BLITAR KAWENTAR - Nama Datsun Go Plus sempat menjadi pilihan menarik di segmen mobil LCGC tiga baris.
Harga murah dan kapasitas penumpang banyak menjadi alasan utama mobil ini diminati masyarakat Indonesia.
Kini di pasar mobil bekas, harga Datsun Go Plus bahkan hanya berada di kisaran Rp 70 sampai Rp 75 jutaan.
Angka tersebut membuat mobil ini kembali ramai diburu sebagai kendaraan keluarga murah.
Namun sebelum membeli, ada baiknya calon konsumen memahami lebih dulu kelebihan dan kekurangan Datsun Go Plus yang ternyata cukup mencolok.
Baca Juga: Review Datsun Go Panca 2015 Bekas, LCGC Rasa Nissan yang Irit Parah dan Spare Part Melimpah
Jok Belakang Sempit dan Minim Kenyamanan
Kekurangan terbesar Datsun Go Plus ada pada baris ketiganya. Banyak pengguna menilai kabin belakang mobil ini terlalu sempit untuk orang dewasa.
Saat digunakan duduk, kepala penumpang mudah membentur plafon karena desain atap yang menurun.
Ruang kaki juga sangat terbatas karena posisi jok terlalu dekat dengan pintu belakang.
Datsun sendiri sebenarnya menerapkan konsep 5+2 pada Go Plus. Artinya, kursi belakang memang hanya ditujukan sebagai tambahan penumpang, bukan untuk kenyamanan penuh seperti MPV pada umumnya.
Jok belakang juga terlihat sangat sederhana tanpa headrest dan minim bantalan. Bahkan area samping kabin tidak memiliki tempat penyimpanan sama sekali.
Ketika seluruh kursi digunakan, bagasi hampir tidak tersedia. Ruang belakang hanya cukup menaruh barang kecil atau tipis.
Interior Sederhana Demi Harga Murah
Selain kabin sempit, kualitas interior Datsun Go Plus juga sering menjadi kritik pengguna. Banyak material mobil terasa tipis dan sederhana.
Door trim bagian belakang masih polos tanpa cup holder. Sistem buka kaca belakang juga masih menggunakan engkol manual.
Karpet dasar disebut kurang rapi karena hanya ditempel sederhana tanpa finishing yang baik. Suara pintu bagasi saat ditutup pun terasa kasar dan kurang solid.
Pada sisi depan, fitur mobil ini memang cukup terbatas. Head unit masih single DIN dan hanya tersedia satu power window di sisi pengemudi.
Meski sederhana, dashboard mobil masih dianggap cukup fungsional. Panel instrumen sudah dilengkapi MID digital yang menampilkan konsumsi BBM rata-rata hingga sisa jarak tempuh.
Performa Mesin Jadi Nilai Plus
Di balik berbagai kekurangannya, Datsun Go Plus punya kelebihan pada sektor mesin.
Mobil ini menggunakan mesin 1.200 cc tiga silinder yang cukup responsif di putaran bawah.
Tarikan gigi dua dan tiga terasa panjang sehingga mobil masih nyaman digunakan di area perkotaan maupun jalan menanjak ringan.
Bobot mobil yang ringan membuat akselerasi terasa lebih spontan dibanding beberapa rival di kelas LCGC.
Konsumsi BBM juga menjadi salah satu keunggulan utama. Dalam penggunaan kota, Datsun Go Plus mampu mencatat konsumsi sekitar 13 hingga 14 kilometer per liter.
Biaya servis mobil ini juga tergolong murah. Penggantian oli hanya membutuhkan tiga liter dengan interval servis yang cukup panjang.
Cocok untuk Mobil Harian Murah
Datsun Go Plus memang bukan mobil dengan kenyamanan terbaik. Peredaman kabinnya masih kurang sehingga suara hujan dan kebisingan jalan cukup terasa di dalam mobil.
Namun jika melihat harga bekas yang sangat terjangkau, mobil ini tetap menarik bagi masyarakat yang membutuhkan kendaraan harian irit dan muat banyak.
Power steering yang ringan juga menjadi nilai tambah karena memudahkan pengemudi saat parkir maupun bermanuver di jalan sempit.
Bagi pembeli yang mengutamakan harga murah, konsumsi BBM irit, dan biaya perawatan ringan, Datsun Go Plus masih bisa menjadi pilihan masuk akal di pasar mobil bekas Indonesia.
Baca Juga: Review Datsun Go Panca 2015 Bekas, LCGC Rasa Nissan yang Irit Parah dan Spare Part Melimpah
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan