Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Intip Pabrik Motor Listrik Polytron Fox 350 di Kudus, Produksi Canggih Pakai Robot dan Bisa Hasilkan 140 Unit per Hari

Axsha Zazhika • Kamis, 7 Mei 2026 | 12:56 WIB
Intip Pabrik Motor Listrik Polytron Fox 350 di Kudus, Produksi Canggih Pakai Robot dan Bisa Hasilkan 140 Unit per Hari (Gemini AI)
Intip Pabrik Motor Listrik Polytron Fox 350 di Kudus, Produksi Canggih Pakai Robot dan Bisa Hasilkan 140 Unit per Hari (Gemini AI)

 

BLITAR - Polytron semakin serius menggarap pasar kendaraan listrik di Indonesia. Lewat motor listrik Polytron Fox 350, perusahaan elektronik asal Indonesia itu kini menunjukkan kemampuan produksinya yang modern dan berteknologi tinggi. Bahkan, proses produksi motor listrik Polytron dilakukan dengan bantuan robot otomatis layaknya pabrik motor global.

Hal tersebut terlihat dalam tayangan kanal YouTube AutonetMagz yang berkesempatan mengunjungi langsung fasilitas produksi Polytron di Kudus dan Demak, Jawa Tengah. Dalam video tersebut diperlihatkan berbagai proses produksi motor listrik Polytron Fox 350 mulai dari perakitan komponen, pengecatan body, produksi baterai, hingga tahap inspeksi akhir sebelum motor dipasarkan.

Kehadiran pabrik modern ini sekaligus memperlihatkan keseriusan Polytron dalam bersaing di industri motor listrik Indonesia yang kini semakin berkembang. Dengan fasilitas produksi canggih dan quality control ketat, Polytron ingin memastikan kualitas Fox 350 mampu bersaing dengan merek besar lainnya.

Baca Juga: Rekomendasi Mobil Hatchback Bekas Terbaik Jepang & Korea: Yaris, Brio, Jazz hingga Hyundai I10, Ini Kelebihan dan Kekurangannya!

Produksi Komponen Gunakan Teknologi Robotik

Proses produksi dimulai dari pabrik perakitan komponen seperti speedometer dan sektor pencahayaan. Meski beberapa tahap masih menggunakan tenaga manusia, Polytron tetap memanfaatkan teknologi robotik untuk meningkatkan presisi produksi.

Robot digunakan pada proses sealing komponen agar hasil lebih rapat dan presisi. Teknologi ini membuat kualitas komponen menjadi lebih konsisten dan minim kesalahan produksi.

Setelah itu, proses berlanjut ke pabrik pengecatan body panel motor listrik Polytron Fox 350. Area ini disebut baru beroperasi sekitar tiga hingga enam bulan terakhir.

Dalam proses pengecatan, seluruh body motor digantung pada conveyor khusus sebelum masuk ke ruang pengecatan otomatis. Robot kemudian bekerja melakukan pengecatan secara presisi agar hasil cat merata dan berkualitas tinggi.

Baca Juga: Chevrolet Spark LT 2011 Manual Bekas Murah Ternyata Masih Jadi Buruan, Kondisi Mulus Bikin Kaget, Harga Cuma Segini!

Usai dicat, body panel akan ditempatkan di ruang pengeringan sebelum masuk ke tahap produksi berikutnya.

Baterai LFP Jadi Andalan Polytron Fox 350

Salah satu bagian paling menarik adalah area produksi baterai motor listrik Polytron. Di lokasi ini diperlihatkan bagaimana sel baterai disusun, disolder menggunakan laser otomatis, hingga dipasang casing dan kabel kelistrikan.

Polytron juga memperlihatkan demonstrasi uji ketahanan baterai LFP yang digunakan pada Fox 350. Dalam pengujian tersebut, baterai LFP milik Polytron disebut lebih aman dibanding baterai lain yang tidak memenuhi standar.

Bahkan saat dilakukan benturan keras, baterai LFP Polytron tidak langsung terbakar seperti baterai jenis lain. Berbeda dengan baterai NMC yang diperlihatkan sangat sensitif terhadap benturan dan langsung memicu api.

Baca Juga: Heboh! 10 Motor Listrik Subsidi Terbaik di Indonesia 2026, Mulai Rp7 Jutaan, Gesit, Rakata hingga Polytron Banjir Fitur Canggih!

Selain demonstrasi fisik, Polytron juga melakukan berbagai pengujian laboratorium terhadap baterainya. Mulai dari vibrasi, drop test, uji tegangan, hingga pengujian suhu ekstrem untuk memastikan keamanan pengguna.

Proses Perakitan Fox 350 Dilakukan Bertahap

Tahap berikutnya adalah area perakitan motor listrik Polytron Fox 350. Semua komponen yang berasal dari pabrik sebelumnya akan diperiksa ulang sebelum dipasang ke unit motor.

Perakitan dimulai dari pemasangan sasis, arm belakang, kotak baterai, hingga drive hub motor. Setelah itu dilanjutkan dengan pemasangan stang, perangkat elektronik, kabel wiring, hingga body motor.

Baca Juga: Heboh! Motor Listrik Roda Tiga Selis Bromo Dimodifikasi Jadi “Monster Jalanan”, Harga Rp50 Jutaan Tapi Ubahannya Bikin Geleng Kepala!

Ketika seluruh body terpasang, motor akan masuk ke tahap pemasangan speedometer dan pengecekan awal. Setelah motor dapat dinyalakan, unit langsung menjalani proses inspeksi ketat.

Pada tahap inspeksi ini, teknisi memeriksa detail motor sekaligus memasang logo dan stiker finishing seperti tulisan Fox 350 dan emblem Polytron.

Bisa Produksi 140 Unit dalam Satu Shift

Setelah lolos inspeksi awal, motor akan diuji menggunakan dyno test untuk memastikan performa kendaraan sesuai standar. Polytron bahkan kini memiliki dua dyno sekaligus untuk menunjang produksi dua lini motor listrik mereka.

Tahap terakhir adalah appearance inspection atau inspeksi tampilan akhir. Pada proses ini, seluruh unit diperiksa kembali agar benar-benar siap dipasarkan ke konsumen.

Baca Juga: Geger! Review Overo Star 3 Lead 3: Sepeda Listrik Rp9 Jutaan Ini Tembus 150 Km, Klaim vs Realita Bikin Kaget!

Menariknya, Polytron mengklaim fasilitas produksinya kini jauh lebih berkembang dibanding tahun sebelumnya. Jika sebelumnya hanya memproduksi satu lini kendaraan, kini mereka sudah mampu memproduksi dua lineup motor listrik sekaligus.

Dalam satu shift kerja selama tujuh jam, pabrik Polytron disebut mampu menghasilkan hingga 140 unit motor listrik. Artinya, sekitar 20 unit kendaraan dapat diproduksi setiap jamnya.

Kapasitas produksi tersebut menunjukkan kesiapan Polytron untuk memenuhi permintaan pasar motor listrik nasional yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Editor : Axsha Zazhika
#baterai LFP #motor listrik Indonesia #polytron fox 350 #motor listrik Polytron #pabrik Polytron Kudus