BLITAR KAWENTAR - Ford Fiesta pernah menjadi salah satu hatchback paling futuristik di Indonesia pada awal 2010 an.
Saat pasar otomotif Tanah Air masih didominasi Honda Jazz dan Toyota Yaris, Ford Fiesta hadir dengan desain sporty, fitur modern, dan sensasi berkendara yang dianggap jauh lebih menyenangkan dibanding rival Jepang.
Namun di balik semua keunggulannya, Ford Fiesta justru mengalami penurunan popularitas yang drastis.
Bahkan kini harga bekasnya terjun bebas dan bisa didapat mulai puluhan juta rupiah saja. Lantas, apa sebenarnya yang membuat Ford Fiesta gagal bertahan di Indonesia ?
Pada era 2000-an awal, desain mobil mulai berubah drastis. Bentuk kotak perlahan ditinggalkan dan diganti model membulat demi aerodinamika dan kesan modern.
Dari perubahan tren tersebut lahirlah berbagai mobil ikonik seperti Toyota Avanza di kelas MPV dan Honda Jazz GD3 di segmen hatchback.
Kesuksesan Honda Jazz kemudian memicu banyak produsen menghadirkan hatchback andalan masing-masing.
Toyota merilis Yaris Bakpao, sementara Ford mencoba peruntungan lewat Ford Fiesta yang resmi masuk Indonesia sekitar tahun 2010.
Ford Fiesta Tampil Paling Futuristik di Zamannya
Dibanding rival Jepang saat itu, Ford Fiesta menawarkan desain yang jauh lebih agresif dan sporty.
Lampu depan dibuat lebih sipit sehingga memberi kesan modern dan cocok untuk anak muda.
Tidak hanya tampilan luar, interior Ford Fiesta juga dianggap lebih mewah dan futuristik. Mobil ini sudah dibekali fitur hiburan canggih seperti voice command yang saat itu masih sangat jarang ditemukan di hatchback Jepang.
Ford Fiesta hadir dalam beberapa varian, mulai Style dan Trend bermesin 1.400 cc hingga tipe Sport dengan mesin 1.600 cc. Perbedaan lainnya ada pada transmisi. Varian 1.400 cc menggunakan transmisi otomatis konvensional, sedangkan tipe Sport sudah memakai dual clutch transmission yang terbilang sangat canggih pada masanya.
Ford kemudian memperbarui model ini lewat generasi MK5 yang tampil lebih modern lagi. Fitur seperti auto headlamp, auto wiper, hingga mesin EcoBoost turbo 1.000 cc menjadi daya tarik utama. Bahkan hingga sekarang, desain Ford Fiesta MK5 masih terlihat modern dibanding hatchback seangkatannya.
Penyakit Ford Fiesta Jadi Momok Pengguna
Sayangnya, berbagai kelebihan Ford Fiesta tertutup oleh masalah teknis yang cukup serius.
Salah satu keluhan paling umum adalah mesin mudah mengalami overheat.
Mesin Ford Fiesta dikenal memiliki suhu kerja tinggi, bahkan normalnya berada di kisaran 95 hingga 100 derajat Celsius. Extra fan baru aktif saat suhu mencapai sekitar 105 derajat Celsius.
Ketika digunakan di kondisi macet atau jalan menanjak seperti kawasan Puncak, suhu mesin bisa melonjak hingga 120 derajat Celsius. Ford memang menyematkan fitur pendinginan otomatis di mana kipas radiator tetap menyala meski mobil dimatikan dan dikunci. Namun di sisi lain, hal ini justru mempertegas bahwa mesin Fiesta memang sangat panas.
Selain overheat, sektor kaki-kaki juga sering dikeluhkan pemilik. Banyak pengguna mengaku bunyi geluduk pada suspensi cepat kembali muncul meski komponen sudah diganti dengan parts original.
Masalah lain yang cukup menakutkan adalah transmission malfunction, terutama pada varian dual clutch. Jika kerusakan terjadi, mobil bisa tidak dapat berjalan sama sekali dan harus ditowing. Penggantian modul TCM pun dikenal sangat mahal.
Spare Part Mahal dan Bengkel Terbatas
Ford Fiesta juga terkenal memiliki ruang mesin sempit sehingga tidak semua bengkel umum mau mengerjakannya.
Akibatnya, pemilik harus mencari bengkel spesialis yang jumlahnya tidak banyak.
Harga spare part yang mahal menjadi persoalan tambahan. Berbeda dengan mobil Jepang seperti Avanza atau Yaris yang harga komponennya makin murah seiring usia kendaraan, spare part Ford Fiesta justru tetap tinggi, termasuk versi aftermarket.
Tak hanya itu, beberapa modul elektronik seperti ABS dan EPS juga sering mengalami kerusakan karena usia pakai. Biaya penggantiannya pun jauh lebih mahal dibanding produk Jepang.
Kombinasi antara spare part mahal, bengkel terbatas, dan penyakit teknis membuat Ford Fiesta perlahan ditinggalkan pasar Indonesia. Apalagi setelah Ford resmi hengkang dari Indonesia pada 2016.
Masih Nyaman dan Fun to Drive
Meski memiliki banyak kelemahan, Ford Fiesta tetap diakui sebagai hatchback dengan kualitas berkendara yang sangat baik.
Handling terasa stabil, nyaman dipacu dalam kecepatan tinggi, dan kabinnya lebih senyap dibanding Honda Jazz maupun Toyota Yaris generasi lawas.
Karakter fun to drive inilah yang masih membuat Ford Fiesta memiliki penggemar tersendiri hingga sekarang. Terutama untuk pengguna yang ingin hatchback berbeda dengan rasa berkendara ala mobil Eropa.
Namun bagi sebagian besar konsumen Indonesia, biaya perawatan dan risiko kerusakan akhirnya membuat keunggulan Ford Fiesta kalah pamor dibanding rival Jepang yang lebih terkenal bandel dan murah dirawat.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan