BLITAR KAWENTAR- Seres E1 mulai mencuri perhatian sebagai mobil listrik mini yang digadang-gadang menjadi pesaing serius Wuling Air ev. Kehadiran Seres E1 di pasar otomotif Indonesia menawarkan alternatif kendaraan listrik perkotaan dengan harga relatif terjangkau, namun tetap membawa sejumlah fitur menarik.
Seres E1 merupakan produk dari DFSK melalui sub-brand Seres yang dikenal fokus pada pengembangan kendaraan listrik. Meski terbilang pemain baru—lahir pada 2016—Seres memiliki rekam jejak global, termasuk kontribusi dalam pengembangan komponen kendaraan listrik untuk berbagai merek besar.
Di Indonesia, Seres E1 hadir sebagai model entry-level. Mobil ini dirancang untuk kebutuhan mobilitas harian di area perkotaan, terutama bagi pengguna yang menginginkan kendaraan ringkas, hemat energi, dan mudah dikendarai di jalan sempit.
Desain Kompak, Fungsional untuk Kota
Secara dimensi, Seres E1 tampil mungil dengan desain sederhana. Tampilan eksteriornya cenderung kaku dibanding kompetitornya, namun tetap memiliki ciri khas tersendiri. Lampu depan masih menggunakan halogen proyektor, sementara fitur modern seperti DRL sudah tersedia.
Velg kecil dengan ukuran ring 13 serta ground clearance rendah menegaskan bahwa mobil ini memang difokuskan untuk penggunaan dalam kota. Bagasi yang terbatas juga menunjukkan bahwa Seres E1 lebih cocok sebagai kendaraan komuter dibanding mobil keluarga.
Masuk ke interior, nuansa sederhana langsung terasa. Material kabin didominasi plastik keras, dengan jok berbahan kain terang yang mudah kotor. Meski demikian, ruang kabin cukup fungsional dengan beberapa kompartemen penyimpanan.
Performa dan Jarak Tempuh
Seres E1 dibekali motor listrik dengan tenaga hingga 30 kW untuk varian tertinggi. Mobil ini mampu menempuh jarak hingga 220 km dalam sekali pengisian penuh, menjadikannya cukup kompetitif di kelasnya.
Pengisian daya menggunakan AC charging 3,3 kW, dengan waktu sekitar 4–6 jam hingga penuh. Hal ini mirip dengan kompetitornya, sehingga belum ada keunggulan signifikan dalam hal kecepatan charging.
Dalam pengujian, konsumsi energi berada di kisaran 6–10 km/kWh tergantung kondisi penggunaan. Mode berkendara Eco dan Sport juga tersedia, dengan perbedaan respons akselerasi yang cukup terasa.
Pengalaman Berkendara
Dari sisi handling, Seres E1 menawarkan sensasi berkendara yang cukup stabil untuk ukuran mobil kecil. Suspensi terasa agak kaku, namun memberikan keuntungan saat melaju di jalan tol karena mobil terasa lebih “menempel” ke aspal.
Namun, ada beberapa catatan penting. Sistem pengereman dinilai kurang responsif di awal, sehingga membutuhkan tekanan lebih dalam untuk mendapatkan efek maksimal. Selain itu, performa AC dianggap kurang dingin dibanding kompetitor.
Kelebihan lain yang cukup menarik adalah hadirnya fitur cruise control—fitur yang jarang ditemukan di mobil listrik kecil sekelasnya.
Cocok untuk Mobilitas Harian
Seres E1 pada dasarnya dirancang sebagai mobil komuter. Kendaraan ini ideal untuk aktivitas seperti antar-jemput anak, belanja, atau perjalanan singkat di dalam kota. Dimensinya yang kecil memudahkan parkir di area sempit.
Meski masih memiliki kekurangan, terutama dari sisi fitur hiburan yang belum mendukung Android Auto atau Apple CarPlay, mobil ini tetap menawarkan value yang cukup baik di kelasnya.
Dengan harga mulai dari Rp189 juta hingga Rp219 juta (OTR Jakarta), Seres E1 menjadi opsi menarik bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Pada akhirnya, pilihan antara Seres E1 dan kompetitornya kembali pada preferensi desain dan kebutuhan pengguna. Secara fungsi, keduanya menawarkan pengalaman yang tidak jauh berbeda.
Editor : Cholifatun Nisak