BLITAR KAWENTAR - Mitsubishi Xpander Cross kembali jadi sorotan setelah seorang pemilik membagikan pengalaman memakai mobil tersebut selama dua tahun dengan jarak tempuh 40 ribu kilometer. Dalam ulasan yang dibagikan lewat video YouTube, berbagai kelebihan dan kekurangan Mitsubishi Xpander Cross diungkap secara detail, mulai dari kenyamanan suspensi hingga masalah kaki-kaki yang disebut masih menjadi penyakit bawaan.
Review Mitsubishi Xpander Cross ini menarik perhatian karena membahas pengalaman penggunaan harian secara nyata. Mobil yang digunakan merupakan unit pribadi yang rutin melakukan servis berkala di bengkel resmi Mitsubishi.
Pemilik kendaraan mengaku hingga saat ini masih mempertahankan Xpander Cross karena dinilai nyaman digunakan, khususnya untuk kebutuhan dalam kota. Namun, ada beberapa keluhan yang cukup mengganggu selama pemakaian dua tahun terakhir.
Bunyi Kaki-Kaki Jadi Keluhan Utama
Masalah paling besar yang dirasakan pemilik Mitsubishi Xpander Cross adalah bunyi pada kaki-kaki depan. Suara “klutuk-klutuk” disebut muncul saat mobil melewati jalan bergelombang atau permukaan aspal kurang rata.
Meski bunyinya tidak terlalu keras, suara tersebut cukup mengganggu bagi pengguna yang sensitif terhadap bunyi di kabin.
“Bunyinya seperti benturan karet dengan besi, bukan keras, tapi sangat terasa mengganggu,” ujar pemilik mobil dalam ulasan videonya.
Keluhan itu ternyata sudah muncul sejak mobil masih menempuh 8 ribu kilometer. Bahkan beberapa komponen seperti lower arm, shockbreaker, hingga rack steer sudah diganti melalui klaim garansi.
Namun setelah penggantian, bunyi tersebut disebut belum hilang sepenuhnya. Hanya saja intensitasnya menjadi lebih halus dibanding sebelumnya.
Mesin 1.500 CC Dinilai Kurang Bertenaga
Selain kaki-kaki, sektor performa mesin juga menjadi perhatian. Mitsubishi Xpander Cross menggunakan mesin 1.500 cc yang dianggap cukup untuk penggunaan ringan.
Namun saat mobil diisi penuh penumpang dan barang, performa disebut mulai terasa berat. Respons pedal gas dinilai kurang spontan ketika digunakan menyalip atau berakselerasi.
Pemilik mengatakan mobil masih nyaman dipakai satu hingga dua penumpang. Tetapi ketika kabin terisi penuh hingga tujuh orang, tenaga mesin terasa pas-pasan.
Dashboard dan Lampu LED Ikut Dikeluhkan
Keluhan lain muncul dari area dashboard sebelah kiri yang sempat menimbulkan bunyi saat melewati polisi tidur. Setelah diperiksa, ternyata dudukan airbag memiliki rongga sehingga memunculkan getaran.
Masalah tersebut akhirnya diatasi dengan menambahkan ganjalan pada bagian dudukan airbag.
Selain itu, lampu LED depan juga dinilai kurang konsisten. Warna cahaya sisi kanan dan kiri disebut berbeda. Lampu kiri terlihat putih bersih, sedangkan sisi kanan mulai menguning setelah pemakaian cukup lama.
Sayangnya, klaim garansi untuk masalah lampu itu disebut ditolak pihak dealer.
Jok Kulit dan Ornamen Setir Mudah Bermasalah
Pada bagian interior, jok kulit bawaan Xpander Cross dinilai terasa panas saat dipakai perjalanan jauh lebih dari dua jam. Material jok dianggap kurang lembut sehingga kenyamanan berkurang ketika digunakan touring.
Masalah lain juga muncul pada ornamen krom di setir. Lapisan krom logo Mitsubishi disebut mudah mengelupas, terutama jika sering terkena cairan alkohol atau hand sanitizer.
Pemilik akhirnya mengganti setir bawaan dengan milik Mitsubishi Pajero Sport karena dianggap lebih nyaman dan tampil lebih premium.
Suspensi dan AC Jadi Nilai Plus Terbesar
Meski punya beberapa kekurangan, Mitsubishi Xpander Cross tetap mendapat pujian besar pada sektor kenyamanan. Suspensi mobil disebut sangat empuk dan nyaman untuk penggunaan harian di jalan perkotaan.
Karakter suspensinya dinilai cocok menghadapi jalan bergelombang atau aspal rusak. Bahkan dibanding beberapa rival seperti Toyota Rush, Daihatsu Terios, hingga Honda BR-V, Xpander Cross dianggap paling nyaman.
Selain suspensi, performa AC juga menjadi kelebihan utama. Kabin disebut cepat dingin meski cuaca sedang panas terik.
Konsumsi BBM dan Transmisi Masih Memuaskan
Dalam penggunaan harian, konsumsi BBM Mitsubishi Xpander Cross diklaim mencapai 10 km/liter untuk kondisi macet dan 13-14 km/liter untuk rute campuran luar kota.
Sementara saat digunakan di jalan tol dengan kecepatan konstan, konsumsi bahan bakar bisa mencapai 16 km/liter.
Transmisi otomatis konvensional 4 percepatan juga dianggap masih nyaman digunakan. Perpindahan gigi terasa halus dan responsif meski belum menggunakan teknologi CVT.
Setelah dua tahun pemakaian, pemilik mengaku masih puas menggunakan Mitsubishi Xpander Cross. Kenyamanan kabin dan suspensi disebut menjadi alasan utama mobil ini tetap dipertahankan meski memiliki beberapa penyakit khas.
Editor : Dinar Ananda Putri