Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

BBRI Masih Jadi Raja Dividen 2026? Saham Bank Rakyat Indonesia Disebut Murah dan Layak Dikoleksi Saat Harga Tertekan

Axsha Zazhika • Sabtu, 9 Mei 2026 | 11:32 WIB
BBRI Masih Jadi Raja Dividen 2026? Saham Bank Rakyat Indonesia Disebut Murah dan Layak Dikoleksi Saat Harga Tertekan (Pinterest)
BBRI Masih Jadi Raja Dividen 2026? Saham Bank Rakyat Indonesia Disebut Murah dan Layak Dikoleksi Saat Harga Tertekan (Pinterest)

 

BLITAR - Saham perbankan kembali menjadi perhatian investor menjelang 2026. Salah satu yang paling banyak dibahas adalah saham BBRI milik Bank Rakyat Indonesia. Di tengah tekanan pasar dan pelemahan harga saham bank, BBRI justru dinilai masih menarik karena memiliki fundamental kuat, valuasi murah, serta dividen jumbo yang tetap konsisten.

Analisa terbaru dari kanal investasi Saham Juuan menyebutkan bahwa saham BBRI saat ini berada di zona undervalue atau murah jika dibandingkan dengan kualitas bisnis dan potensi pertumbuhannya. Kondisi tersebut membuat banyak investor mulai melirik saham bank berfokus UMKM ini sebagai peluang investasi jangka panjang.

Dalam video analisa yang dibuat menggunakan data laporan keuangan kuartal III 2025 dan harga penutupan 19 Desember 2025, BBRI disebut tetap menjadi salah satu saham dividen terbaik di Indonesia dengan yield tinggi serta profitabilitas yang masih solid.

Baca Juga: Bikin Kaget! Nissan Livina Ternyata Lebih Nyaman dari Avanza, Tapi Kenapa Penjualannya Malah Kalah Telak? Ini Fakta Lengkapnya

BBRI Jadi Penguasa Segmen UMKM

Sebagai bank terbesar di sektor mikro dan UMKM, BBRI memiliki jaringan bisnis yang sangat luas. Bank ini didukung ribuan unit layanan, ATM, hingga ekosistem ultra mikro yang terintegrasi bersama Pegadaian dan PNM.

Kombinasi tersebut membuat BBRI memiliki kekuatan yang sulit disaingi bank lain. Selain jaringan besar, perusahaan juga memiliki basis data nasabah UMKM yang sangat masif dan menjadi modal utama dalam ekspansi bisnis.

“Bank lain bisa meniru produk, tetapi sulit meniru ekosistem dan jaringan BBRI yang sudah dibangun selama puluhan tahun,” ujar pemilik kanal tersebut dalam analisanya.

Baca Juga: Banyak Dicari tapi Dianggap Bermasalah! Nissan Grand Livina L11 Bekas Justru Jadi Rebutan di Pasar Mobil Keluarga, Ini Fakta Sebenarnya

Fundamental BBRI Dinilai Tetap Kuat

Dari sisi kinerja, BBRI masih mencatat profit besar sepanjang 2025. Pendapatan perusahaan tercatat mencapai Rp208,2 triliun dengan laba bersih sekitar Rp55,8 triliun.

Meski pertumbuhan laba tidak setinggi periode sebelumnya, BBRI tetap dianggap sehat karena memiliki arus kas operasional yang sangat besar. Bahkan Return on Equity (ROE) BBRI berada di level 16,87 persen, angka yang tergolong premium untuk sektor perbankan global.

Selain itu, efisiensi operasional perusahaan juga terus membaik seiring digitalisasi layanan perbankan dan penguatan ekosistem ultra mikro.

Di sisi valuasi, Price to Book Value (PBV) BBRI berada di level 1,73 kali. Angka tersebut dinilai masih murah untuk bank dengan profit stabil dan dominasi pasar yang kuat.

Baca Juga: Nissan Grand Livina Jadi Sorotan! Benarkah Mobil Keluarga Ini Tidak Layak Dimiliki atau Justru Hidden Gem di Kelas Bekas?

Sementara earning yield BBRI mencapai 9,78 persen, mendekati imbal hasil obligasi korporasi namun tetap memiliki peluang pertumbuhan harga saham.

Dividen Jumbo Jadi Daya Tarik Utama

Salah satu faktor utama yang membuat saham BBRI banyak diburu investor adalah dividen jumbo. Untuk tahun fiskal 2025, BBRI membagikan dividen sebesar Rp295 per saham dengan dividend yield mencapai 9,16 persen.

Yield tersebut menjadikan BBRI sebagai salah satu saham dengan pembagian dividen tertinggi di indeks LQ45.

Analis juga menilai cash flow kuat yang dimiliki BBRI membuat perusahaan masih mampu mempertahankan kebijakan dividen besar hingga beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: Suzuki Baleno Hatchback 2018 Bekas Rp165 Juta Jadi Alternatif Yaris dan Jazz, Fitur Mewah Bikin Kaget di Kelasnya!

Untuk proyeksi 2026, dividen BBRI diperkirakan berada di kisaran Rp260 hingga Rp300 per saham dengan yield sekitar 7 sampai 9 persen tergantung harga saham.

Namun, ada catatan penting yang perlu diperhatikan investor. Payout ratio BBRI yang mendekati 100 persen dinilai bisa membatasi ruang ekspansi perusahaan karena laba ditahan menjadi lebih kecil.

Prospek BBRI 2026 Masih Menarik

Memasuki 2026, BBRI diproyeksikan masih memiliki ruang pertumbuhan cukup besar. Pertumbuhan kredit UMKM diperkirakan berada di kisaran 8 hingga 12 persen, sedangkan segmen ultra mikro bisa tumbuh lebih tinggi.

Baca Juga: Suzuki Baleno Hatchback 2017 Bekas Masih Diburu, Ini Review Lengkap yang Bikin Kaget: Fitur Lengkap Tapi Minim Minus!

Selain itu, digitalisasi layanan melalui BRIMO dan Agen BRILink diperkirakan akan meningkatkan fee based income perusahaan hingga 15 persen.

Analis juga memperkirakan biaya pencadangan kredit atau CKPN mulai menurun pada 2026. Jika hal tersebut terjadi, laba bersih BBRI berpotensi kembali tumbuh hingga 9 persen.

Dari sisi teknikal, area 3.500 hingga 3.600 disebut menjadi zona akumulasi menarik bagi investor jangka panjang. Sementara target harga konservatif BBRI berada di kisaran 3.900 sampai 4.200.

Baca Juga: Suzuki Karimun 2026 Resmi Jadi Sorotan, City Car Irit dengan Desain Baru dan Harga Mulai Rp170 Jutaan

“BBRI masih sangat menarik untuk investor value investing maupun pemburu dividen karena fundamentalnya tetap kuat,” tutup analis tersebut.

Editor : Axsha Zazhika
#saham BBRI #Dividen BBRI #Bank Rakyat Indonesia #saham perbankan #bbri