Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Mazda 2 Terlalu Bagus untuk Pasar Indonesia ? Hatchback Premium Ini Malah Sepi Peminat

Muhamad Ahsanul Wildan • Rabu, 6 Mei 2026 | 18:08 WIB
Mazda 2 disebut hatchback paling fun to drive, tapi kenapa makin sepi peminat di Indonesia? (Pinterest)
Mazda 2 disebut hatchback paling fun to drive, tapi kenapa makin sepi peminat di Indonesia? (Pinterest)

BLITAR KAWENTAR - Di tengah dominasi SUV compact di Indonesia, nama Mazda 2 perlahan mulai tenggelam.

Padahal banyak pecinta otomotif menyebut Mazda 2 sebagai salah satu hatchback terbaik yang pernah dijual di Tanah Air.

Mulai dari handling, kualitas material, hingga sensasi berkendara, Mazda 2 dianggap berada di atas rival-rival Jepang lainnya.

Namun uniknya, semua kelebihan tersebut justru gagal membuat mobil ini laris di pasaran.

Mazda 2 kini dianggap sebagai contoh bagaimana mobil bagus belum tentu sukses secara penjualan di Indonesia.

Sejak pertama kali hadir pada 2009, Mazda 2 langsung mencuri perhatian lewat desain sporty dan slogan ikonik “Zoom-Zoom”.

Mobil ini bahkan sempat meraih penghargaan World Car of the Year yang membuat citranya semakin kuat.

Saat itu Mazda 2 bersaing dengan Honda Jazz, Toyota Yaris, Suzuki Swift, dan Ford Fiesta.

Banyak pengamat menilai Mazda 2 sebenarnya lebih unggul dari sisi handling dan kenyamanan berkendara.

Baca Juga: Review Datsun Go Plus Bekas, Murah dan Irit, Tapi Kabin Belakang Bikin Penumpang Dewasa Tersiksa

Mazda 2 Punya Handling Terbaik

Mazda dikenal sebagai produsen yang fokus pada driving experience. Filosofi itu sangat terasa pada Mazda 2.

Mobil ini menggunakan mesin 1.5 liter SkyActiv-G dengan transmisi otomatis 6 percepatan konvensional.

Meski spesifikasinya terlihat biasa di atas kertas, karakter mesinnya sangat responsif saat digunakan harian.

Suspensinya juga dibuat lebih rigid dibanding hatchback Jepang lain. Hasilnya, mobil terasa stabil dan presisi ketika bermanuver.

Banyak reviewer otomotif bahkan menyebut Mazda 2 sebagai hatchback paling fun to drive di Indonesia.

Teknologi G Vectoring Control membuat mobil ini terasa lebih percaya diri saat menikung. Sensasi berkendaranya jauh lebih sporty dibanding rival di kelasnya.

Tidak heran jika Mazda 2 punya basis penggemar loyal hingga sekarang.

Konsumen Indonesia Lebih Pilih SUV

Meski punya kualitas tinggi, Mazda 2 menghadapi masalah besar: perubahan selera pasar Indonesia.

Konsumen saat ini lebih tertarik membeli SUV compact dibanding hatchback.

Dengan harga yang hampir sama, masyarakat merasa SUV menawarkan nilai lebih baik.

Mazda 2 sendiri kini dijual mulai Rp371 juta. Harga tersebut dianggap terlalu mahal untuk ukuran hatchback.

Di kisaran harga serupa, konsumen sudah bisa mendapatkan Honda HR-V, Toyota Zenix, bahkan Mazda CX 3 yang tampil lebih modern.

Akibatnya, Mazda 2 kehilangan daya tarik utamanya sebagai hatchback anak muda.

Belum lagi desainnya yang sudah digunakan sejak 2014. Walaupun tetap elegan dan premium, banyak orang mulai menganggap tampilannya kurang segar dibanding rival-rival terbaru.

Biaya Kepemilikan Jadi Kendala

Selain harga jual, biaya perawatan Mazda 2 juga menjadi sorotan.

Spare part original Mazda dikenal mahal dan pilihan aftermarket-nya tidak sebanyak Toyota atau Honda.

Hal ini membuat biaya kepemilikan Mazda 2 terasa lebih tinggi.

Bagi konsumen yang mengutamakan value for money, kondisi tersebut tentu menjadi pertimbangan besar.

Data penjualan pun menunjukkan penurunan signifikan. Pada 2021 Mazda 2 hanya terjual 642 unit. Tahun berikutnya turun menjadi 389 unit.

Padahal Mazda sempat melakukan facelift pada 2023. Namun penyegaran itu dinilai belum cukup untuk mengangkat kembali popularitas Mazda 2.

Meski begitu, banyak pecinta otomotif tetap menilai Mazda 2 sebagai hatchback premium yang sangat menyenangkan dikendarai.

Mobil ini mungkin bukan pilihan paling rasional, tetapi menawarkan sensasi berkendara yang sulit ditemukan di mobil Jepang lain di kelasnya.

Kini masa depan Mazda 2 menjadi tanda tanya besar. Banyak pihak menilai Mazda harus segera menghadirkan generasi baru jika ingin hatchback ini kembali kompetitif di Indonesia.

Baca Juga: Review Datsun Go Plus Bekas, Murah dan Irit, Tapi Kabin Belakang Bikin Penumpang Dewasa Tersiksa

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#SUV Compact #Mazda 2 #hatchback premium #Mazda Indonesia #mobil fun to drive