Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pecinta Motuba Wajib Tahu! Benarkah Mobil Peugeot Bekas Lebih Bandel dan Anti Rewel Dibanding BMW atau Mercy?

Natasha Eka Safrina • Selasa, 5 Mei 2026 | 19:05 WIB
Cari mobil Eropa tangguh? Cek alasan mobil Peugeot bekas lebih bandel, anti rewel, dan punya mesin badak dibanding BMW atau Mercy. Simak ulasannya!(Screenshoot Youtube)
Cari mobil Eropa tangguh? Cek alasan mobil Peugeot bekas lebih bandel, anti rewel, dan punya mesin badak dibanding BMW atau Mercy. Simak ulasannya!(Screenshoot Youtube)

 

JAKARTA – Bagi penggemar mobil tua bangka alias motuba, memilih kendaraan Eropa seringkali menjadi dilema antara gengsi dan biaya perawatan. Selama ini, nama BMW dan Mercedes-Benz selalu mendominasi percakapan. Namun, ada satu pabrikan asal Prancis yang belakangan mulai naik daun karena reputasi ketangguhannya yang tidak main-main. Mobil Peugeot bekas kini menjadi incaran para kolektor yang menginginkan sensasi berkendara khas Eropa tanpa harus sering mampir ke bengkel spesialis.

Bukan raihan baru, Peugeot telah menancapkan kukunya di Indonesia sejak tahun 1972 di bawah naungan Astra Group. Sebagai pabrikan mobil tertua kedua di tanah air, Peugeot memiliki sejarah panjang melalui model legendaris seperti Peugeot 504 dan 505. Menariknya, banyak pengguna setuju bahwa mobil asal Prancis ini memiliki daya tahan yang jauh lebih "badak" dibandingkan rival Jermannya dari era yang sama.

Mengapa mobil Peugeot bekas disebut lebih andal? Jawabannya terletak pada kesederhanaan. Berbeda dengan BMW atau Mercedes yang mengutamakan performa tinggi dengan sistem kelistrikan rumit, Peugeot di era 90-an hingga 2000-an awal dirancang dengan arsitektur yang lebih sederhana. Hal inilah yang membuat unit seperti Peugeot 406 dianggap lebih reliable dan tidak "penyakitan" seperti kompetitornya di kelas sedan Eropa.

Baca Juga: Review Wink Navigo SWW06: Smartwatch "Jumbo" dengan Layar AMOLED 1000 Nits dan GPS Built-in

Kelistrikan Sederhana Menjadi Kunci Keawetan

Rahasia utama di balik ketangguhan Peugeot terletak pada sektor kelistrikannya. Jika kita membandingkan Peugeot 406 dengan BMW E46 di tahun yang sama, sistem sensor pada Peugeot jauh lebih minim. Minimnya intervensi elektronik yang rumit membuat potensi kegagalan sistem menjadi lebih rendah. Inilah yang membuat mobil Peugeot bekas sering dijuluki sebagai "mobil Jepang berbaju Eropa" karena kemudahannya untuk diajak berkendara harian jarak jauh tanpa drama.

Meski demikian, bukan berarti mobil ini tanpa celah. Masalah klasik yang sering menghantui adalah overheat. Uniknya, sistem pendinginan Peugeot sangat bergantung pada kinerja AC. Jika tekanan freon menipis, RPM kipas radiator seringkali tidak maksimal. Masalah ini sebenarnya mudah diatasi selama pemilik rajin melakukan kontrol pada sistem pendingin dan memastikan kipas radiator dalam kondisi prima.

Sejarah Peugeot 504: Sang Legenda Taksi Afrika

Bukti paling nyata dari keandalan mesin Peugeot bisa dilihat dari model 504. Di tahun 1980-an, banyak unit Peugeot 504 bekas dari Inggris dikirim ke Lagos, Nigeria, untuk dijadikan taksi. Di bawah iklim tropis yang ekstrem mirip Indonesia, mobil-mobil ini mampu menempuh jarak hingga 700.000 kilometer tanpa mengalami kerusakan mesin yang berarti. Reputasi "mobil badak" inilah yang membuat pemain motuba mulai melirik kembali brand singa jingkrak ini.

Baca Juga: Review Smartwatch Winky Navi GoPro: Benarkah Punya Fitur Overkill dengan Peta Offline dan Build-in Strava?

Suku Cadang dan Perawatan Bengkel Spesialis

Bicara soal biaya, harga suku cadang mobil Peugeot bekas seperti tipe 206 atau 406 berada di kisaran yang setara dengan Honda Jazz atau Civic. Meski tidak semudah mencari part Toyota, ketersediaan suku cadang Peugeot masih tergolong aman di kota-kota besar. Namun, penanganan teknisnya memang membutuhkan sentuhan bengkel spesialis.

Posisi baut dan tata letak komponen mesin Peugeot seringkali berbeda dengan mobil Jepang atau Jerman. Hal ini sering membuat mekanik awam kebingungan. Selain itu, prosedur penggantian aki pada Peugeot juga harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengunci sistem ECU yang memerlukan biaya tambahan untuk proses unlock.

Kelemahan dan Kenyamanan Berkendara

Satu hal yang harus diterima calon pembeli adalah karakter mesinnya yang cenderung "lemot" pada tarikan awal. Pedal gas Peugeot tidak sespontan BMW, karena memang filosofinya adalah kenyamanan, bukan kecepatan murni. Ditambah lagi, masalah kaki-kaki yang kurang awet di jalanan berlubang Indonesia menjadi penyakit umum hampir semua mobil Eropa.

Namun, di luar kekurangan tersebut, Peugeot menawarkan kenyamanan suspensi yang sulit ditandingi. Visual Peugeot 406 pun masih sangat relevan dan elegan untuk disandingkan dengan mobil-mobil modern saat ini. Bagi Anda yang ingin beralih dari BMW atau Mercy yang mulai "rewel", Peugeot adalah jawaban terbaik untuk merasakan kemewahan Eropa dengan tingkat stres perawatan yang jauh lebih rendah.

Editor : Natasha Eka Safrina
#Mobil Peugeot Bekas #Peugeot 406 #Motuba Peugeot #Peugeot 504 #Tips Beli Mobil Eropa.