BLITAR KAWENTAR - Mitsubishi Xpander kembali menjadi perbincangan setelah sebuah video ulasan membahas kondisi mobil tersebut usai dipakai selama empat tahun dengan jarak tempuh mencapai 84 ribu kilometer. Review Mitsubishi Xpander ini langsung menarik perhatian karena mengulas berbagai masalah yang sering muncul atau common problems pada Low MPV andalan Mitsubishi tersebut.
Dalam video tersebut, unit Mitsubishi Xpander yang dipakai merupakan kendaraan operasional rental. Meski digunakan harian dan memiliki kilometer tinggi, mobil ini disebut masih cukup nyaman dipakai. Namun, ada sejumlah penyakit khas yang mulai terasa setelah usia pemakaian bertambah.
Review Mitsubishi Xpander ini sekaligus menjadi gambaran penting bagi calon pembeli mobil bekas yang ingin meminang unit keluaran 2017 hingga 2020.
Lampu Depan dan Bemper Jadi Keluhan Awal
Masalah pertama yang disorot adalah lampu depan Mitsubishi Xpander generasi awal. Model lama masih menggunakan lampu halogen yang dianggap kurang terang, terutama saat berkendara malam hari.
Kondisi diperparah dengan penggunaan kaca film bawaan yang cukup gelap. Karena itu, banyak pengguna akhirnya melakukan upgrade lampu LED agar visibilitas lebih baik.
Selain lampu, bemper depan juga disebut sering mengalami dislokasi atau renggang meski mobil tidak pernah mengalami benturan. Celah pada bagian atas bemper membuat tampilan mobil kurang presisi.
“Ini memang sering terjadi di Xpander generasi awal dan biasanya cukup dibenahi di bengkel body repair,” ujar pengulas dalam video tersebut.
Masalah lain yang cukup terlihat adalah warna cat belang antara panel bodi dan bemper, terutama pada warna putih dan silver.
Mesin dan Kelistrikan Masih Relatif Aman
Meski sudah menempuh perjalanan panjang, mesin Mitsubishi Xpander dinilai masih cukup awet. Tidak ditemukan kerusakan besar, kecuali beberapa masalah ringan seperti idle RPM yang kadang naik sendiri pada unit keluaran awal.
Masalah tersebut diketahui pernah ramai dibahas di forum pengguna Xpander. Namun setelah dilakukan update ECU dari Mitsubishi, gangguan itu mulai berkurang.
Baca Juga: Dukungan BRI Bantu UMKM asal Papua “Japamo” Tarik Minat Buyer Internasional di FHA 2026
Aki Bawaan Dinilai Terlalu Kecil
Pengguna juga mengeluhkan kapasitas aki bawaan yang dianggap terlalu kecil. Banyak pemilik Xpander mengganti aki dengan ukuran lebih besar karena aki standar sering soak sebelum satu tahun pemakaian.
Selain itu, beberapa unit lama juga sempat terkena program recall fuel pump dari Mitsubishi. Jika belum melakukan recall, pemilik disarankan segera datang ke bengkel resmi karena penggantian dilakukan gratis.
Kaki-Kaki Jadi Penyakit Paling Sering Muncul
Sektor kaki-kaki menjadi masalah yang paling banyak dikeluhkan pengguna Mitsubishi Xpander setelah pemakaian di atas 50 ribu kilometer.
Shockbreaker belakang disebut sering rembes atau bocor. Selain itu, arm bushing, tie rod, bearing roda, hingga steering rack juga mulai menunjukkan gejala kerusakan jika mobil sering melewati jalan rusak.
Namun menariknya, banyak pengguna justru memilih menggunakan sparepart aftermarket dibanding bawaan pabrik. Beberapa merek seperti Kayaba hingga Monroe disebut lebih awet dan nyaman digunakan.
“Karena Xpander sangat laris, pilihan sparepart aftermarket melimpah dan banyak yang kualitasnya lebih baik,” ungkap reviewer.
Selain itu, cakram depan juga mulai bergelombang di atas 50 ribu kilometer sehingga setir terasa bergetar saat pengereman.
Interior Mulai Muncul Bunyi-Bunyi
Masuk ke kabin, kenyamanan Mitsubishi Xpander masih mendapat pujian. AC tetap dingin dan fitur-fitur elektrikal masih bekerja normal meski usia mobil sudah empat tahun.
Namun, sejumlah bunyi mulai muncul dari dashboard dan area interior. Suara berdecit dan gluduk disebut muncul dari beberapa titik dashboard saat mobil melewati jalan bergelombang.
Bahkan bunyi tersebut sudah terasa sejak mobil masih baru dan semakin keras seiring usia pemakaian.
Spion Elektrik dan Talang Air Ikut Bermasalah
Masalah lain muncul pada spion retract elektrik. Saat mobil terlalu sering diparkir di bawah terik matahari, motor pelipat spion mulai melemah hingga terkadang tidak bisa membuka otomatis.
Sementara talang air bawaan juga disebut menambah suara angin saat mobil melaju kencang di jalan tol.
Tetap Jadi Mobil Keluarga Favorit
Meski memiliki berbagai kelemahan, Mitsubishi Xpander tetap dianggap sebagai salah satu mobil keluarga paling nyaman di kelas Low MPV.
Suspensi empuk, kabin lega, serta posisi duduk nyaman membuat mobil ini masih diminati banyak pengguna. Terlebih sparepart mudah ditemukan dan biaya perbaikan relatif terjangkau.
Untuk penggunaan luar kota, konsumsi BBM juga dinilai cukup irit berkat rasio transmisi yang cocok untuk cruising kecepatan tinggi.
Karena itu, banyak pemilik menganggap berbagai masalah tadi masih tergolong wajar untuk mobil yang sudah digunakan bertahun-tahun dan menempuh puluhan ribu kilometer.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Masih Kesulitan di FP2 Moto3 Prancis 2026, Posisi 20 Jadi Alarm Jelang Race
Editor : Dinar Ananda Putri