Radar Tulungagung - Harga Toyota Kijang Kapsul bekas kembali menarik perhatian pecinta otomotif, terutama menjelang musim mudik dan libur panjang. Di sebuah showroom mobil bekas kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, berbagai tipe Toyota Kijang dijual dengan harga mulai Rp25 juta hingga Rp77 juta.
Video yang beredar di kanal otomotif memperlihatkan deretan Toyota Kijang Kapsul, Kijang Grand Extra, hingga varian Krista yang masih dalam kondisi cukup menarik. Bahkan beberapa unit disebut masih memiliki kondisi orisinal dengan surat-surat lengkap dan pajak hidup.
Toyota Kijang Kapsul bekas memang masih menjadi primadona di pasar mobil second Indonesia. Selain terkenal bandel, mobil keluarga legendaris ini juga punya kabin luas dan biaya perawatan yang relatif murah.
Kijang Kapsul Mulai Rp25 Juta
Salah satu unit termurah yang ditawarkan adalah Toyota Kijang Rover tahun 1991 dengan harga Rp25 juta. Penjual menyebut mobil tersebut baru selesai turun mesin dan siap digunakan untuk perjalanan jauh.
Selain itu ada juga Toyota Kijang Super tahun 1990 yang dijual Rp27 juta. Mobil tersebut baru selesai pengecatan ulang dan tampil cukup segar untuk kendaraan lawas.
Sementara untuk Toyota Kijang Grand Extra tahun 1993 dan 1994, harga yang ditawarkan berada di kisaran Rp31 juta hingga Rp37 juta tergantung kondisi serta kelengkapan surat kendaraan.
“Kalau yang tahun 1993 pajak hidup, AC double, harga Rp33 juta masih bisa ngobrol,” ujar penjual dalam video tersebut.
Varian LGX dan Krista Jadi Incaran
Varian Toyota Kijang LGX dan Krista menjadi model yang paling banyak tersedia di showroom tersebut. Beberapa unit bahkan langsung terjual karena tingginya minat pembeli menjelang Lebaran.
Toyota Kijang LGX tahun 1997 bermesin bensin manual dijual Rp55 juta. Sedangkan LGX tahun 1999 ditawarkan Rp57 juta dengan kondisi disebut masih orisinal.
Untuk model yang lebih muda, Toyota Kijang LGX tahun 2001 dibanderol Rp63 juta. Mobil tersebut sudah dilengkapi audio dan kamera mundur sehingga terlihat lebih modern dibanding unit lain.
Ada pula Toyota Kijang LGX tahun 2002 transmisi otomatis yang dijual sekitar Rp65 juta. Menurut penjual, unit tersebut dijual karena pemilik sebelumnya membutuhkan dana pendidikan anak.
“Dalemannya masih bagus, sarung jok saja katanya habis Rp2 juta,” kata penjual.
Sementara Toyota Kijang LGX New Model tahun 2003 dijual di kisaran Rp73 juta hingga Rp75 juta. Mobil tersebut sudah memiliki fitur power steering, power window, dan central lock.
Kijang Krista Masih Paling Mahal
Di antara semua varian, Toyota Kijang Krista masih menjadi tipe paling mahal dan paling diburu pembeli. Hal itu karena desainnya lebih mewah dan fiturnya lebih lengkap dibanding tipe standar.
Toyota Kijang Krista tahun 2002 dijual Rp65 juta dalam kondisi manual dan disebut masih menggunakan warna asli pabrikan.
Sedangkan Toyota Kijang Krista Grand Luxury tahun 2004 ditawarkan Rp77 juta. Varian ini sudah menggunakan transmisi otomatis serta dilengkapi power window, central lock, dan power steering.
Penjual menyebut unit tersebut masih dalam kondisi nyaman dipakai harian dan belum pernah terkena banjir.
Mobil Lawas Tetap Diburu
Meski usianya sudah lebih dari 20 tahun, Toyota Kijang Kapsul bekas tetap memiliki pasar tersendiri. Banyak konsumen mencari mobil ini karena mesin yang terkenal tangguh serta sparepart yang mudah ditemukan.
Selain itu, harga jualnya juga relatif stabil dibanding beberapa mobil lawas lain di kelas yang sama.
Penjual di showroom Pasar Minggu bahkan mengaku beberapa unit Toyota Kijang berhasil terjual dalam sehari. Mayoritas pembeli disebut mencari mobil untuk kebutuhan mudik maupun kendaraan keluarga.
Tak hanya Kijang, showroom tersebut juga menjual beberapa mobil lawas lain seperti Toyota Corolla Twin Cam hingga Isuzu Panther. Namun deretan Toyota Kijang tetap menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.
Bagi masyarakat yang ingin membeli Toyota Kijang Kapsul bekas, disarankan tetap memeriksa kondisi mesin, kaki-kaki, dokumen kendaraan, hingga riwayat banjir sebelum melakukan transaksi agar tidak menyesal di kemudian hari.
Editor : M. Helmi Nurhisam