BLITAR KAWENTAR - Mobil bekas irit di bawah Rp100 juta masih menjadi incaran masyarakat pada 2025. Selain harga yang lebih terjangkau, biaya operasional rendah dan konsumsi bahan bakar hemat menjadi alasan utama banyak orang berburu kendaraan second untuk kebutuhan harian.
Namun, memilih mobil bekas irit tidak bisa sembarangan. Sebab, ada kendaraan yang terlihat murah di awal, tetapi ternyata boros bensin, biaya servis mahal, hingga spare part sulit ditemukan. Karena itu, calon pembeli wajib selektif sebelum memutuskan membawa pulang unit incaran.
Dalam sebuah video otomotif terbaru, content creator Irfan Muhammad membagikan rekomendasi lima mobil bekas irit tahun 2014 hingga 2021 yang dinilai masih layak dibeli dengan budget di bawah Rp100 juta. Selain terkenal hemat BBM, mobil-mobil ini juga disebut murah perawatan dan punya resale value yang cukup baik.
Honda Brio Satya Jadi Pilihan Paling Aman
Honda Brio Satya tahun 2014 hingga 2017 menjadi rekomendasi pertama dalam daftar tersebut. Harga pasaran hatchback mungil ini saat ini berada di kisaran Rp85 juta hingga Rp98 jutaan.
Brio menggunakan mesin 1.200 cc i-VTEC empat silinder dengan tenaga mencapai 88 hp. Menariknya, konfigurasi empat silinder membuat karakter mesin lebih halus dan minim getaran dibanding rival di kelas low cost green car (LCGC) yang banyak memakai tiga silinder.
Konsumsi BBM Honda Brio disebut mampu mencapai 20 hingga 22 kilometer per liter. Selain irit, mobil ini juga dikenal responsif dan memiliki harga jual kembali yang stabil.
“Kalau mau beli mobil bekas tanpa banyak mikir, Brio sulit salah,” ujar Irfan dalam video tersebut.
Daihatsu Ayla dan Toyota Agya Tetap Jadi Primadona
Pilihan berikutnya adalah Daihatsu Ayla produksi 2017 hingga 2019. Mobil mungil ini dijual di kisaran Rp75 juta sampai Rp95 jutaan.
Menurut Irfan, Ayla cocok bagi pengguna yang mencari kendaraan murah dirawat dan hemat biaya hidup. Versi mesin 1.0 liter bahkan diklaim mampu mencatat konsumsi BBM hingga 21 kilometer per liter.
Selain pajak tahunan murah, biaya servis dan spare part Daihatsu Ayla juga mudah ditemukan di berbagai daerah.
Tak jauh berbeda, Toyota Agya tahun 2015 hingga 2018 juga masuk dalam rekomendasi mobil bekas irit. Harga pasaran mobil ini berada di angka Rp80 juta hingga Rp98 jutaan.
Secara platform, Agya memang mirip dengan Ayla. Namun, Toyota dinilai unggul dalam jaringan servis yang lebih luas dan nilai jual kembali yang relatif aman.
“Kalau dapat tipe TRD Sportivo, tampilannya juga lebih sporty,” kata Irfan.
Toyota Agya disebut cocok untuk pembeli yang mempertimbangkan resale value ketika suatu saat ingin menjual kembali mobilnya.
Karimun Wagon R Jadi Mobil Underrated
Di luar nama-nama populer, Suzuki Karimun Wagon R justru disebut sebagai mobil underrated yang layak dipertimbangkan. Unit tahun 2016 hingga 2021 saat ini dijual mulai Rp70 juta hingga Rp90 jutaan.
Meski tampil dengan desain kotak, Wagon R memiliki kabin lega dan headroom luas sehingga tetap nyaman dipakai keluarga kecil.
Mesin K10B milik Suzuki juga terkenal bandel dan irit bahan bakar. Konsumsi BBM mobil ini diklaim bisa menyentuh angka 20 sampai 22 kilometer per liter.
“Kalau cari mobil murah, irit dan fungsional, Wagon R sleeper pick banget,” jelasnya.
Dengan harga yang relatif lebih murah dibanding kompetitor, Karimun Wagon R dinilai cocok untuk pengguna yang mengutamakan fungsi dan efisiensi.
Mitsubishi Mirage Disebut Hidden Gem
Rekomendasi terakhir jatuh pada Mitsubishi Mirage tahun 2014 hingga 2016. Hatchback global ini dijual di kisaran Rp85 juta sampai Rp95 jutaan.
Berbeda dengan mobil LCGC, Mirage hadir dengan fitur yang dinilai lebih mewah di kelasnya. Beberapa unit bahkan sudah dibekali AC digital.
Mesin 1.200 cc MIVEC milik Mirage terkenal sangat hemat bahan bakar dengan konsumsi BBM mencapai 21 kilometer per liter.
Irfan menyebut Mirage sebagai hidden gem karena belum terlalu pasaran di pasar mobil bekas Indonesia. Karakter mobil yang ringan dan nyaman juga menjadi nilai tambah tersendiri.
Jangan Tergiur Murah Saja
Meski terkenal irit dan murah dirawat, Irfan tetap mengingatkan calon pembeli agar tidak hanya fokus pada harga murah. Pemeriksaan kondisi unit, riwayat servis, hingga pengecekan kaki-kaki dan mesin tetap wajib dilakukan sebelum transaksi.
“Mobil irit sekalipun kalau salah beli tetap bisa boncos,” ujarnya.
Karena itu, pembeli disarankan membawa mekanik terpercaya atau melakukan inspeksi menyeluruh agar tidak menyesal setelah membeli mobil bekas.
Editor : Dinar Ananda Putri