Blitar Kawentar – Nama Nissan Serena C24 kembali ramai dibahas pecinta mobil bekas. MPV pintu geser asal Jepang ini dinilai masih layak diburu pada 2026 karena menawarkan kenyamanan kabin premium dengan harga jauh lebih murah dibanding rival sekelasnya.
Dalam sebuah ulasan video otomotif, Nissan Serena C24 tahun 2005 disebut sebagai salah satu mobil keluarga paling worth it di kisaran harga Rp70 jutaan. Bahkan, kenyamanannya dianggap mampu menyaingi Toyota Kijang Innova yang harga bekasnya masih lebih tinggi.
Mobil ini memiliki dimensi bongsor khas MPV premium Jepang. Namun secara panjang, Serena C24 ternyata hanya sekitar 4,5 meter, hampir setara Innova generasi awal. Meski demikian, desain boxy membuat kabinnya terasa jauh lebih lega.
Kabin Luas dan Fitur Premium Jadi Daya Tarik
Salah satu nilai jual utama Nissan Serena C24 terletak pada kabinnya. Mobil ini sudah dibekali captain seat, AC double blower, hingga power sliding door atau PSD pada pintu kiri.
Fitur tersebut terbilang mewah untuk mobil keluaran awal 2000-an. Bahkan beberapa tipe seperti Highway Star atau HWS sudah memakai jok kulit dan body kit bergaya elegan.
Reviewer menyebut Serena C24 sangat cocok dipakai keluarga besar karena mampu mengangkut enam penumpang dengan nyaman. Akses kabin juga terasa lega karena bagian tengah tidak dipenuhi konsol besar.
“Kalau buat keluarga, mobil ini benar-benar memanjakan penumpang,” ujar reviewer dalam video tersebut.
Selain itu, posisi duduk sopir dinilai nyaman dengan visibilitas luas. Dashboard rendah membuat pandangan ke depan terasa lapang, mirip sensasi mengendarai minibus premium.
Bagasi belakang juga masih cukup besar meski jok baris ketiga digunakan. Bahkan disebut mampu membawa empat galon air ukuran 19 liter sekaligus.
Mesin Sama dengan X-Trail, Perawatan Masih Masuk Akal
Nissan Serena C24 memakai mesin QR20 berkapasitas 2.000 cc yang juga digunakan pada Nissan X-Trail. Mesin tersebut dipadukan dengan transmisi otomatis CVT.
Meski usianya sudah lebih dari 20 tahun, performa Serena C24 dinilai masih nyaman dipakai harian maupun perjalanan luar kota. Konsumsi BBM luar kotanya bahkan diklaim bisa menyentuh 10–11 km per liter.
Namun, ada beberapa catatan penting yang wajib diperhatikan sebelum membeli Serena bekas.
Salah satunya adalah kondisi power sliding door. Komponen PSD dikenal cukup mahal jika rusak. Untuk regulator pintu copotan eks Singapura saja harganya bisa mencapai Rp3 jutaan belum termasuk biaya pasang.
Selain itu, kaki-kaki depan juga menjadi area yang sering bermasalah. Bunyi pada bearing roda serta karet arm dan stabilizer cukup umum ditemui pada Serena C24.
Reviewer juga mengingatkan calon pembeli untuk mengecek kondisi transmisi otomatis. Gejala perpindahan gigi yang terlambat saat mesin dingin bisa menjadi tanda adanya masalah pada piston transmisi atau body valve.
Nyaman, Tapi Bukan Mobil Buat Kebut-Kebutan
Di balik kenyamanannya, Nissan Serena C24 punya karakter berkendara yang tidak terlalu sporty. Body roll masih terasa karena bentuk mobil yang tinggi dan besar.
Ground clearance rendah juga menjadi kelemahan lain. Bagian bumper depan mudah mentok ketika melewati polisi tidur atau jalan menanjak.
Meski begitu, reviewer menilai Serena tetap unggul untuk penggunaan keluarga dibanding mengejar performa.
“Harga Rp70 jutaan sulit mencari mobil Jepang yang kenyamanan dan fiturnya di atas Serena C24,” jelasnya.
Dibanding Innova generasi awal, Serena memang kalah dalam hal durability atau ketahanan jangka panjang. Namun dari sisi kenyamanan kabin dan fitur, mobil ini disebut lebih unggul.
Perawatan berkala juga menjadi kunci utama agar Serena C24 tetap awet. Pemilik disarankan rutin mengecek jalur pendingin, selang radiator, oli transmisi, hingga sistem pengapian agar mobil tidak mudah bermasalah di jalan.
Dengan harga bekas yang semakin terjangkau, Nissan Serena C24 kini menjadi alternatif menarik bagi keluarga yang ingin naik kelas ke MPV premium tanpa harus mengeluarkan dana besar.
Editor : M. Helmi Nurhisam