BLITAR KAWENTAR- Persaingan mobil listrik murah di Indonesia semakin menarik dengan hadirnya DFSK Seres E1. Mobil listrik mungil ini langsung menantang dominasi Wuling Air EV di segmen micro EV. Dengan banderol mulai di bawah Rp200 juta, DFSK Seres E1 menjadi alternatif baru bagi konsumen yang ingin tampil beda di jalan.
DFSK Seres E1 hadir dengan harga mulai sekitar Rp189 juta hingga Rp219 juta, menjadikannya salah satu mobil listrik paling terjangkau saat ini. Kehadirannya membuat pasar mobil listrik murah semakin kompetitif, terutama setelah Wuling juga merilis varian Air EV Lite dengan harga yang lebih agresif.
Secara konsep, DFSK Seres E1 mengusung pendekatan serupa dengan Wuling Air EV, yakni mobil listrik kompak untuk penggunaan dalam kota. Namun, meski terlihat mirip, keduanya memiliki karakter yang cukup berbeda, terutama dari sisi desain dan pengalaman berkendara.
Desain Simpel dengan Sentuhan Modern
Dari segi tampilan, DFSK Seres E1 tampil lebih sederhana dibanding kompetitornya. Bagian depan mengusung desain minimalis dengan lampu projector dan aksen LED yang memanjang. Posisi port pengisian daya juga berada di bagian depan, mirip dengan Wuling Air EV.
Velg berukuran ring 13 menggunakan desain multi-spoke dan sudah berbahan metal, bukan sekadar penutup plastik. Hal ini memberi kesan lebih solid pada tampilan eksteriornya.
Bagian belakang terlihat unik dengan desain lampu yang mengingatkan pada mobil-mobil klasik Eropa, meski tampil lebih modern dan minimalis.
Interior Unik dengan Kombinasi Warna Berani
Masuk ke dalam kabin, DFSK Seres E1 menawarkan nuansa berbeda. Interiornya menggunakan kombinasi warna dual-tone yang cukup berani, memberikan kesan tidak monoton.
Dashboard dilengkapi aksen menyerupai kayu serta sentuhan warna emas pada beberapa bagian. Layout layar dibuat terpisah antara panel instrumen dan head unit, berbeda dengan Wuling Air EV yang menyatu.
Fitur yang tersedia cukup standar, seperti electric parking brake, auto hold, serta beberapa port USB. Namun, sistem audio masih terbatas karena hanya tersedia speaker di bagian depan.
Baca Juga: Review DFSK Seres E1: Mobil Listrik Murah 200 Jutaan, Fitur Unik Tapi Kalah Pamor dari Rivalnya?
Kabin Belakang dan Bagasi
Seperti mobil micro EV lainnya, ruang kabin belakang DFSK Seres E1 tergolong terbatas. Akses ke baris kedua juga masih manual tanpa mekanisme one-touch.
Bagasi dalam kondisi normal terbilang sempit. Namun, kursi belakang dapat dilipat untuk menambah kapasitas ruang barang. Meski demikian, mobil ini tetap lebih ideal digunakan untuk dua penumpang dibanding empat orang dewasa.
Performa dan Rasa Berkendara
Saat diuji di jalan, DFSK Seres E1 menawarkan performa yang cukup responsif di kecepatan rendah. Akselerasi awal terasa cepat, bahkan diklaim mampu mencapai 0–50 km/jam dalam waktu sekitar 5 detik.
Namun, performa mulai menurun saat kecepatan melewati 60 km/jam. Karakter ini umum ditemukan pada mobil listrik kecil yang memang dirancang untuk penggunaan dalam kota.
Perbedaan utama dengan Wuling Air EV terletak pada suspensi. DFSK Seres E1 memiliki karakter bantingan yang lebih keras. Hal ini membuat handling terasa lebih stabil saat melaju kencang, tetapi mengorbankan kenyamanan saat melewati jalan bergelombang atau polisi tidur.
Sebaliknya, Wuling Air EV cenderung lebih empuk, meski handling-nya tidak sebaik DFSK Seres E1. Pilihan ini kembali pada preferensi pengguna, apakah lebih mengutamakan kenyamanan atau stabilitas.
Kesimpulan: Pilihan Menarik di Segmen Mobil Listrik Murah
DFSK Seres E1 hadir sebagai pesaing serius di segmen mobil listrik murah. Dengan harga kompetitif, desain unik, serta karakter berkendara yang berbeda, mobil ini memberikan alternatif baru di pasar.
Meski memiliki beberapa kekurangan seperti kenyamanan suspensi dan keterbatasan ruang kabin, DFSK Seres E1 tetap layak dipertimbangkan, terutama bagi pengguna yang mencari kendaraan listrik praktis untuk aktivitas harian.
Persaingan dengan Wuling Air EV pun semakin menarik, karena masing-masing menawarkan keunggulan yang berbeda. Konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan dan preferensi masing-masing.
Baca Juga: DFSK Seres E1 Jadi Mobil Listrik Termurah? Harga Rp189 Jutaan, Jarak 220 Km Tapi Ada Catatan Penting
Editor : Cholifatun Nisak