Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kenapa Daihatsu Sigra Sering Dihujat? Ini Deretan Kekurangan Mobil LCGC yang Tetap Laris di Indonesia

Maylanni Diana Fitri • Selasa, 12 Mei 2026 | 17:06 WIB
Kenapa Daihatsu Sigra sering dihujat? Simak kekurangan mobil LCGC ini meski tetap jadi salah satu mobil terlaris Indonesia.(pinterest)
Kenapa Daihatsu Sigra sering dihujat? Simak kekurangan mobil LCGC ini meski tetap jadi salah satu mobil terlaris Indonesia.(pinterest)

Blitar Kawentar- Daihatsu Sigra menjadi salah satu mobil LCGC paling populer di Indonesia. Namun di balik penjualannya yang tinggi, mobil keluarga murah ini juga kerap mendapat hujatan dari sebagian masyarakat. Mulai dari kualitas material, performa, hingga kenyamanan kabin sering menjadi bahan kritik para pengguna maupun pengamat otomotif.

Meski begitu, Daihatsu Sigra tetap menjadi pilihan utama banyak keluarga Indonesia karena menawarkan harga murah, kapasitas tujuh penumpang, dan biaya operasional yang rendah. Perdebatan soal mobil ini pun terus muncul di media sosial maupun forum otomotif.

Sebagian orang menganggap mobil LCGC seperti Daihatsu Sigra adalah kendaraan “murahan” dengan kualitas seadanya. Namun bagi masyarakat dengan kebutuhan kendaraan keluarga ekonomis, Sigra justru dianggap sangat membantu karena harganya terjangkau dan cukup fungsional digunakan sehari-hari.

Daihatsu Sigra Lahir untuk Pasar Menengah

Daihatsu resmi memperkenalkan Sigra pada 2014 sebelum akhirnya dipasarkan secara luas pada 2015. Saat itu, mobil ini hadir sebagai jawaban untuk masyarakat kelas menengah yang membutuhkan mobil tujuh penumpang dengan harga murah.

Konsep low cost green car atau LCGC membuat harga Sigra jauh lebih terjangkau dibanding mobil keluarga lainnya. Kehadiran berbagai pilihan varian juga membuat mobil ini cepat diterima pasar.

Baca Juga: Tangan Pertama dari Baru! Toyota Kijang Krista Diesel 2000 Facelift AD Solo Dilepas 110 Jutaan, Service Record Nasmoko dan Mesin Sehat Tanpa Ngobos!

Namun setelah digunakan banyak konsumen, kritik terhadap mobil ini mulai bermunculan. Dari sekadar keluhan kecil berkembang menjadi penilaian negatif hingga hujatan yang terus melekat sampai sekarang.

Kualitas Material Jadi Sorotan

Salah satu kritik terbesar terhadap Daihatsu Sigra adalah kualitas materialnya yang dianggap terlalu sederhana. Banyak pengguna menilai bodi mobil ini terasa tipis, terutama pada generasi awal.

Selain itu, insulasi kabin disebut kurang maksimal sehingga suara dari luar mudah masuk ke dalam mobil. Bahkan suara kendaraan lain atau percakapan di jalan masih terdengar cukup jelas saat mobil berhenti.

Baca Juga: Rekomendasi Mobil Bekas 50 Jutaan Terbaik 2026: Irit BBM, Muat Banyak, dan Perawatan Murah untuk Keluarga Muda!

Interior juga kerap dianggap terlalu sederhana dengan dominasi material plastik keras. Beberapa pengguna bahkan menyebut suara pintu saat ditutup terasa ringan dan kurang solid.

Meski begitu, sebagian masyarakat menganggap hal tersebut masih wajar mengingat harga Sigra memang berada di segmen mobil murah.

Performa Dinilai Pas-Pasan

Selain kualitas material, performa Daihatsu Sigra juga sering dikritik. Mesin 1.000 cc tiga silinder pada varian bawah dianggap kurang bertenaga, terutama saat mobil membawa banyak penumpang.

Respons pedal gas disebut cukup agresif, sementara suspensi terasa keras saat melewati jalan bergelombang. Beberapa pengguna juga mengeluhkan engine brake yang terlalu kasar dan kopling yang sensitif pada versi manual.

Kondisi tersebut membuat kenyamanan berkendara dinilai belum maksimal. Namun lagi-lagi, banyak konsumen tetap memakluminya karena Sigra berada di kelas kendaraan ekonomis.

Kontroversi Kapasitas Tujuh Penumpang

Hal lain yang sempat menjadi kontroversi adalah klaim kapasitas tujuh penumpang. Saat pertama diluncurkan, Daihatsu menyebut Sigra sebagai mobil seven seater.

Namun dalam praktiknya, banyak pengguna mengeluhkan baris ketiga yang sempit untuk orang dewasa. Suspensi belakang juga disebut mudah ambles saat seluruh kursi terisi penuh.

Pada 2019, Daihatsu akhirnya menjelaskan bahwa kursi baris ketiga Sigra memang lebih ditujukan untuk anak-anak, bukan tujuh orang dewasa penuh. Pernyataan itu sempat menuai kritik karena dianggap terlambat disampaikan ke publik.

Tetap Laris Meski Banyak Kritik

Terlepas dari berbagai kekurangan tersebut, Daihatsu Sigra tetap menjadi salah satu mobil terlaris di Indonesia. Faktor harga murah, konsumsi BBM irit, dan biaya servis rendah membuat mobil ini masih sangat diminati.

Generasi terbaru Sigra juga sudah mendapat beberapa peningkatan fitur seperti dual airbag, ABS, EBD, sensor parkir, immobilizer, hingga teknologi drive by wire pada tipe tertentu.

Meski peningkatannya belum terlalu besar, perubahan tersebut cukup membantu meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna.

Pada akhirnya, penilaian terhadap Daihatsu Sigra memang kembali pada sudut pandang masing-masing konsumen. Bagi sebagian orang, mobil ini mungkin terasa terlalu sederhana. Namun bagi keluarga yang membutuhkan kendaraan murah dan ekonomis, Sigra tetap menjadi pilihan realistis di tengah harga mobil yang terus naik.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#mobil lcgc #Daihatsu Sigra #review Daihatsu Sigra #Kekurangan Sigra #mobil keluarga murah