SURABAYA – Pasar motor listrik di Indonesia kembali dikejutkan dengan kehadiran pendatang baru yang membawa desain sangat familiar bagi masyarakat tanah air. Indomobil Group melalui lini e-motornya resmi memperkenalkan Sprinto, sebuah skuter listrik yang sekilas tampilannya sangat identik dengan skutik populer, Honda Vario. Kehadiran motor ini seolah menjadi jawaban bagi para pecinta motor Jepang yang ingin beralih ke teknologi ramah lingkungan tanpa harus kehilangan sensasi berkendara khas Asia Tenggara.
Indomobil E-Motor Sprinto hadir dengan tarikan garis desain yang tajam dan agresif. Mulai dari fasia depan hingga bentuk lampu LED yang lancip, motor ini memang dirancang untuk "main aman" di pasar Indonesia yang sangat menggandrungi desain sporty. Tidak heran jika banyak yang menyebutnya sebagai "Vario Listrik" karena kemiripan bentuk lampu proyektor dan DRL yang diusungnya.
Fitur Mewah: Layar Touch Screen Hingga Indikator G-Force
Berbeda dengan motor listrik kelas menengah pada umumnya, Indomobil E-Motor Sprinto membawa teknologi yang cukup mencengangkan di area dasbor. Motor ini dilengkapi dengan panel instrumen yang sudah mengusung teknologi touch screen atau layar sentuh. Layar ini tidak hanya menampilkan informasi kecepatan, tetapi juga bisa melakukan mirroring navigasi dari ponsel serta memiliki Bluetooth speaker untuk mendengarkan musik selama perjalanan.
Yang lebih unik, terdapat indikator G-Force pada layarnya, fitur yang biasanya hanya ditemukan pada mobil-mobil sport berperforma tinggi. Meskipun terkesan berlebihan untuk sebuah skutik harian, kehadiran fitur ini menunjukkan ambisi Indomobil untuk memberikan nilai lebih bagi konsumennya. Selain itu, fitur keselamatan seperti Traction Control System (TCS) dan Hill Start Assist (HSA) juga sudah disematkan untuk menjaga stabilitas saat nanjak atau di jalanan licin.
Performa Hub Drive 195 Nm: Tarikan Ala Mobil 2.000 cc
Dibalik bodinya yang ramping, Indomobil E-Motor Sprinto menyimpan tenaga yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Mengandalkan motor listrik tipe hub drive berkekuatan 3,5 kW, motor ini diklaim memiliki torsi maksimal mencapai 195 Nm pada poros rodanya. Angka torsi ini secara teknis setara dengan torsi mobil mesin bensin berkapasitas 2.000 cc, yang membuat akselerasi awal atau saat menanjak terasa sangat ringan.
Untuk urusan daya tahan, Sprinto menggunakan baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) berkapasitas 2,45 kWh hasil rakitan lokal di Indonesia. Penggunaan baterai LFP ini diklaim lebih aman dan memiliki siklus hidup yang lebih panjang. Dalam sekali pengisian daya penuh, motor ini mampu menempuh jarak hingga 110 kilometer, angka yang sangat mumpuni untuk mobilitas kaum urban dari rumah menuju kantor.
Ergonomi Skutik Jepang dengan Handling Stabil
Salah satu tantangan motor listrik adalah posisi berkendara yang seringkali terasa canggung atau terlalu tinggi. Namun, Indomobil E-Motor Sprinto berhasil mematahkan stigma tersebut. Dengan tinggi jok 770 mm dan desain setang yang agak turun, posisi berkendaranya benar-benar menyerupai skutik konvensional. Pengendara tidak perlu merasa "nangkring" karena posisi dek kakinya dibuat pas untuk postur orang Indonesia.
Kenyamanan berkendara juga didukung dengan sistem pengereman Combi Brake System (CBS), yang secara otomatis membagi porsi pengereman antara roda depan dan belakang saat tuas kiri ditekan. Dengan banderol harga di kisaran Rp15 jutaan (setelah subsidi), Sprinto diprediksi akan menjadi kunci sukses Indomobil dalam merebut hati konsumen yang mendambakan motor listrik dengan cita rasa lokal dan kualitas grup besar.
Editor : Natasha Eka Safrina