JAKARTA - Motor listrik Selis MX resmi mendapatkan subsidi pemerintah setelah memenuhi syarat tingkat komponen dalam negeri atau TKDN yang ditetapkan pemerintah. Selis sebagai produsen dan distributor kendaraan listrik di Indonesia menjadi salah satu merek yang memperoleh bantuan program subsidi motor listrik nasional.
Pemerintah memberikan subsidi untuk sepeda motor listrik yang diproduksi di Indonesia dengan nilai TKDN minimal 40 persen. Selain itu, produsen juga diwajibkan tidak menaikkan harga jual selama masa pemberian subsidi dan memiliki komitmen produksi sesuai ketentuan yang ditetapkan.
Selis MX menjadi salah satu motor listrik yang lolos program subsidi karena memiliki nilai TKDN sangat tinggi. Bahkan, motor listrik ini disebut menjadi produk Selis dengan tingkat kandungan lokal tertinggi dibanding model lainnya.
Dengan adanya subsidi motor listrik sebesar Rp7 juta, harga Selis MX diprediksi menjadi semakin kompetitif di pasar kendaraan listrik Indonesia. Hal ini sekaligus membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk beralih menggunakan kendaraan ramah lingkungan.
TKDN Selis MX Capai 53,69 Persen
Berdasarkan informasi yang disampaikan, Selis MX memiliki nilai TKDN mencapai 53,69 persen. Angka tersebut jauh melampaui syarat minimum pemerintah sebesar 40 persen.
Tingginya nilai TKDN menunjukkan bahwa sebagian besar komponen motor listrik ini sudah diproduksi di dalam negeri. Hal itu juga menjadi bukti berkembangnya industri kendaraan listrik nasional yang semakin mampu memproduksi komponen lokal secara mandiri.
Program subsidi pemerintah sendiri memang difokuskan untuk mendorong penggunaan produk dalam negeri sekaligus mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
Dengan tingginya TKDN, Selis MX dianggap memenuhi seluruh persyaratan utama untuk menerima bantuan subsidi kendaraan listrik dari pemerintah.
Jarak Tempuh Hingga 120 Kilometer
Selis MX dikenal sebagai salah satu motor listrik terlaris dari merek Selis. Motor listrik ini menawarkan kemampuan jelajah yang cukup jauh untuk ukuran kendaraan listrik harian.
Menggunakan dukungan dua baterai lithium, Selis MX mampu menempuh perjalanan hingga 120 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh. Jarak tempuh tersebut membuat motor ini cukup ideal digunakan untuk aktivitas harian maupun perjalanan jarak menengah.
Kemampuan jelajah yang lebih jauh menjadi salah satu keunggulan penting motor listrik karena masih banyak konsumen yang mempertimbangkan daya tahan baterai sebelum membeli kendaraan listrik.
Selain itu, penggunaan baterai lithium juga memberikan keunggulan dari sisi usia pakai yang lebih panjang dan proses pengisian daya yang lebih efisien dibanding baterai konvensional.
Dinamo 1.200 Watt dan Top Speed 60 Km/Jam
Dari sisi performa, Selis MX dibekali dinamo berkekuatan 1.200 watt. Motor listrik tersebut dinilai cukup mumpuni untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari di kawasan perkotaan.
Selis MX mampu melaju dengan kecepatan maksimal hingga 60 kilometer per jam. Performa ini cukup untuk mendukung perjalanan harian dengan karakter berkendara yang lebih halus dan senyap dibanding motor berbahan bakar bensin.
Motor listrik ini juga diklaim mampu membawa beban maksimal hingga 200 kilogram. Dengan kapasitas tersebut, kendaraan masih tetap nyaman digunakan untuk membawa penumpang maupun barang bawaan tambahan.
Selain menawarkan performa yang cukup baik, penggunaan motor listrik juga membuat biaya operasional menjadi lebih hemat karena pengguna tidak perlu membeli bahan bakar minyak setiap hari.
Subsidi Motor Listrik Dorong Minat Konsumen
Program subsidi motor listrik dari pemerintah mulai memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik.
Potongan harga hingga Rp7 juta membuat motor listrik menjadi lebih terjangkau bagi berbagai kalangan masyarakat. Selis MX menjadi salah satu produk yang paling diuntungkan karena sudah memiliki legalitas lengkap dan spesifikasi yang cukup kompetitif.
Dengan kombinasi TKDN tinggi, jarak tempuh hingga 120 kilometer, serta performa motor 1.200 watt, Selis MX diprediksi akan semakin diminati di pasar kendaraan listrik nasional.
Selain lebih hemat biaya operasional, penggunaan motor listrik juga mendukung pengurangan emisi kendaraan dan membantu menciptakan transportasi yang lebih ramah lingkungan di Indonesia.
Editor : Novica Satya Nadianti