BLITAR KAWENTAR - Tren mobil listrik murah di Indonesia semakin ramai pada 2026. Di tengah isu penghapusan subsidi pajak PPNBM untuk kendaraan listrik, sejumlah model EV mulai diburu konsumen karena dikhawatirkan mengalami kenaikan harga dalam waktu dekat. Tiga nama yang kini paling sering dibandingkan adalah BYD Atto 1, Geely EX2, dan Jaecoo J5 EV.
Ketiga mobil listrik tersebut hadir di rentang harga Rp200 jutaan hingga Rp300 jutaan dengan karakter berbeda-beda. Mulai dari city car mungil untuk penggunaan perkotaan hingga SUV listrik dengan fitur premium dan tenaga besar.
Perbandingan BYD Atto 1, Geely EX2 dan Jaecoo J5 EV pun menjadi topik hangat di kalangan pecinta otomotif. Selain menawarkan teknologi modern, ketiganya juga hadir dengan desain futuristis dan fitur yang semakin lengkap untuk pasar Indonesia.
BYD Atto 1 Jadi EV Paling Murah
BYD Atto 1 Premium menjadi model paling terjangkau di antara ketiganya. Mobil listrik yang sebelumnya dikenal sebagai BYD Seagull itu dibanderol sekitar Rp235 jutaan untuk varian tertinggi.
Mobil ini menggunakan baterai 38,88 kWh dengan tenaga 74 HP dan torsi 135 Nm. Penggeraknya masih front wheel drive dengan klaim jarak tempuh mencapai 380 kilometer berdasarkan standar NEDC.
Secara desain, BYD Atto 1 tampil sporty dengan garis tajam ala mobil sport Eropa. Bahkan desain lampu depan dan belakangnya disebut-sebut mirip Lamborghini Huracan. Karakter city car juga terasa kuat karena dimensinya compact dan mudah dikendarai di jalan perkotaan.
Fitur yang ditawarkan cukup lengkap untuk kelasnya. Mulai dari speedometer digital, Apple CarPlay, Android Auto, wireless charger, hingga pengaturan AC digital. Varian tertinggi juga sudah dilengkapi airbag hingga pilar samping.
Namun karena dimensinya kecil, ruang kabin belakang terasa terbatas, terutama untuk penumpang bertubuh besar. Suspensinya juga cenderung lebih sporty dan agak kaku dibanding rivalnya.
Geely EX2 Andalkan Kenyamanan dan Fitur ADAS
Geely EX2 Max hadir sebagai pilihan hatchback listrik yang lebih nyaman untuk penggunaan harian maupun perjalanan jauh. Mobil ini dibekali motor listrik 113 HP dengan torsi 150 Nm dan menjadi satu-satunya model berpenggerak roda belakang atau rear wheel drive (RWD) di kelasnya.
Baterainya berkapasitas 40,8 kWh dengan jarak tempuh mencapai 395 kilometer. Pengisian dayanya juga tergolong cepat karena mendukung charging speed hingga sekitar 80 kW.
Keunggulan utama Geely EX2 ada pada fitur dan kenyamanan kabin. Mobil ini sudah memiliki ADAS lengkap seperti adaptive cruise control, lane keeping assist, blind spot monitoring, hingga kamera 360 derajat.
Layar infotainment besar dengan tampilan modern juga menjadi nilai jual tersendiri. Selain itu, Geely EX2 menawarkan ruang kabin lebih lega dibanding BYD Atto 1, termasuk bagasi 379 liter dengan konfigurasi kursi split 60:40.
Karakter suspensinya cenderung empuk dan nyaman, walaupun terasa sedikit limbung saat melintasi jalan bergelombang. Posisi duduknya juga dinilai lebih cocok untuk pengguna bertubuh besar.
Jaecoo J5 EV Jadi yang Paling Premium
Jika mencari SUV listrik dengan fitur paling lengkap, Jaecoo J5 EV menjadi pilihan paling menarik. Mobil ini dijual sekitar Rp309,9 juta untuk varian tertinggi.
Jaecoo J5 EV membawa baterai besar 60,9 kWh dengan tenaga mencapai 210 PS dan torsi 288 Nm. Jarak tempuhnya diklaim mencapai 461 kilometer, tertinggi dibanding rivalnya.
Dari sisi performa, Jaecoo J5 EV juga menjadi yang paling bertenaga. Dalam pengujian akselerasi, mobil ini disebut paling cepat dan responsif dibanding BYD Atto 1 maupun Geely EX2.
Fitur premium menjadi keunggulan utamanya. Mobil ini sudah memiliki panoramic sunroof, ventilated seat, electric tailgate, ambient lighting, wireless charger 50 watt, hingga 13 fitur ADAS.
Kabin belakangnya juga lebih nyaman karena sudah dilengkapi arm rest, kisi AC belakang, serta ruang kaki lebih lega. Bagasinya mencapai 404 liter dan masih bisa diperluas lagi.
Karakter suspensinya berada di tengah-tengah. Tidak terlalu lembut seperti Geely EX2, tetapi juga tidak sekaku BYD Atto 1. Kekedapan kabinnya pun lebih baik karena menggunakan kaca double glass.
Dengan semakin dekatnya isu kenaikan harga mobil listrik akibat potensi penghapusan subsidi, ketiga model ini diprediksi bakal menjadi incaran konsumen Indonesia sepanjang 2026.
Editor : Gita Dwi Nuraini