JAKARTA - Infinix kembali membuat kejutan di pasar smartphone Indonesia lewat peluncuran Infinix Note 60 Ultra. Bukan cuma karena desainnya yang nyentrik, tetapi juga karena harganya yang menembus Rp11 jutaan saat first sale.
Harga tersebut menjadikan Infinix Note 60 Ultra sebagai smartphone termahal yang pernah dirilis Infinix di Indonesia. Menariknya lagi, perangkat ini bahkan sempat belum muncul di website resmi Infinix Indonesia saat ramai dibahas di media sosial dan YouTube.
Infinix Note 60 Ultra hadir sebagai produk kolaborasi dengan rumah desain Italia Pininfarina, perusahaan yang dikenal merancang mobil-mobil premium seperti Ferrari, Maserati, hingga Alfa Romeo. Karena itu, smartphone ini lebih terasa sebagai collectible item ketimbang sekadar perangkat komunikasi biasa.
Unboxing Mewah ala Mobil Sport
Hal pertama yang paling mencuri perhatian dari Infinix Note 60 Ultra justru bukan smartphonenya, melainkan pengalaman unboxing yang dibuat sangat premium.
Kotaknya berbentuk kubus besar dengan mekanisme buka seperti buku. Di bagian tengah terdapat unit smartphone, sementara sisi kanan dan kiri berisi aksesori eksklusif.
Pengguna akan mendapatkan wireless charger 50 watt dengan desain kevlar, dudukan supercar berbahan zinc alloy, charger 100 watt, tempered glass, kabel premium, hingga case khusus bermotif carbon fiber.
Konsep pengisian dayanya juga dibuat unik. Smartphone bisa ditempel secara magnetik ke dudukan sehingga tampil seperti miniatur mobil sport di meja kerja.
Pengalaman unboxing tersebut dinilai menjadi salah satu yang terbaik untuk smartphone Infinix sejauh ini. Infinix tampak ingin menjual pengalaman premium dan eksklusivitas, bukan sekadar spesifikasi.
Desain Futuristik dengan Sentuhan Pininfarina
Masuk ke sektor desain, Infinix Note 60 Ultra tampil sangat berbeda dibanding seri Note sebelumnya. Pininfarina benar-benar merancang ulang bagian belakang smartphone ini.
Baca Juga: Daftar Harga Chevrolet Aveo Bekas Mei 2026, Mulai Rp47 Juta Sudah Dapat Mobil Nyaman dan Irit
Semua kamera dibuat menyatu di balik satu lapisan Gorilla Glass Victus sehingga tidak ada modul lensa menonjol. Saat diletakkan di meja, bodinya tetap rata dan tidak goyang.
Di bagian belakang juga terdapat Active Matrix Display yang dapat menampilkan jam, animasi musik, ikon notifikasi, hingga mini game sederhana. Fitur ini mengingatkan pada konsep glyph interface milik Nothing.
Tak hanya itu, ada pula floating taillight LED yang menyala layaknya lampu mobil sport futuristik.
Kesan premium semakin terasa lewat frame aluminium, finishing kaca yang rapi, serta haptic feedback yang disebut lebih solid dibanding smartphone Infinix lainnya.
Sayangnya, di balik desain mewah tersebut, Infinix Note 60 Ultra hanya memiliki sertifikasi IP64. Artinya perangkat ini hanya tahan debu dan cipratan air ringan, belum mendukung ketahanan air penuh seperti IP68 yang kini sudah umum di kelas flagship.
Performa Dinilai Belum Sepadan dengan Harga
Sektor performa menjadi bagian yang paling banyak menuai kritik. Infinix Note 60 Ultra menggunakan chipset MediaTek Dimensity 8400 Ultimate.
Meski performanya masih sangat mumpuni untuk penggunaan harian hingga gaming, chipset tersebut dianggap belum layak untuk smartphone dengan harga Rp11 jutaan.
Dalam penggunaan normal, performa terasa mulus untuk multitasking dan scrolling. Mobile Legends juga mampu berjalan stabil di 120 FPS.
Namun, suhu perangkat disebut cepat meningkat. Setelah bermain dua game Mobile Legends, suhu internal smartphone bahkan tembus 44 derajat Celsius.
Bagi gamer kasual performanya masih aman, tetapi untuk gamer hardcore, sistem pendinginnya dinilai kurang optimal.
Kamera 200 MP Jadi Nilai Jual
Di sektor kamera, Infinix Note 60 Ultra membawa peningkatan cukup besar. Kamera utamanya menggunakan sensor Samsung HP3 200 MP berukuran 1/1,4 inci yang biasa dipakai di smartphone flagship.
Hasil fotonya dinilai tajam dengan dynamic range lebar dan performa low light yang cukup baik. Kamera telefoto periskop juga masih mampu menghasilkan zoom hingga 10x dengan detail memadai.
Namun, kamera ultrawide 8 MP menjadi titik lemahnya. Detail foto langsung turun saat kondisi cahaya minim.
Selain itu, fitur perekaman video juga masih memiliki keterbatasan. Pengguna belum bisa berpindah lensa secara langsung saat merekam video 4K 60 FPS.
Baterai Jumbo dan Wireless Charging 50 Watt
Infinix Note 60 Ultra dibekali baterai silikon karbon 7000 mAh dengan ketebalan bodi hanya 7,9 mm.
Daya tahannya cukup impresif dengan screen on time mencapai sekitar 8,5 jam. Pengisian cepat 100 watt juga mampu mengisi baterai penuh dalam waktu sekitar 50 menit.
Menariknya lagi, smartphone ini sudah mendukung wireless charging 50 watt menggunakan dudukan supercar eksklusif bawaan dalam paket penjualan.
Secara keseluruhan, Infinix Note 60 Ultra memang menawarkan desain unik dan pengalaman premium yang sulit ditemukan di smartphone lain. Namun, untuk pengguna yang lebih mengutamakan performa flagship dan value for money, ada banyak pilihan lain di harga serupa yang dinilai lebih rasional.
Editor : Divka Vance Yandriana