BLITAR KAWENTAR - Mobil listrik murah mulai menjadi pilihan menarik di tengah isu kenaikan harga BBM yang terus menghantui masyarakat. Salah satu yang kini ramai diperbincangkan adalah Changan Lumin, mobil listrik mungil asal Tiongkok yang disebut-sebut sebagai salah satu EV termurah di Indonesia pada 2026.
Kehadiran Changan Lumin langsung mencuri perhatian karena menawarkan harga kompetitif, desain imut, dan efisiensi energi yang sangat irit untuk penggunaan harian di perkotaan. Mobil listrik ini bahkan mulai dibandingkan dengan rival-rivalnya seperti Wuling Air ev hingga BYD Atto 1.
Dalam sebuah ulasan otomotif di YouTube, Changan Lumin diuji untuk penggunaan harian dengan simulasi perjalanan dari kawasan MT Haryono menuju Bekasi. Hasilnya cukup mengejutkan. Dengan jarak tempuh sekitar 23 kilometer, baterai mobil listrik ini hanya berkurang sekitar 8 persen.
Efisiensi tersebut membuat Changan Lumin dianggap sangat cocok sebagai kendaraan harian untuk kebutuhan kantor, antar jemput anak sekolah, maupun aktivitas perkotaan lainnya.
Desain Imut Jadi Daya Tarik Utama
Secara tampilan, Changan Lumin tampil berbeda dibanding mobil listrik murah lain di kelasnya. Mobil ini mengusung desain retro futuristik dengan lampu depan bulat menyerupai mata mengantuk yang menjadi ciri khas utamanya.
Dimensi bodinya juga tergolong compact dengan panjang sekitar 3.270 mm. Meski kecil, desain dua pintunya tetap menawarkan akses yang cukup mudah ke bangku belakang.
Pada bagian samping, mobil ini masih menggunakan velg kaleng dengan dop berukuran ring 14 dibalut ban 165/70. Sistem pengeremannya sudah menggunakan cakram di depan dan tromol di belakang.
Menariknya, Changan Lumin sudah mendukung AC charging maupun DC charging. Fitur ini menjadi nilai tambah karena beberapa rival di kelas entry level biasanya hanya mendukung salah satu metode pengisian daya.
Konsumsi Listrik Sangat Irit
Salah satu nilai jual terbesar Changan Lumin ada pada efisiensi energinya. Mobil listrik ini mencatat konsumsi listrik sekitar 10,5 kWh per 100 kilometer.
Jika dikalkulasikan dengan tarif listrik rumah tangga sekitar Rp1.800 per kWh, maka biaya perjalanan sejauh 90 kilometer hanya membutuhkan sekitar Rp18 ribu.
Efisiensi tersebut membuat mobil listrik murah ini dianggap jauh lebih hemat dibanding city car berbahan bakar bensin di tengah harga BBM yang terus meningkat.
Changan Lumin sendiri dibekali motor listrik bertenaga 35 kW atau setara 48 PS. Sementara kapasitas baterainya mencapai 28,08 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 300 kilometer berdasarkan standar NEDC.
Dalam pengujian mode Eco, kecepatan maksimal mobil ini mencapai sekitar 84 km/jam. Sedangkan pada mode Sport, top speed-nya bisa menembus 110 km/jam.
Baca Juga: Perbandingan Toyota Innova Zenix Hybrid vs Bensin, Mana Lebih Worth It Dibeli Tahun Ini?
Interior Simpel, Tapi Fungsional
Masuk ke dalam kabin, nuansa interior Changan Lumin dibuat simpel dengan kombinasi warna krem dan aksen oranye yang memberi kesan playful.
Head unit layar sentuh sudah mendukung Apple CarPlay dan Android Auto. Pengaturan AC juga masih menggunakan tombol fisik sehingga cukup mudah dioperasikan saat berkendara.
Meski dimensinya mungil, ruang kabin belakang ternyata masih cukup lega untuk penumpang dengan tinggi sekitar 170 cm. Headroom dan legroom masih terasa memadai untuk penggunaan dalam kota.
Namun, ada beberapa kekurangan yang masih terasa. Pengaturan spion masih manual, setir belum tilt maupun telescopic, serta material dashboard didominasi hard plastik.
Bagasi belakang memang tidak terlalu besar, tetapi kursi belakang dapat dilipat untuk menambah kapasitas angkut barang.
Nyaman Dipakai di Jalan Rusak
Dalam pengujian di jalanan rusak dan gravel, bantingan suspensi Changan Lumin dinilai cukup nyaman. Ban dengan profil tebal membantu meredam guncangan sehingga mobil tetap nyaman dipakai melintasi jalan perkotaan yang tidak rata.
Karakter bodinya yang kecil juga membuat mobil ini mudah diajak bermanuver di jalan sempit maupun saat mencari parkir.
Meski begitu, posisi harga Changan Lumin yang berada di kisaran Rp205 jutaan membuatnya mulai bersinggungan dengan beberapa kompetitor lain yang menawarkan dimensi lebih besar dan fitur lebih lengkap.
Karena itu, calon konsumen tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan penggunaan sebelum membeli. Jika fokus utama adalah efisiensi, kepraktisan, dan mobilitas dalam kota, maka Changan Lumin bisa menjadi salah satu pilihan mobil listrik murah yang cukup menarik di 2026.
Editor : Gita Dwi Nuraini