BLITAR - Motor listrik Alesa Evo mulai mencuri perhatian pecinta kendaraan listrik di Indonesia. Skuter listrik bergaya retro ini tidak hanya tampil unik, tetapi juga menawarkan performa yang cukup mengejutkan saat diuji di jalanan menanjak. Dengan tenaga 3.000 watt dan baterai 72 volt 27 Ah tipe LFP, motor listrik Alesa Evo disebut memiliki torsi instan yang cocok untuk jalur perkotaan hingga daerah pegunungan.
Dalam sebuah ulasan jalanan, motor listrik Alesa Evo dibandingkan langsung dengan model lain seperti N9 Old. Hasilnya, Alesa Evo dinilai lebih nyaman dari sisi suspensi dan memiliki karakter tenaga yang lebih agresif saat digunakan di tanjakan.
Motor listrik retro ini juga hadir dengan desain khas skutik Eropa yang simpel namun modern. Selain tampilan, performa Alesa Evo menjadi salah satu alasan motor ini ramai diperbincangkan di kalangan pengguna kendaraan listrik harian.
Torsi Instan Jadi Andalan di Tanjakan
Saat diuji di jalan menanjak dengan kondisi berhenti total, Alesa Evo mampu melaju kembali tanpa kesulitan. Pengulas menyebut motor ini tetap responsif meski membawa beban hingga sekitar 120 kilogram.
Karakter tenaga motor listrik Alesa Evo berasal dari sistem side drive yang digunakan. Teknologi ini membuat distribusi tenaga terasa lebih instan dibanding motor listrik hub drive biasa.
“Kalau buat tanjakan dari posisi diam, torsinya enak banget,” ungkap pengulas dalam video tersebut.
Motor ini juga disebut nyaman digunakan di jalur naik turun seperti kawasan pegunungan. Saat kondisi macet di tanjakan, tenaga motor tetap terasa stabil tanpa gejala ngempos.
Keunggulan lain terlihat pada mode kecepatan ketiga yang dianggap paling responsif. Pengendara menyebut akselerasi motor terasa terus mengisi sejak awal gas diputar hingga kecepatan menengah.
Suspensi Lebih Empuk Dibanding Rivalnya
Selain performa, kenyamanan berkendara menjadi poin penting yang disorot. Suspensi motor listrik Alesa Evo dinilai lebih empuk dibanding N9 Old yang digunakan sebagai pembanding.
Ketika melewati polisi tidur dan jalan bergelombang, getaran yang diterima pengendara terasa lebih minim. Faktor ini disebut berasal dari desain shockbreaker yang lebih tinggi serta penggunaan ban yang lebih tebal.
Meski demikian, posisi duduk Alesa Evo disebut agak jongkok karena jarak antara dek dan jok cukup pendek. Karakter ergonomi seperti ini mirip dengan beberapa motor listrik lain di kelasnya.
Namun secara keseluruhan, motor tetap dianggap nyaman untuk penggunaan harian, terutama untuk perjalanan jarak dekat hingga menengah.
Baterai LFP dan Jarak Tempuh Realistis
Motor listrik Alesa Evo menggunakan baterai lithium ferro phosphate atau LFP berkapasitas 72 volt 27 Ah. Jenis baterai ini dikenal lebih aman dan tahan lama dibanding baterai SLA generasi lama.
Dalam pengujian harian, konsumsi baterai dinilai cukup realistis. Pengulas memperkirakan jarak tempuh motor berada di kisaran 50 hingga 60 kilometer dalam penggunaan normal.
Meski pabrikan mengklaim mampu mencapai sekitar 70 kilometer, pengulas menyebut angka tersebut kemungkinan hanya tercapai jika motor digunakan dengan kecepatan rendah dan gaya berkendara santai.
“Kalau dipakai normal, mungkin 50 sampai 60 kilometer,” ujarnya.
Karena baterai motor tidak mendukung sistem tukar baterai, pengguna harus mengisi ulang langsung saat daya habis. Hal ini dianggap menjadi salah satu kekurangan untuk perjalanan touring jarak jauh.
Cocok untuk Pengguna Harian
Dari sisi karakter berkendara, motor listrik Alesa Evo dianggap cocok untuk pengguna yang membutuhkan kendaraan praktis dengan tenaga besar. Suara motor yang halus, torsi instan, dan desain retro menjadi kombinasi menarik di tengah tren kendaraan listrik saat ini.
Pengulas bahkan mengaku lebih menyukai karakter side drive dibanding hub drive untuk penggunaan di jalur menanjak. Sistem tersebut dianggap memberikan sensasi berkendara yang lebih mirip motor bensin, tetapi tanpa getaran dan suara mesin.
Saat harga awal motor masih berada di kisaran Rp25 jutaan, pengulas mengaku sempat mengurungkan niat membeli. Namun setelah mendapat potongan harga hingga sekitar Rp18 jutaan, motor ini akhirnya dipilih sebagai kendaraan harian sekaligus bahan review.
Dengan kombinasi desain klasik, performa kuat, dan biaya operasional murah, motor listrik Alesa Evo kini mulai dilirik sebagai salah satu alternatif kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Editor : Axsha Zazhika