JAKARTA - Kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM membuat masyarakat mulai melirik kendaraan listrik sebagai alternatif transportasi harian yang lebih hemat. Salah satu motor listrik yang kini banyak diperbincangkan adalah Selis MX, skuter listrik bergaya modern dengan biaya operasional sangat murah.
Motor listrik Selis MX hadir sebagai pilihan kendaraan ramah lingkungan dengan harga yang relatif terjangkau. Di tengah meningkatnya kebutuhan mobilitas harian, motor listrik ini menawarkan konsumsi energi yang jauh lebih hemat dibanding motor berbahan bakar bensin.
Selain hemat biaya, Selis MX juga menawarkan desain modern bergaya skuter listrik masa kini. Dengan tampilan mengotak dan fitur pencahayaan LED, motor listrik ini cukup menarik perhatian masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Motor listrik Selis MX disebut cocok digunakan untuk aktivitas harian di area perkotaan maupun perjalanan jarak dekat. Kemampuan jelajahnya dinilai cukup untuk mendukung kebutuhan mobilitas sehari-hari.
Desain Kotak dengan Lampu LED Proyektor
Secara tampilan, Selis MX hadir dengan desain bodi mengotak yang membuat tampilannya terlihat tegas dan futuristis. Konsep desain seperti ini memang sudah banyak digunakan pada skuter listrik modern.
Bagian depan motor menggunakan headlamp berbentuk persegi yang sudah mengadopsi teknologi lampu LED proyektor. Penggunaan lampu proyektor membuat pencahayaan menjadi lebih fokus dan terang saat digunakan berkendara di malam hari.
Sementara di bagian belakang, stop lamp motor listrik ini tampil cukup unik. Housing lampunya berbentuk persegi panjang dengan aksen lampu LED bergaris menyerupai huruf X yang membuat tampilannya lebih modern.
Kombinasi desain sederhana dengan sentuhan futuristis menjadi salah satu daya tarik Selis MX di segmen motor listrik entry level.
Gunakan Dinamo 1.200 Watt
Untuk sektor performa, Selis MX menggunakan dinamo brushless DC motor bertegangan 60 volt dengan tenaga 1.200 watt.
Motor penggerak tersebut memungkinkan Selis MX melaju hingga kecepatan maksimal 50 kilometer per jam. Performa itu dinilai cukup untuk kebutuhan berkendara harian di jalan perkotaan.
Sementara untuk sumber tenaga, Selis MX menggunakan baterai SLA berkapasitas 60V20Ah. Baterai tersebut mampu memberikan jarak tempuh hingga sekitar 40 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh.
Jarak tempuh tersebut memang lebih cocok untuk penggunaan jarak dekat seperti bekerja, sekolah, hingga aktivitas di lingkungan perkotaan.
Motor listrik ini juga menawarkan sensasi berkendara yang lebih senyap dibanding motor konvensional berbahan bakar bensin. Selain itu, perawatan kendaraan listrik dinilai lebih praktis karena tidak membutuhkan penggantian oli mesin secara rutin.
Biaya Cas Sangat Murah
Salah satu keunggulan utama Selis MX terletak pada biaya pengisian daya baterainya yang sangat ekonomis.
Dalam ulasan disebutkan biaya cas listrik motor ini hanya sekitar Rp1.890 untuk sekali pengisian daya hingga penuh. Angka tersebut tentu jauh lebih murah dibanding biaya membeli BBM untuk penggunaan harian.
Efisiensi biaya operasional inilah yang membuat motor listrik semakin diminati masyarakat, terutama saat harga BBM mengalami kenaikan.
Selain lebih hemat, penggunaan motor listrik juga dianggap lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas buang seperti kendaraan berbahan bakar fosil.
Harga Selis MX Masih Terjangkau
Dari sisi harga, Selis MX dibanderol sekitar Rp11,4 juta off the road. Namun untuk wilayah Jakarta, konsumen perlu menambah biaya sekitar Rp2,5 juta agar motor sudah berstatus on the road lengkap dengan dokumen kendaraan resmi.
Dengan harga tersebut, Selis MX menjadi salah satu motor listrik murah yang cukup kompetitif di pasar Indonesia.
Kombinasi desain modern, biaya cas hemat, serta performa yang memadai membuat Selis MX menjadi alternatif menarik bagi masyarakat yang ingin beralih dari motor bensin ke kendaraan listrik.
Terlebih di tengah tren kenaikan harga BBM, motor listrik seperti Selis MX dinilai mampu menjadi solusi transportasi harian yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan.
Editor : Novica Satya Nadianti