Radar Tulungagung - Harga Toyota Kijang Kapsul bekas pada November 2024 kembali menjadi sorotan pecinta otomotif Tanah Air. Mobil keluarga legendaris produksi Toyota ini masih banyak diburu karena terkenal bandel, kabin luas, serta biaya perawatan yang relatif terjangkau.
Melalui tayangan video dari kanal Panopa Channel, sejumlah unit Toyota Kijang Kapsul berbagai tipe ditawarkan di beberapa daerah di Indonesia dengan harga yang cukup beragam. Mulai dari Rp33 juta hingga mendekati Rp80 juta, tergantung kondisi, tipe, dan tahun produksi kendaraan.
Toyota Kijang Kapsul sendiri dikenal sebagai salah satu MPV paling populer pada era 1990-an hingga awal 2000-an. Bahkan hingga sekarang, mobil ini masih menjadi incaran masyarakat yang mencari kendaraan keluarga murah dengan mesin tangguh.
Daftar Harga Toyota Kijang Kapsul Bekas November 2024
Pada daftar pertama terdapat Toyota Kijang Kapsul LSX tahun 1997 yang dijual dengan harga Rp33 juta. Unit tersebut berada di wilayah Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Harga ini tergolong cukup menarik bagi konsumen yang ingin memiliki mobil keluarga dengan budget terbatas. Tipe LSX dikenal memiliki desain sederhana namun tetap nyaman digunakan untuk aktivitas harian.
Selanjutnya ada Toyota Kijang Kapsul SSX tahun 1997 dengan harga Rp45 juta. Mobil tersebut dijual di daerah Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Varian SSX memiliki tampilan yang sedikit lebih modern dibanding tipe standar serta menawarkan fitur yang lebih lengkap.
Varian Krista Masih Jadi Primadona
Salah satu tipe yang cukup menarik perhatian adalah Toyota Kijang Kapsul Krista tahun 2000 yang dibanderol Rp52 juta. Unit ini berlokasi di Bangkalan, Madura, Jawa Timur.
Varian Krista memang sejak dulu dikenal sebagai kasta tertinggi dari keluarga Kijang Kapsul. Desain eksteriornya lebih elegan dengan tambahan ornamen mewah yang membuat tampilannya lebih premium dibanding tipe LSX atau SSX.
Tak hanya itu, kabin Toyota Kijang Krista juga dikenal lebih nyaman sehingga masih banyak diminati hingga sekarang.
Kemudian ada lagi Toyota Kijang Kapsul LSX tahun 2001 dengan harga Rp52 juta yang berada di Kota Bogor, Jawa Barat. Harga tersebut tergolong kompetitif untuk kendaraan berusia lebih dari dua dekade.
Sementara itu, unit Toyota Kijang Kapsul LSX tahun 2001 lainnya dijual Rp55 juta di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Perbedaan harga biasanya dipengaruhi kondisi bodi, interior, mesin, hingga kelengkapan surat kendaraan.
Kijang Kapsul Diesel Masih Diburu
Di daftar berikutnya terdapat Toyota Kijang Kapsul Krista tahun 2003 yang dijual Rp64 juta. Mobil ini berada di wilayah Gempol, Pasuruan, Jawa Timur.
Harga tersebut cukup masuk akal mengingat tahun produksinya lebih muda dibanding unit lainnya. Selain itu, Toyota Kijang Kapsul tahun 2003 umumnya sudah memiliki tampilan lebih segar serta kondisi mesin yang masih prima apabila dirawat dengan baik.
Yang paling menarik perhatian adalah Toyota Kijang Kapsul Krista Diesel tahun 2000 yang dijual seharga Rp79 juta. Unit tersebut berada di Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Varian diesel memang memiliki penggemar tersendiri karena terkenal irit bahan bakar dan memiliki tenaga besar. Mesin diesel Toyota Kijang Kapsul juga dikenal awet dan cocok digunakan untuk perjalanan jauh maupun kebutuhan usaha.
Masih Jadi Mobil Keluarga Favorit
Meski usia kendaraan sudah cukup tua, Toyota Kijang Kapsul tetap menjadi pilihan banyak masyarakat Indonesia. Selain suku cadang yang mudah ditemukan, biaya servis mobil ini juga relatif murah dibanding beberapa MPV modern.
Tak heran jika harga Toyota Kijang Kapsul bekas masih stabil di pasaran. Bahkan beberapa unit dengan kondisi original dan terawat bisa dijual dengan harga lebih tinggi.
Bagi masyarakat yang sedang mencari mobil keluarga murah, Toyota Kijang Kapsul bisa menjadi salah satu pilihan menarik. Namun calon pembeli tetap disarankan untuk memeriksa kondisi mesin, kaki-kaki, dokumen kendaraan, hingga riwayat perawatan sebelum melakukan transaksi.
Dengan harga mulai Rp33 juta, mobil legendaris ini masih mampu menawarkan kenyamanan dan daya tahan yang sulit dipandang sebelah mata.
Editor : M. Helmi Nurhisam