JAKARTA - Motor listrik Selis MX mulai menarik perhatian masyarakat yang mencari kendaraan ramah lingkungan untuk mobilitas harian jarak dekat. Dengan desain sederhana dan spesifikasi yang cukup mumpuni di kelasnya, Selis MX disebut cocok digunakan untuk aktivitas di sekitar rumah maupun perjalanan pendek di area perkotaan.
Dalam ulasan yang dibagikan kanal otomotif dan teknologi kendaraan listrik, Selis MX diperkenalkan sebagai motor listrik yang mengutamakan kepraktisan dan efisiensi penggunaan sehari-hari. Kendaraan ini hadir dengan kemampuan jelajah hingga 40 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh, tergantung kondisi jalan dan beban yang dibawa pengendara.
Keunggulan utama Selis MX terletak pada legalitasnya yang sudah lengkap. Motor listrik ini menjadi salah satu produk Selis yang telah memiliki kelengkapan legal untuk digunakan di jalan raya. Hal tersebut menjadi nilai tambah karena masih banyak motor listrik di pasaran yang digunakan secara terbatas tanpa dokumen kendaraan resmi.
Dibekali Motor 1.200 Watt
Selis MX menggunakan motor penggerak berkekuatan 1.200 watt. Tenaga tersebut dinilai cukup untuk mendukung kebutuhan mobilitas ringan hingga menengah di kawasan perkotaan.
Motor listrik ini mampu melaju dengan kecepatan maksimal hingga 50 kilometer per jam. Dengan kemampuan tersebut, Selis MX dinilai cukup nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari seperti bekerja, belanja, maupun perjalanan singkat di dalam kota.
Menariknya, motor penggerak Selis MX sudah terintegrasi langsung dengan tromol roda belakang. Sistem ini membuat konstruksi kendaraan terlihat lebih praktis dan sederhana. Selain itu, penggunaan motor hub seperti ini juga minim perawatan karena tidak menggunakan rantai seperti motor konvensional berbahan bakar bensin.
Jarak Tempuh 40 Kilometer Sekali Cas
Untuk sumber tenaga, Selis MX dibekali baterai berkapasitas 60 volt 20 ampere. Dengan spesifikasi tersebut, motor listrik ini mampu menempuh perjalanan hingga sekitar 40 kilometer dalam kondisi baterai penuh.
Namun, jarak tempuh tersebut tetap dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kondisi jalan, gaya berkendara, hingga bobot pengendara maupun barang bawaan.
Sementara itu, proses pengisian daya baterai membutuhkan waktu sekitar 4 hingga 6 jam sampai penuh. Waktu pengisian ini masih tergolong standar untuk motor listrik di kelas entry level.
Dengan kapasitas baterai dan kemampuan jelajah tersebut, Selis MX lebih difokuskan untuk penggunaan harian dengan jarak dekat. Motor ini dinilai kurang cocok untuk perjalanan jauh karena kapasitas baterainya memang dirancang untuk kebutuhan mobilitas ringan.
Desain Mengotak dan Pilihan Tiga Varian
Dari sisi desain, Selis MX tampil dengan karakter bodi mengotak yang membuat tampilannya terlihat tegas dan kaku. Bagian depan motor memiliki dimensi yang cukup panjang dengan penggunaan lampu utama berbentuk kotak.
Konsep desain tersebut membuat Selis MX memiliki ciri khas tersendiri dibanding motor listrik lain yang umumnya menggunakan desain membulat dan futuristis.
Motor listrik ini juga hadir dalam tiga pilihan varian baterai, yakni tipe lead acid, single lithium, dan dual lithium. Perbedaan varian tersebut tentu memengaruhi performa, bobot kendaraan, hingga kemampuan jarak tempuh yang ditawarkan.
Varian lithium biasanya menawarkan bobot yang lebih ringan dan usia pakai baterai yang lebih panjang dibanding baterai tipe lead acid. Sementara varian dual lithium memberikan kemampuan jelajah yang lebih jauh untuk kebutuhan penggunaan yang lebih intensif.
Cocok untuk Mobilitas Harian
Secara keseluruhan, Selis MX menjadi salah satu pilihan motor listrik yang cukup menarik untuk masyarakat yang membutuhkan kendaraan praktis dan hemat biaya operasional.
Dengan kecepatan maksimal 50 km/jam, jarak tempuh hingga 40 kilometer, serta legalitas lengkap untuk penggunaan jalan raya, motor listrik ini dinilai cocok digunakan sebagai kendaraan harian di lingkungan perkotaan.
Selain lebih ramah lingkungan, penggunaan motor listrik seperti Selis MX juga dapat membantu menekan biaya bahan bakar dan perawatan dibanding motor berbahan bakar konvensional.
Editor : Novica Satya Nadianti