JAKARTA - Datsun Go Plus Panca 2019 kembali menarik perhatian pecinta mobil bekas di segmen LCGC. Meski sudah discontinued, mobil keluarga murah produksi Datsun ini masih dianggap layak diburu karena menawarkan konsumsi bahan bakar irit, kabin cukup lega, dan harga bekas yang jauh lebih murah dibanding rivalnya seperti Toyota Agya maupun Honda Brio Satya.
Dalam ulasan yang dibagikan kanal YouTube Alan Winanda, Datsun Go Plus Panca disebut memiliki karakter unik yang berbeda dibanding mobil LCGC lain di Indonesia. Mobil ini pertama kali hadir sekitar 2013 hingga 2014 saat pemerintah mulai mendorong program Low Cost Green Car (LCGC).
Datsun Go Plus Panca sendiri hadir sebagai MPV murah 7 penumpang dengan desain memanjang. Mobil ini juga sempat menjadi alternatif menarik bagi konsumen yang ingin kendaraan keluarga dengan pajak rendah dan biaya operasional ringan.
Baca Juga: Bulog Pastikan Stok Beras-Jagung di Blitar Aman untuk Kebutuhan selama Kemarau Panjang
Desain Datsun Go Plus Panca Masih Terlihat Unik
Secara tampilan, Datsun Go Plus Panca 2019 memang punya desain yang cukup berbeda dibanding rival sekelasnya. Bagian grille depan dibuat besar dengan emblem Datsun di tengah, sementara kap mesin memiliki lekukan khas yang membuat tampilannya tidak membosankan.
Lampu depannya masih menggunakan halogen biasa dengan desain sederhana. Uniknya, mobil ini hanya memakai satu wiper depan, namun tetap mampu menyapu area kaca secara maksimal.
Di bagian samping, desain bodinya terlihat seperti hatchback yang dipanjangkan. Hal tersebut membuat mobil ini punya proporsi unik sekaligus memberikan tambahan ruang untuk baris ketiga.
Baca Juga: Review Datsun Go Plus 2017 Manual, Mobil LCGC Rp70 Jutaan yang Irit BBM dan Cocok Buat Keluarga Muda
Velgnya masih menggunakan ring 13 dengan ban profil 155/80 R13. Untuk tipe D yang dibahas dalam video, fitur eksterior memang tergolong sederhana karena belum menggunakan spion elektrik maupun tambahan aksesori lain.
Bagian belakang juga terlihat minimalis. Tidak ada wiper belakang maupun defogger. Namun desain lampu belakang dengan pola kotak-kotak tetap memberi kesan khas pada mobil ini.
Mesin 1.200 cc Tiga Silinder Ternyata Responsif
Salah satu nilai jual utama Datsun Go Plus Panca ada pada sektor mesin. Mobil ini menggunakan mesin HR12DE 1.200 cc tiga silinder yang juga dipakai Nissan March hingga Nissan Kicks e-Power sebagai generator pengisian baterai.
Mesin tersebut menghasilkan tenaga 68 PS untuk transmisi manual lima percepatan dengan torsi 104 Nm. Meski hanya tiga silinder, performanya dinilai cukup responsif terutama di putaran bawah hingga tengah.
Reviewer menyebut tarikan mobil terasa ringan dan nyaman dipakai di dalam kota. Karakter torsinya juga cocok untuk kondisi stop and go di lalu lintas perkotaan.
Selain itu, konsumsi bahan bakarnya tergolong irit. Dalam penggunaan harian di Kota Semarang, mobil ini diklaim mampu mencatat konsumsi BBM sekitar 1:14 hingga 1:15 km per liter.
Kabin Cukup Lega, Suspensi Jadi Nilai Plus
Masuk ke interior, Datsun Go Plus Panca memang masih dipenuhi material plastik keras. Namun layout dashboard dibuat sederhana dan cukup enak dipandang dengan kombinasi warna terang serta gelap.
Untuk fitur, mobil ini memang sangat basic. Power window hanya tersedia di bagian depan, AC masih model manual, dan sistem hiburannya sederhana.
Meski begitu, ruang kabin baris kedua terasa cukup lega untuk penumpang dengan tinggi badan sekitar 170 cm. Sementara baris ketiga hanya cocok digunakan anak-anak karena ruang kaki dan kepala sangat terbatas.
Hal yang paling mendapat pujian adalah sektor suspensi. Reviewer menyebut bantingan Datsun Go Plus Panca terasa empuk saat melintasi jalan beton maupun speed bump.
Karakter suspensinya bahkan dianggap lebih nyaman dibanding beberapa kompetitor LCGC lain yang cenderung lebih keras.
“Suspensinya nyaman, joknya juga tebal. Buat harian enak dipakai,” ungkap reviewer dalam video tersebut.
Harga Bekas Lebih Murah dari Rival
Meski sudah tidak diproduksi lagi, Datsun Go Plus Panca masih banyak dijumpai di pasar mobil bekas. Harga jualnya pun tergolong menarik karena berada di bawah rival sekelasnya.
Reviewer menyebut harga bekas Datsun Go Plus Panca tahun 2019 rata-rata lebih murah dibanding Honda Brio Satya atau Toyota Agya di tahun yang sama.
Selain harga beli yang terjangkau, biaya pajak tahunannya juga relatif ringan. Untuk unit berpelat Kota Semarang, pajaknya disebut hanya sekitar Rp1,5 jutaan per tahun.
Dengan kombinasi harga murah, mesin irit, serta kenyamanan berkendara yang cukup baik, Datsun Go Plus Panca masih layak menjadi pilihan mobil pertama bagi konsumen yang mencari kendaraan keluarga ekonomis.
Editor : Novica Satya Nadianti