BLITAR KAWENTAR - Mobil city car bekas Rp60 jutaan masih menjadi pilihan favorit masyarakat yang mencari kendaraan murah, irit BBM, dan minim biaya perawatan. Di tengah harga mobil baru yang semakin mahal, city car lawas justru semakin diburu karena terkenal bandel dan cocok dipakai harian.
Selain konsumsi bahan bakar yang hemat, mobil city car bekas juga dikenal mudah dirawat dan spare part melimpah. Tidak sedikit pemilik yang mengaku mobil jenis ini tetap aman dipakai bertahun-tahun meski jarang masuk bengkel.
Bahkan beberapa model city car bekas Rp60 jutaan disebut masih layak digunakan hingga 10 tahun ke depan selama perawatan dasar tetap dilakukan secara rutin. Faktor inilah yang membuat mobil kecil tetap punya pasar kuat di Indonesia.
Suzuki Karimun Wagon R Jadi Pilihan Mobil Pertama
Salah satu city car bekas yang paling sering direkomendasikan adalah Suzuki Karimun Wagon R tipe GL manual. Mobil ini dikenal sebagai kendaraan murah dengan biaya operasional yang sangat rendah.
Karimun Wagon R memakai mesin 998 cc 3 silinder DOHC MPI dengan tenaga 68 PS dan torsi 90 Nm. Konsumsi BBM dalam kota diklaim bisa mencapai 13 sampai 14 km/liter, sedangkan perjalanan tol mampu menyentuh 19 hingga 22 km/liter.
Keunggulan utama Wagon R ada pada kabinnya yang lega berkat desain bodi kotak. Suspensinya juga disebut lebih empuk dibanding beberapa rival di kelas LCGC.
Meski demikian, mobil ini tetap memiliki kekurangan seperti handling yang limbung dan blind spot pilar depan yang cukup besar. Namun hal tersebut dianggap wajar untuk city car dengan dimensi mungil.
Fitur yang tersedia memang sederhana, mulai dari power window depan, AC standar, hingga head unit single din. Tetapi untuk penggunaan harian, fitur tersebut sudah dinilai cukup memadai.
Harga bekas Suzuki Karimun Wagon R saat ini berada di kisaran Rp67 jutaan dengan pajak tahunan sekitar Rp1,2 juta.
Daihatsu Agya D Plus Punya Kabin dan Bagasi Lega
Pilihan lain di segmen city car bekas murah adalah Daihatsu Agya tipe D Plus manual. Mobil ini dikenal punya kombinasi kabin luas, konsumsi BBM irit, dan biaya servis yang ringan.
Agya menggunakan mesin 1.000 cc 3 silinder EFI dengan tenaga 65 PS dan torsi 86 Nm. Konsumsi BBM dalam kota berada di angka 16 sampai 17 km/liter, sedangkan penggunaan luar kota bisa mencapai lebih dari 20 km/liter.
Walaupun merupakan tipe terendah, Agya sudah dibekali power window di empat pintu dan AC dengan fitur open close air. Kabin belakang juga dinilai cukup nyaman karena ruang kepala dan kaki relatif lega.
Salah satu nilai plus Agya ada pada kapasitas bagasi yang cukup besar untuk ukuran city car. Bahkan disebut mampu memuat travel bag tanpa harus melipat kursi belakang.
Karakter berkendaranya juga dianggap cukup responsif untuk penggunaan dalam kota maupun jalan menanjak. Namun seperti kebanyakan mobil LCGC lainnya, kabin Agya masih terasa berisik ketika dipacu dalam kecepatan tinggi.
Untuk perawatan, pengguna disarankan rutin membersihkan sensor ISG dan sensor O2 agar putaran mesin tetap stabil dan konsumsi BBM tidak menjadi boros.
Harga bekas Daihatsu Agya D Plus berada di kisaran Rp66 jutaan dengan pajak tahunan sekitar Rp1,2 juta.
Suzuki Karimun Estilo Cocok untuk Cari City Car Nyaman
Bagi yang menginginkan city car non-LCGC dengan kenyamanan lebih baik, Suzuki Karimun Estilo facelift bisa menjadi pilihan menarik.
Mobil ini memakai mesin yang sama dengan Wagon R, yakni 998 cc 3 silinder MPI dengan tenaga 68 PS dan torsi 90 Nm. Konsumsi BBM dalam kota berada di kisaran 12 sampai 14 km/liter.
Karimun Estilo dikenal memiliki kualitas kabin yang lebih solid dibanding city car murah lain. Material interior terasa lebih tebal, jok lebih empuk, dan tingkat kebisingan kabin juga lebih baik.
Fitur yang ditawarkan cukup lengkap, mulai dari electric mirror, power window empat pintu, pengaturan arah AC lengkap, hingga head rest di seluruh kursi.
Selain nyaman dipakai harian, visibilitas mobil ini juga luas sehingga memudahkan pengemudi saat bermanuver di jalan sempit atau parkiran padat.
Kekurangannya ada pada harga spare part tertentu yang lebih mahal dibanding LCGC. Meski begitu, ketersediaan komponen bekas masih cukup banyak di pasaran.
Saat ini Suzuki Karimun Estilo facelift dibanderol sekitar Rp65 jutaan dengan pajak tahunan sekitar Rp1,4 juta.
Editor : Gita Dwi Nuraini