BLITAR KAWENTAR- Kehadiran Overo Star 3 Lead 3 kembali menyita perhatian pecinta kendaraan listrik di Indonesia setelah seorang reviewer otomotif melakukan uji jalan langsung yang hasilnya justru melampaui klaim pabrikan. Dalam pengujian tersebut, Overo Star 3 Lead 3 disebut mampu menunjukkan performa yang tidak hanya efisien, tetapi juga mengejutkan dari sisi daya jelajah.
Dalam segmen Overo Star 3 Lead 3, sepeda listrik ini langsung mencuri perhatian karena dibanderol dengan harga sekitar Rp9 jutaan. Dengan harga tersebut, produk ini dinilai menawarkan value for money yang cukup tinggi di kelasnya. Desainnya yang bergaya Eropa atau “European look” juga membuatnya terlihat lebih premium dibandingkan kompetitor di segmen serupa.
Menariknya, Overo Star 3 Lead 3 diklaim memiliki daya jelajah hingga 120 km dengan dua baterai. Sementara satu baterai diklaim mampu menempuh sekitar 60–70 km. Namun hasil uji lapangan menunjukkan angka yang bahkan lebih tinggi dari klaim tersebut, membuat banyak pihak terkejut dengan performanya di dunia nyata.
Desain Premium dan Fitur Modern
Secara tampilan, Overo Star 3 Lead 3 membawa desain yang cukup unik dengan nuansa stylish ala motor Eropa. Bagian depan tampil mencolok dengan desain moncong bergaya futuristik serta aksen grill yang membuat tampilannya lebih gagah.
Lampu depan sudah menggunakan model proyektor, bukan LED biasa, sehingga memberikan kesan modern dan fungsional. Dari sisi pengerjaan, kualitas cat dan casing dinilai cukup baik dan solid untuk kelas harga Rp9 jutaan.
Tidak hanya itu, sistem pengereman Overo Star 3 Lead 3 sudah menggunakan disc brake depan dan belakang. Hal ini membuat pengereman terasa lebih pakem dan aman, terutama saat menghadapi kondisi jalan padat atau mendadak berhenti.
Kenyamanan Berkendara Jadi Nilai Plus
Salah satu keunggulan yang paling terasa dari Overo Star 3 Lead 3 adalah kenyamanan. Jok yang tebal dan empuk membuat pengendara merasa seperti duduk di sofa, bahkan untuk perjalanan jarak jauh.
Suspensinya juga dinilai cukup baik, mampu meredam getaran dari jalanan tidak rata. Hal ini menjadi nilai tambah penting karena sepeda listrik sering kali dianggap kurang nyaman di medan jalanan Indonesia yang beragam.
Selain itu, handling motor ini cukup lincah berkat bobotnya yang relatif ringan. Pengendara bisa bermanuver dengan mudah, terutama saat melewati kemacetan.
Performa dan Hasil Uji Jarak Mengejutkan
Dalam pengujian langsung, Overo Star 3 Lead 3 diuji dengan dua baterai secara bergantian. Mode berkendara yang digunakan juga bervariasi, mulai dari mode hemat hingga mode sport.
Motor ini memiliki tiga riding mode:
-
Mode 1: kecepatan maksimal sekitar 35 km/jam
-
Mode 2: sekitar 40–42 km/jam
-
Mode 3: hingga sekitar 49 km/jam
Hasil pengujian menunjukkan bahwa satu baterai mampu menempuh jarak sekitar 79 km, meski dalam kondisi lalu lintas padat dan bobot pengendara cukup berat. Ketika digabungkan dengan baterai kedua, total jarak yang ditempuh mencapai sekitar 150 km.
Menariknya, saat baterai mendekati habis, performa motor tidak langsung mati mendadak, melainkan menurun secara bertahap. Hal ini membuat pengendara tetap bisa mengontrol kendaraan hingga benar-benar berhenti dengan aman.
Efisiensi di Tengah Kemacetan
Seperti kebanyakan kendaraan listrik, Overo Star 3 Lead 3 justru lebih efisien saat digunakan di kondisi macet. Tidak seperti motor bensin yang boros bahan bakar dalam kondisi stop and go, sepeda listrik ini tetap hemat energi.
Faktor ini menjadi salah satu alasan mengapa sepeda listrik semakin diminati di perkotaan besar. Selain hemat biaya operasional, pengguna juga mendapatkan pengalaman berkendara yang lebih senyap dan halus.
Kesimpulan
Dari hasil pengujian tersebut, Overo Star 3 Lead 3 terbukti bukan hanya sekadar sepeda listrik murah, tetapi juga memiliki performa yang kompetitif di kelasnya. Bahkan dalam kondisi tertentu, daya jelajahnya bisa melampaui klaim pabrikan.
Dengan harga sekitar Rp9 jutaan, desain premium, fitur lengkap, serta jarak tempuh yang impresif, produk ini berpotensi menjadi salah satu sepeda listrik paling menarik di pasar Indonesia saat ini.
Editor : Cholifatun Nisak