dengan pergelangan tangan yang lebar.

Baca Juga: Isuzu Panther Pickup 2018 Dijual Rp135 Juta, Kondisi Siap Kerja tapi Ada Catatan

Smartwatch ini dilengkapi dengan tiga tombol fisik di sisi kanan. Tombol tengah berfungsi sebagai crown aktif yang memberikan haptic feedback sangat halus saat diputar. Panel layarnya menggunakan teknologi AMOLED yang memberikan kontras warna tinggi dan hitam yang pekat. Meskipun belum mendukung refresh rate 60 Hz, tampilan jarum jam dan animasinya tergolong smooth untuk penggunaan harian.

Menilik Fitur Peta Offline dan Akurasi GPS

Fitur utama yang paling banyak dibicarakan adalah peta offline. Berbeda dengan smartwatch kelas atas yang bisa menampilkan peta secara mandiri, pada Winky Navi GoPro, pengguna harus mengunduh peta terlebih dahulu melalui aplikasi pendamping bernama Huafit. Peta ini pun tidak bisa diakses langsung, melainkan harus masuk ke mode olahraga luar ruangan (outdoor running/walking).

Dalam pengujian GPS, Winky Navi GoPro menunjukkan performa yang cukup responsif saat melakukan locking sinyal. Namun, ketika dibandingkan dengan GPS iPhone, terdapat selisih jarak sekitar 20-30 meter. Jalur yang dihasilkan pun cenderung "keriting" saat melewati pemukiman padat penduduk, sebuah fenomena umum pada smartwatch di kelas harga satu jutaan. Navigasi peta offline-nya pun sangat sederhana, hanya mendukung fungsi zoom in/out terbatas dan fitur turn back untuk kembali ke titik awal.

Baca Juga: Isuzu Panther Grand Touring 2019 Disorot Lagi, Mobil Diesel Legendaris yang Tetap Diburu Meski Sudah Disuntik Mati

Membongkar Klaim Strava Build-in dan Chat GPT

Salah satu hal yang perlu diluruskan adalah klaim marketing mengenai Strava build-in. Faktanya, Winky Navi GoPro tidak menjalankan aplikasi Strava secara langsung di dalam jam. Yang dimaksud adalah kemampuan sinkronisasi data dari aplikasi Huafit ke Strava. Jadi, bagi Anda yang mengharap bisa menginstal aplikasi Strava langsung di jam seperti pada Apple Watch atau WearOS, hal tersebut tidak tersedia di sini.

Begitu pula dengan klaim integrasi Chat GPT. Saat diuji, fitur "AI Chat" pada jam ini ternyata lebih berfungsi sebagai penghubung ke asisten suara di smartphone, seperti Google Assistant atau Bixby. Menariknya, saat ditanya mengenai identitasnya, asisten tersebut justru menjawab sebagai "Jarvis", bukan Chat GPT. Hal ini menunjukkan adanya over-marketing dari pihak distributor yang perlu dipahami secara bijak oleh konsumen.

Performa Baterai dan Fitur All-Day Monitoring

Di balik klaim marketing yang bombastis, performa baterai Winky Navi GoPro patut diacungi jempol. Dalam penggunaan intens dengan pemantauan detak jantung (heart rate) setiap 5 menit, SpO2 setiap 10 menit, dan pemantauan kualitas tidur, baterainya hanya berkurang sekitar 15% per hari. Ini berarti jam ini mampu bertahan hingga 5-6 hari dalam sekali pengisian daya.

Fitur olahraganya pun sangat melimpah dengan dukungan 170 mode olahraga. Pengguna bisa langsung menambahkan jenis olahraga favorit melalui layar jam tanpa harus membuka aplikasi di HP. Sensor kesehatan seperti detak jantung juga berfungsi dengan baik dan faktual (bukan sensor palsu), meski akurasinya belum bisa menyamai alat medis profesional atau chest strap atlet.

Baca Juga: Isuzu Panther Kotak Masih Diburu, Ini 7 Kelemahan yang Wajib Diketahui Sebelum Membeli Mobil Diesel Legendaris

Penyimpanan Musik dan Konektivitas TWS

Bagi Anda yang suka berolahraga sambil mendengarkan musik tanpa membawa HP, Winky Navi GoPro menyediakan internal storage. Meski diklaim sebesar 32 GB di beberapa toko online, kapasitas aslinya hanya berkisar di angka 300-400 MB, yang cukup untuk menyimpan puluhan lagu offline. Smartwatch ini juga sudah mendukung koneksi langsung ke TWS, sehingga Anda bisa berlari lebih praktis.

Sebagai kesimpulan, Winky Navi GoPro adalah smartwatch yang menawarkan paket lengkap di harga satu jutaan. Fitur peta offline, layar AMOLED, dan build-in speaker untuk telepon adalah nilai jual yang tinggi. Namun, sebagai pembeli cerdas, Anda harus mampu menyaring klaim marketing dan menyesuaikan ekspektasi terhadap produk ODM.

Editor : Natasha Eka Safrina
#Review Smartwatch #Winky Navi GoPro #Smartwatch Peta Offline #Harga Winky Navi GoPro #Smartwatch Strava