Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kelebihan dan Kekurangan Datsun Go Plus Bekas Terungkap, Mobil 3 Baris Rp 70 Jutaan Ini Masih Layak Dibeli ?

Muhamad Ahsanul Wildan • Rabu, 6 Mei 2026 | 18:00 WIB
Kelebihan dan kekurangan Datsun Go Plus bekas terungkap, mobil LCGC 3 baris Rp 70 jutaan masih diminati. (Pinterest)
Kelebihan dan kekurangan Datsun Go Plus bekas terungkap, mobil LCGC 3 baris Rp 70 jutaan masih diminati. (Pinterest)

BLITAR KAWENTAR - Datsun Go Plus bekas masih menjadi salah satu pilihan menarik di pasar mobil LCGC tiga baris dengan harga terjangkau.

Meski merek Datsun sudah tidak lagi aktif di Indonesia, mobil ini tetap banyak dicari karena dikenal irit bahan bakar, murah perawatan, dan punya kapasitas penumpang cukup banyak.

Namun di balik harga murahnya, Datsun Go Plus juga memiliki sejumlah kekurangan yang kerap menjadi bahan pertimbangan calon pembeli.

Mulai dari kenyamanan kabin hingga fitur yang tergolong sederhana dibanding rival sekelasnya.

Dalam sebuah ulasan otomotif di YouTube, Datsun Go Plus tipe T generasi awal dibedah secara detail, mulai dari sektor interior, kenyamanan, performa mesin, hingga biaya perawatan harian.

Baca Juga: Banyak yang Belum Tahu, Ini Kelemahan Datsun Go Panca Bekas yang Bikin Pembeli Harus Pikir Dua Kali

Kabin Belakang Sempit Jadi Sorotan

Salah satu kekurangan utama Datsun Go Plus terletak pada konfigurasi tiga baris kursinya.

Mobil ini memang dirancang sebagai kendaraan “5+2”, artinya baris ketiga lebih cocok digunakan anak-anak atau penumpang tambahan dalam kondisi tertentu.

Untuk penumpang dewasa, ruang di jok belakang dinilai terlalu sempit. Headroom terbatas membuat kepala mudah menyentuh plafon, terutama bagi penumpang dengan tinggi badan sekitar 165 hingga 170 cm.

Tidak hanya itu, posisi kursi belakang yang mepet pintu bagasi juga membuat ruang kaki terasa sempit.

Jok baris ketiga pun hadir dengan desain sederhana tanpa headrest sehingga kenyamanan perjalanan jarak jauh menjadi kurang maksimal.

Kondisi ini membuat Datsun Go Plus lebih cocok dipakai keluarga kecil dengan kebutuhan mobilitas ringan di dalam kota.

Bagasi Minim dan Fitur Serba Sederhana

Kekurangan lain yang cukup terasa ada pada ruang bagasi. Saat kursi baris ketiga digunakan, area belakang praktis hampir tidak menyisakan ruang penyimpanan barang.

Bagasi hanya cukup menampung barang kecil seperti payung atau tas tipis. Ruang penyimpanan baru terasa lega apabila kursi belakang dilipat penuh.

Selain itu, beberapa fitur kabin juga masih sangat sederhana. Pada door trim baris kedua misalnya, belum tersedia cup holder maupun ruang penyimpanan tambahan.

Sistem kaca jendela belakang masih menggunakan model engkol manual.

Material interior juga dinilai biasa saja. Karpet dasar terlihat kurang rapi dan beberapa bagian kabin dibiarkan polos tanpa pelapis tambahan. Bahkan untuk membuka pintu bagasi, pengguna harus menarik tuas dari bawah kursi pengemudi karena belum tersedia tombol pembuka langsung di belakang.

Meski begitu, hal tersebut dianggap wajar mengingat Datsun Go Plus memang bermain di segmen mobil murah ramah lingkungan atau LCGC.

Peredaman Kabin Kurang Maksimal

Datsun Go Plus juga mendapat catatan pada sektor peredaman kabin. Suara dari luar mobil masih cukup terdengar masuk ke dalam, terutama ketika mobil digunakan saat hujan deras.

Bunyi gesekan ban dan cipratan air disebut cukup mengganggu kenyamanan berkendara.

Namun di luar itu, suspensi mobil masih dianggap cukup nyaman untuk penggunaan harian.

Pada bagian dashboard, desainnya memang sederhana tetapi tetap fungsional. Mobil ini sudah dibekali MID digital, indikator konsumsi BBM rata-rata, hingga immobilizer pada kunci kontak.

Harga Murah Jadi Daya Tarik Utama

Di balik berbagai kekurangannya, Datsun Go Plus tetap memiliki sejumlah kelebihan yang membuatnya masih diminati hingga sekarang.

Kelebihan paling utama tentu harga bekas yang sangat terjangkau. Untuk wilayah Jawa Timur, Datsun Go Plus tipe T bekas dibanderol sekitar Rp 70 juta hingga Rp 75 jutaan.

Dengan harga tersebut, konsumen sudah bisa mendapatkan mobil tiga baris yang mampu menampung satu keluarga sekaligus memberikan kenyamanan lebih dibanding sepeda motor, terutama saat cuaca panas maupun hujan.

Konsumsi BBM Irit dan Perawatan Murah

Datsun Go Plus juga dikenal irit bahan bakar. Dalam penggunaan dalam kota, konsumsi BBM mobil ini diklaim mencapai sekitar 13 hingga 14 kilometer per liter.

Biaya perawatan pun relatif ringan. Mesin hanya membutuhkan oli sekitar 3 liter dengan interval penggantian hingga 10 ribu kilometer atau enam bulan.

Harga spare part juga masih tergolong terjangkau karena mobil ini menggunakan fitur yang sederhana.

Mesin Responsif dan Setir Enteng

Di sektor performa, Datsun Go Plus dibekali mesin 1.200 cc tiga silinder yang sama dengan Nissan March. Mesin tersebut dinilai cukup responsif, terutama pada putaran bawah.

Karakter mobil yang ringan membuat akselerasi terasa agresif dan nyaman dipakai di area perkotaan.

Gigi dua dan tiga disebut memiliki tarikan panjang sehingga mobil tetap terasa bertenaga.

Selain itu, sistem power steering menjadi salah satu nilai plus karena terasa sangat ringan saat digunakan bermanuver atau parkir.

Dengan kombinasi harga murah, konsumsi BBM irit, dan performa cukup responsif, Datsun Go Plus bekas masih layak dipertimbangkan bagi konsumen yang mencari mobil keluarga murah untuk mobilitas harian.

Baca Juga: Banyak yang Belum Tahu, Ini Kelemahan Datsun Go Panca Bekas yang Bikin Pembeli Harus Pikir Dua Kali

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#mobil lcgc #Datsun Go Plus #Datsun Go Plus bekas #kelebihan dan kekurangan Datsun Go Plus #mobil keluarga murah