RADAR TULUNGAGUNG- Kehadiran motor listrik roda tiga Selis Bromo kembali mencuri perhatian publik setelah seorang pengguna di kanal YouTube Bintang 275 membagikan hasil modifikasi ekstrem pada unit miliknya. Kendaraan listrik yang awalnya sederhana ini kini berubah total menjadi versi custom dengan fitur tambahan yang membuatnya jauh berbeda dari kondisi standar pabrikan.
Dalam ulasan tersebut, motor listrik roda tiga Selis Bromo bukan hanya digunakan sebagai kendaraan harian, tetapi juga menjadi proyek “R&D pribadi” yang terus dikembangkan oleh pemiliknya. Mulai dari peningkatan performa, penambahan fitur kenyamanan, hingga perubahan sistem kelistrikan, semua dilakukan secara mandiri untuk mendapatkan pengalaman berkendara yang lebih optimal.
Menariknya, motor listrik roda tiga Selis Bromo ini awalnya dibeli dengan harga sekitar Rp52–53 juta (off the road). Namun, biaya modifikasi yang dilakukan justru disebut lebih besar dibandingkan harga unit awalnya. Hal ini menjadikan kendaraan tersebut bukan lagi sekadar alat transportasi, tetapi juga proyek rekayasa pribadi yang cukup kompleks.
Motor Listrik Roda Tiga Selis Bromo Jadi Proyek Modifikasi Ekstrem
Pemilik kendaraan menjelaskan bahwa motor listrik roda tiga Selis Bromo miliknya dibeli dalam kondisi standar tanpa fitur tambahan seperti AC maupun panel digital. Namun seiring waktu, berbagai komponen ditambahkan mulai dari panel instrumen, sistem AC, hingga perangkat pendukung lainnya.
Modifikasi ini membuat kendaraan tersebut berubah drastis dari versi pabrikan. Bahkan, kendaraan ini kini dilengkapi dengan GPS, head unit, dashcam, hingga sistem kelistrikan yang telah diperbarui.
Spesifikasi dan Perubahan Performa
Pada kondisi awal, motor listrik roda tiga Selis Bromo menggunakan motor listrik dengan daya sekitar 3 KW. Namun setelah modifikasi, sistemnya ditingkatkan hingga mendekati 2.000 watt dengan peak power lebih tinggi.
Controller juga diganti untuk mendukung performa yang lebih halus. Selain itu, baterai turut di-upgrade menjadi baterai lithium yang diklaim lebih stabil dan memiliki efisiensi lebih baik dibanding versi sebelumnya.
Perubahan lain yang cukup signifikan adalah penggantian BLDC (Brushless DC motor) yang membuat suara kendaraan menjadi lebih senyap dibanding kondisi awal yang cenderung bising.
Kenyamanan dan Fitur Tambahan
Dari sisi kenyamanan, motor listrik roda tiga Selis Bromo ini kini memiliki tambahan AC yang membuat pengalaman berkendara lebih nyaman, terutama untuk perjalanan jauh. Panel digital yang dipasang juga memberikan informasi lebih lengkap kepada pengendara.
Pemilik juga menambahkan bahwa semua modifikasi ini dilakukan secara bertahap, bahkan sebagian besar dilakukan sendiri. Hal ini membuat kendaraan tersebut menjadi semacam “laboratorium berjalan” untuk eksperimen teknologi kendaraan listrik.
Kendala dan Catatan Penggunaan
Meski sudah banyak mengalami peningkatan, motor listrik roda tiga Selis Bromo ini tetap memiliki catatan, terutama dari sisi awal pembelian. Pemilik mengungkapkan bahwa unit yang diterima sebelumnya memiliki beberapa masalah kualitas atau quality control.
Namun seiring waktu, berbagai masalah tersebut diperbaiki melalui modifikasi. Bahkan pemilik menyebut dirinya sebagai “tim R&D” tidak resmi yang membantu pengembangan kendaraan tersebut secara langsung melalui pengalaman penggunaan sehari-hari.
Pengalaman Berkendara dan Daya Tarik Sosial
Salah satu hal menarik dari motor listrik roda tiga Selis Bromo ini bukan hanya pada aspek teknis, tetapi juga pengalaman sosial di jalan. Kendaraan ini kerap menjadi pusat perhatian saat melintas di jalan umum.
Banyak pengguna jalan yang berhenti untuk melihat, merekam, atau bahkan bertanya mengenai kendaraan tersebut. Menurut pemiliknya, hal ini menjadi bagian dari pengalaman unik yang tidak bisa didapatkan dari kendaraan lain.
Selain itu, kendaraan ini juga digunakan untuk kebutuhan touring keluarga, sehingga nilai emosionalnya cukup tinggi bagi pemilik.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, motor listrik roda tiga Selis Bromo ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik bukan hanya soal mobilitas, tetapi juga ruang kreativitas bagi penggunanya. Dengan berbagai modifikasi yang dilakukan, kendaraan ini berubah dari unit standar menjadi proyek personal yang unik dan fungsional.
Meski biaya modifikasinya jauh lebih besar dibanding harga unit awal, pengalaman dan kepuasan yang didapatkan menjadi nilai utama bagi pemiliknya. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa tren kendaraan listrik di Indonesia tidak hanya berkembang secara teknologi, tetapi juga dari sisi kreativitas pengguna.
Editor : Cholifatun Nisak