BLITAR KAWENTAR - Mitsubishi Xpander facelift kembali menjadi sorotan setelah sebuah ulasan video otomotif membahas secara detail kelebihan dan kelemahan mobil Low MPV tersebut. Mobil keluarga andalan Mitsubishi ini dinilai masih punya daya tarik besar di pasar Indonesia, terutama dari sisi kenyamanan kabin dan desain, meski sejumlah fitur dianggap mulai tertinggal dibanding rival di kelasnya.
Dalam pembahasan tersebut, Mitsubishi Xpander facelift disebut memiliki beberapa kekurangan yang cukup mengganggu pengguna harian. Namun di sisi lain, mobil ini tetap dianggap layak dibeli karena menawarkan kenyamanan dan resale value tinggi.
Fitur Lampu dan Safety Jadi Sorotan
Salah satu kelemahan Mitsubishi Xpander facelift yang paling disorot adalah sektor pencahayaan. Lampu depan memang sudah menggunakan LED projector, tetapi dianggap masih kurang terang saat digunakan malam hari. Selain itu, fitur DRL yang sudah hadir di pasar luar negeri justru belum tersedia untuk versi Indonesia.
Kritik juga diarahkan pada fitur keselamatan. Di harga yang sudah menembus Rp300 jutaan, Xpander dinilai masih minim fitur safety modern. Mobil ini baru dibekali traction control dan dua airbag tanpa fitur advanced driver assistance system (ADAS).
Padahal rival seperti Hyundai Stargazer dan Suzuki Ertiga Hybrid sudah menawarkan fitur keselamatan lebih lengkap. Bahkan cruise control pun hanya tersedia di varian tertentu.
“Untuk ukuran mobil keluarga modern, fitur safety Xpander dianggap masih tertinggal,” demikian ulasan dalam video tersebut.
Baca Juga: Aksi Gila Veda Ega Pratama di Moto3 JS 2026 Spanyol, Start Posisi 17 Berakhir Finish Enam Besar
Jok dan Pengaturan Kursi Dinilai Kurang Praktis
Masalah lain muncul pada pengaturan jok depan. Sistem height adjuster kursi pengemudi masih menggunakan model putar, bukan tuas seperti rivalnya. Akibatnya, posisi duduk dinilai kurang ergonomis dan sulit menemukan posisi ideal.
Selain itu, mekanisme pelipatan jok juga dianggap terlalu lemah. Saat kursi direbahkan lalu dikembalikan, pengguna harus membantu menarik sandaran dengan tangan karena gerakannya lambat.
Pada baris kedua, absennya headrest tengah juga menjadi catatan. Kondisi ini membuat penumpang tengah kurang nyaman saat perjalanan jauh.
Kabin Kedap dan Suspensi Jadi Nilai Plus
Di balik kekurangan tersebut, Mitsubishi Xpander facelift tetap mendapat pujian besar pada sektor kenyamanan. Kabinnya disebut menjadi salah satu yang paling kedap di kelas Low MPV Indonesia.
Saat diuji melaju di jalan tol dengan kecepatan sekitar 80 km/jam, tingkat kebisingan kabin dinilai sangat rendah. Suara ban dan angin minim masuk ke dalam kabin sehingga perjalanan terasa lebih nyaman.
Desain Eksterior Dinilai Paling Gagah
Selain kenyamanan, desain eksterior Xpander juga mendapat apresiasi tinggi. Tampilan depan dengan bahasa desain Dynamic Shield membuat mobil ini terlihat lebih modern dan gagah dibanding rivalnya.
Velg 17 inci yang digunakan juga memberikan kesan SUV lebih kuat. Ground clearance mencapai 220 mm bahkan disebut setara beberapa SUV ladder frame.
Dimensi bodi yang besar membuat Mitsubishi Xpander terlihat lebih premium dibanding Low MPV lain di kelasnya.
Interior Modern dan Sound System Berkualitas
Masuk ke dalam kabin, desain interior Xpander facelift dianggap salah satu yang terbaik di segmennya. Kombinasi warna beige, aksen silver, hingga desain dashboard modern membuat mobil terasa lebih mewah.
Sistem audio bawaan juga mendapat pujian karena kualitas suara yang dinilai lebih baik dibanding kompetitor. Head unit sudah mendukung Apple CarPlay dan Android Auto, sementara karakter audio terdengar jernih dengan bass cukup dalam.
Konsumsi BBM dan Harga Jual Kembali Jadi Keunggulan
Mitsubishi Xpander facelift juga unggul dalam efisiensi bahan bakar. Dengan kombinasi transmisi CVT dan fitur idling start-stop, konsumsi BBM dalam kota diklaim mampu mencapai 14,4 km/liter.
Sementara untuk perjalanan luar kota, konsumsi BBM bisa menyentuh 18,2 km/liter. Angka ini dinilai cukup impresif untuk mobil keluarga berdimensi besar.
Resale Value Masih Sangat Kuat
Satu hal yang membuat Xpander tetap diminati adalah harga jual kembali yang tinggi. Unit keluaran awal tahun 2017-2018 masih dibanderol di atas Rp200 juta di pasar mobil bekas.
Depresiasi harga yang rendah membuat banyak konsumen menganggap Mitsubishi Xpander sebagai investasi yang aman di segmen Low MPV.
Meski memiliki sejumlah kekurangan, Xpander facelift tetap dianggap sebagai pilihan menarik bagi keluarga Indonesia yang mengutamakan kenyamanan, desain modern, dan nilai jual kembali yang stabil.
Baca Juga: Suzuki Karimun 2026 Makin Menarik, City Car Irit dan Modern Ini Siap Jadi Mobil Favorit Anak Muda
Editor : Dinar Ananda Putri