BLITAR KAWENTAR- Perbandingan dua motor listrik kembali menarik perhatian pecinta otomotif Tanah Air. Kali ini, motor listrik Uwinfly N9 T90 dan Alesa menjadi bahan uji langsung di medan ekstrem berupa tanjakan perkampungan, kondisi stop and go, hingga jalur macet berbeban berat. Hasilnya, masing-masing motor menunjukkan karakter berbeda yang cukup mencolok di lapangan.
Dalam pengujian tersebut, motor listrik Uwinfly N9 T90 digunakan sebagai pembanding utama dengan Alesa yang memiliki spesifikasi berbeda dari sisi sistem penggerak dan karakter torsi. Uwinfly N9 T90 dibekali baterai 72 volt 27 Ah dengan daya sekitar 3.000 watt, yang membuatnya cukup kuat untuk menghadapi medan menanjak.
Uji Tanjakan Ekstrem dan Stop and Go
Pengujian dilakukan di jalur tanjakan kampung yang dikenal cukup curam dan sering menjadi titik rawan kecelakaan. Dalam kondisi berhenti di tengah tanjakan dengan beban mencapai sekitar 120 kilogram, motor listrik Uwinfly N9 T90 masih mampu melanjutkan perjalanan dengan respons gas yang stabil.
Pada skenario stop and go, motor ini menunjukkan keunggulan pada sistem torsi instan. Pengendara menyebut bahwa motor tetap bisa melaju meski berhenti di tengah tanjakan, tanpa kehilangan tenaga signifikan. Hal ini membuat motor listrik Uwinfly N9 T90 dinilai lebih cocok untuk medan berbukit dibanding motor listrik hub drive biasa.
Namun, pengendara juga menyoroti bahwa karakter riding di Speed 3 terasa paling optimal, karena Speed 1 dan 2 dianggap terlalu lambat untuk penggunaan normal selain kondisi macet.
Performa Side Drive Jadi Sorotan
Salah satu keunggulan utama motor listrik Uwinfly N9 T90 adalah penggunaan sistem side drive dengan rasio gigi langsung tanpa fanbelt. Sistem ini membuat torsi terasa lebih kuat saat start dari posisi diam, terutama di medan menanjak.
Pengendara menyebut bahwa sistem ini memberikan sensasi seperti motor bensin dengan torsi besar, namun tanpa getaran mesin. Kondisi ini membuat motor lebih nyaman digunakan di jalur perkampungan dan pegunungan yang membutuhkan tenaga besar di kecepatan rendah.
Namun demikian, side drive memiliki kelemahan pada efisiensi kecepatan tinggi. Saat digunakan di jalan datar dengan kecepatan tinggi, konsumsi baterai menjadi lebih boros dibanding sistem hub motor. Hal ini menjadi catatan penting bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan jarak jauh di jalan rata.
Kenyamanan dan Suspensi
Dari sisi kenyamanan, motor listrik Uwinfly N9 T90 disebut memiliki suspensi yang lebih empuk dibanding beberapa model sebelumnya seperti N9 Old. Saat melewati polisi tidur dan jalan tidak rata, motor ini masih mampu meredam getaran dengan cukup baik.
Meski demikian, posisi duduk dinilai agak jongkok, sehingga kurang ideal untuk perjalanan sangat jauh. Namun untuk penggunaan di jalur menengah hingga perkotaan, karakter ini masih dianggap nyaman.
Efisiensi dan Kapasitas Baterai
Baterai berkapasitas 27 Ah disebut memiliki jarak tempuh realistis sekitar 50–60 kilometer dalam penggunaan normal. Meski klaim pabrikan lebih tinggi, kondisi lapangan menunjukkan angka yang lebih realistis tergantung beban dan gaya berkendara.
Sistem regenerative braking juga sudah tersedia, yang membantu mengisi ulang daya saat pengereman atau turunan. Fitur ini menambah efisiensi penggunaan energi pada motor listrik Uwinfly N9 T90.
Kesimpulan Performa di Lapangan
Dari hasil pengujian, motor ini dinilai unggul dalam hal torsi dan kemampuan menanjak, terutama berkat sistem side drive 3.000 watt. Namun untuk perjalanan jarak jauh di jalan datar, efisiensinya masih kalah dibanding motor hub drive.
Secara keseluruhan, motor listrik Uwinfly N9 T90 dianggap cocok untuk pengguna di daerah berbukit atau yang membutuhkan tenaga besar di kecepatan rendah, sementara pengguna perkotaan masih perlu menyesuaikan gaya berkendara agar lebih efisien.
Editor : Cholifatun Nisak