JAKARTA - Pengalaman menggunakan Polytron Fox R selama satu tahun penuh akhirnya dibagikan oleh seorang pengguna motor listrik yang aktif memakai kendaraan tersebut untuk aktivitas harian hingga touring jarak jauh. Dalam ulasannya, pengguna mengungkap berbagai kelebihan dan kekurangan Polytron Fox R, mulai dari biaya operasional yang sangat hemat hingga persoalan after sales service yang sempat bikin frustrasi.
Review 1 tahun Polytron Fox R ini langsung menarik perhatian pecinta motor listrik Indonesia. Apalagi, motor listrik Polytron tersebut sudah digunakan sejauh lebih dari 18 ribu kilometer dengan intensitas pemakaian tinggi setiap hari.
Pengalaman nyata pengguna ini sekaligus menjadi gambaran bagaimana performa Polytron Fox R setelah dipakai dalam jangka panjang. Selain membahas kenyamanan berkendara, pengguna juga menyoroti soal garansi baterai, biaya listrik, hingga layanan servis resmi Polytron.
Baca Juga: Honda City Facelift 2015 Bekas Dijual Rp145 Jutaan, Sedan Irit dan Nyaman Ini Masih Jadi Buruan
Dipakai Harian hingga Touring Jarak Jauh
Pengguna mengaku awalnya memakai Polytron Fox R untuk aktivitas harian di kawasan Depok dengan jarak tempuh sekitar 30 hingga 50 kilometer per hari.
Namun setelah pindah ke kawasan Cibubur Timur, penggunaan motor listrik tersebut meningkat menjadi sekitar 60 hingga 80 kilometer setiap hari.
Tak hanya dipakai untuk mobilitas rutin, Polytron Fox R juga digunakan touring ke berbagai daerah. Menurutnya, motor listrik justru membuat pengalaman touring terasa lebih seru karena harus memperhitungkan titik charging dan konsumsi daya.
Baca Juga: Proton Exora VL 2014 Dijual Rp75 Juta, MPV 8 Penumpang Ini Sudah Touchscreen dan Pajak Panjang
Hingga Oktober 2024, odometer motor menunjukkan angka 18.342 kilometer. Angka tersebut tergolong tinggi untuk pemakaian motor listrik selama satu tahun.
Biaya Operasional Jauh Lebih Murah
Salah satu hal yang paling dipuji dari Polytron Fox R adalah biaya operasional yang sangat hemat dibanding motor bensin.
Selama satu tahun penggunaan dan menempuh lebih dari 18 ribu kilometer, total konsumsi listrik untuk charging di rumah tercatat sekitar 600 kWh. Jika dihitung, biaya token listrik yang digunakan hanya sekitar Rp870 ribu.
Namun karena Polytron Fox R menggunakan sistem sewa baterai, pengguna juga harus membayar biaya langganan sebesar Rp2,4 juta per tahun.
Dengan demikian, total biaya operasional motor listrik tersebut selama satu tahun hanya sekitar Rp3,2 juta tanpa biaya servis rutin.
Pengguna kemudian membandingkan dengan motor bensin Yamaha NMAX yang sebelumnya dipakai. Jika menggunakan motor bensin dengan konsumsi rata-rata 40 kilometer per liter, maka untuk jarak 18 ribu kilometer diperlukan sekitar 458 liter Pertamax.
Artinya, biaya bensin yang harus dikeluarkan mencapai lebih dari Rp5,5 juta dan belum termasuk servis maupun penggantian oli.
After Sales Polytron Jadi Sorotan
Meski puas dengan efisiensi biaya dan performa motor, pengguna mengaku sempat kecewa dengan layanan after sales Polytron, khususnya saat mengurus klaim garansi baterai.
Ia mengungkap proses klaim sempat terasa sulit dan membingungkan karena kebijakan tiap service center berbeda-beda. Setelah mencari service center yang dianggap terbaik, masalah baterai akhirnya berhasil diselesaikan.
Meski demikian, pengguna mengapresiasi perubahan sistem layanan Polytron yang dinilai mulai membaik setelah banyak keluhan muncul dari konsumen.
Selain masalah baterai, pengguna juga pernah mengalami selang rem terkikis dan throttle error. Untungnya, kedua masalah tersebut dapat diselesaikan di service center resmi tanpa kendala berarti.
Namun ada pengalaman lain yang cukup mengejutkan. Saat ingin membeli body motor yang pecah pada November 2023, stok sparepart baru tersedia sekitar enam bulan kemudian.
Hal itu menjadi salah satu kritik utama terhadap ketersediaan sparepart Polytron Fox R.
Fast Charging Jadi Nilai Plus
Di balik berbagai kekurangan tersebut, pengguna tetap menganggap Polytron Fox R sebagai motor listrik yang nyaman dipakai harian.
Salah satu fitur favoritnya adalah kemampuan fast charging. Menurutnya, Polytron menjadi salah satu brand motor listrik yang sudah mendukung fast charging hingga 40 ampere.
Kemampuan tersebut dianggap jauh lebih baik dibanding beberapa motor listrik lain yang rata-rata hanya mendukung charging 15 ampere.
Selain itu, desain motor juga dianggap keren dan cocok dipakai untuk aktivitas sehari-hari maupun touring.
Pengguna Beri Masukan untuk Polytron
Di akhir ulasan, pengguna berharap Polytron terus memperbaiki kualitas layanan after sales dan komunikasi kepada konsumen.
Ia juga menyoroti perubahan kebijakan pembayaran sewa baterai yang sempat dilakukan secara mendadak hingga menyebabkan speed limit aktif otomatis di motor pengguna.
Menurutnya, pemberitahuan melalui aplikasi atau pesan singkat seharusnya bisa dilakukan lebih jelas agar tidak membahayakan pengguna saat berkendara.
Meski memiliki beberapa catatan, pengguna tetap mengaku puas memakai Polytron Fox R selama satu tahun terakhir dan bahkan tertarik mencoba motor listrik lain jika subsidi kendaraan listrik kembali tersedia.
Editor : Divka Vance Yandriana